Temu Pendidik Nusantara XIII

Select Language

Strategi BALOn dalam Pembelajaran Matematika Jaman Now

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

Pendidikan merupakan suatu aspek yang sangat mendasar bagi pembangunan bangsa suatu negara. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di semua jenjang pendidikan di Indonesia, mulai dari jenjang yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Skor PISA 2015 Indonesia dalam bidang matematika (usia 15 tahun) adalah 386 (skor PISA menggunakan rentang 0-1000 dengan 0 sebagai nilai terendah). Skor Indonesia ini jauh di bawah rerata internasional. Pada UNBK 2018/2019, matematika berada di angka terendah yaitu 46,56.

Rendahnya hasil belajar matematika siswa diduga disebabkan oleh beberapa fakor internal maupaun eksternal. Pertama, kesulitan memahami matematika. Kedua, pada kurikulum matematika. Ketiga, rendahnya minat belajar matematika siswa. Dan keempat, kurangnya kedisiplinan siswa.

Implementasi nilai-nilai kepemimpinan dalam setiap gerak dan langkah praktik pendidikan sekolah harus dilakukan dengan nyata dan konsisten serta berkelanjutan. BALOn merupakan akronim dari Bicara, Apresiasi, Latihan, dan Online. Strategi BALOn diciptakan beriringan dengan penguatan nilai kepemimpinan yang terdapat dalam 7 Habits.

Pertama, Bicara. Profesi guru matematika di dalam kelas bisa berevolusi menjadi teman atau kakak di luar kelas, hal ini dapat dimanfaatkan untuk bicara dari hati ke hati dengan muridnya. Tidak hanya bicara tentang pembelajaran matematika, tetapi bisa juga untuk curcol masalah keluarga atau pertemanan. Dalam proses ini guru dan siswa sama-sama menerapakan Seek First to Understand than to be Understood dan menggunakan bahasa Proactive.

Kedua, apresiasi. Guru matematika seringkali memberikan hukuman kepada siswa yang gagal dalam mengerjakan tugas atau sekedar menjawab pertanyaan. Padahal sejatinya, setiap orang membenci hukuman dan menyukai hadiah. Hukum sosial ini dapat menjadi Think Win-Win yang dimanfaatkan oleh guru matematika dengan mengubah peraturan yang biasanya diterapkan. Pemberian apresiasi ini dapat diterapkan dengan memberikan hadiah berupa kupon gratis eskrim koperasi sekolah bagi peraih nilai sempurna saat penilaian harian atau dengan menuliskan kata-kata indah di Rekening Bank Emosi (RBE) milik siswa.

Ketiga, Latihan. Pembelajaran matematika dan soal-soal latihan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Dalam pemberian latihan soal, guru dituntut untuk membuat instrumen soal yang variatif dan tidak membosankan, misalnya dengan cara melibatkan nama siswa atau warga sekolah lainnya dalam butir soal, sehingga akan muncul rasa ketertarikan dari siswa untuk menyelesaikan permasalah tersebut. Pemberian latihan soal dapat diberikan judul yang menarik dan kekinian. Guru harus bisa menggunakan Bahasa Proactive dalam menentukan judul intrumen dan juga Bahasa dalam tiap butir instrumennya. Contoh pemberian judul soal latihan yang anti mainstream adalah Latihan Kuy.

Keempat, Online. Selain belajar tambahan di sekolah, guru dapat memfasilitasi pertanyaan-pertanyaan yang muncul dan menyelesaikannya secara online. Mereka dapat saling ber-Synergize dalam mendiskusikan permasalahan matematika. Hal ini dapat dimanfaatkan siswa sebagai suatu langkah dalam menentukan kesuksesan nilai matematika di kemudian hari atau Begin with the End in Mind. Bukan hanya McD yang dapat memberikan pelayanan 24 jam, tapi guru matematika pun bisa.

Empat upaya itu adalah sebagai batu pijakan dari konsepsi ke stimulasi menuju aktualisasi dalam pembelajaran matematika di era jaman now. Dengan konsisten melakukan proses ini, diharapkan siswa dapat lebih menyenangi pelajaran matematika, meningkatkan minat belajar siswa terhadap matematika dan nilai Ujian Nasional matematika, serta mampu menguatkan jiwa kepemimpinan siswa.

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.