Pemanfaatan akun belajar.id dengan menggunakan google formulir dan drive bersama dalam pengumpulan data siswa dan perangkat ajar guru.
Pemanfaatan akun belajar.id dengan menggunakan google formulir dan drive bersama dalam pengumpulan data siswa dan perangkat ajar guru.
Sebagai Wakil Kepala Sekolah urusan Kurikulum di SMP 23 Simbang Kabupaten Maros, seringkali saya kesulitan mendapatkan data base mengenai kehadiran guru di kelas, rekap kehadiran murid , perkembangan hasil belajar murid, dan perangkat ajar guru. Ketika saya meminta data kepada guru, wali kelas bahkan kepada guru BK atau BP selalu banyak alasan seperti lupa, laptop rusak, hilang dan banyak alasan lainnya. Hal ini membuat saya berusaha mencari solusi apa yang dapat saya lakukan sebagai seorang guru sekaligus diberikan tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah urusan kurikulum untuk memudahkan saya mendapatkan informasi data pendukung yang dapat saya gunakan untuk menganalisis dan melakukan pengembangan sekolah .
Saya resah dan bingung dengan kondisi tersebut, kadang menjadi beban pikiran kenapa begitu sulit menyiapkan data yang dibutuhkan seperti kehadiran murid, jurnal mengajar guru dan rekap nilai murid, sehingga perlu cara atau metode yang dapat dilihat atau dipergunakan oleh semua guru dan kepala sekolah untuk dapat memperoleh data yang dibutuhkan. Tantangan lain adalah masih banyak guru yang belum memanfaatkan akun belajar.id yang telah disediakan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Ristek dan Teknologi. Data ini sangat diperlukan sebagai data pendukung dalam pengembangan sekolah untuk meningkatkan hasil belajar murid dan pengembangan sumber daya manusia di sekolah khususnya guru.
Untuk menjawab permasalahan di atas hal pertama yang saya lakukan adalah saya mendata informasi apa yang diperlukan dalam pengembangan sekolah. Saya menemui kepala sekolah tentang hal ini dan rencana yang akan saya buat. Saya membuat google form mengenai laporan ketidakhadiran siswa, jurnal mengajar guru. Setelah itu saya perlihatkan kepada kepala sekolah dan beliau menyetujui hal ini. Kemudian saya meminta alamat email akun belajar.id dari guru dan kepala sekolah untuk saya buatkan drive bersama untuk mengumpulkan perangkat ajar. Setelah semua siap saya mensosialisasikan hal tersebut dalam rapat sekolah serta komunitas belajar di sekolah yang telah dibentuk sebelumnya yaitu Komunitas Belajar SMPN 23 Simbang tentang bagaimana penggunaan dan pemanfaatan google form dan drive bersama yang saya buat. Saya membuat link dari data tersebut kemudian saya bagikan kepada guru, wali kelas dan kepala sekolah. Wali kelas membagikan link ketidakhadiran siswa kepada anak walinya dan orang tua murid.
Laporan dari pengisian google form saya buat dan bagikan untuk dapat diakses oleh semua yang memiliki link sehingga memudahkan guru, wali kelas dan kepala sekolah dapat memantau kehadiran murid, guru. Kepala sekolah dapat melakukan supervisi awal pembelajaran hanya dengan melihat drive bersama yang sudah dibuat.
Dengan hal yang saya lakukan ini murid yang tidak hadir tidak lagi izin dengan menggunakan chat melalui whatsapp tetapi dengan mengisi google form, Guru mengisi jurnal mengajar sehingga dapat diketahui keaktifan belajar guru di kelas serta kehadiran murid dalam mengikuti pembelajaran. Guru dapat mengunggah perangkat pembelajaran di drive bersama yang dapat diakses oleh guru dan kepala sekolah sehingga dapat sharing pengetahuan dan contoh perangkat ajar sehingga memudahkan guru dalam melengkapi perangkat ajar utamanya perangkat ajar kurikulum merdeka.Kepala Sekolah dapat melakukan supervisi awal dengan melihat drive bersama. Hal ini memberikan dampak di guru yaitu guru berusaha hadir tepat waktu dan mengajar di kelas serta mempersiapkan perangkat ajar di awal pembelajaran. Dampak bagi murid adalah mereka lebih aktif di sekolah karena ketidakhadirannya dapat terpantau dan dapat diinformasikan melalui grup orang tua murid, serta murid dapat menerima pelajaran dari bapak/ibu guru dengan baik.
Pemanfaatan akun belajar.id dengan menggunakan google formulir dan drive bersama dalam pengumpulan data siswa dan perangkat ajar guru.
Sebagai Wakil Kepala Sekolah urusan Kurikulum di SMP 23 Simbang Kabupaten Maros, seringkali saya kesulitan mendapatkan data base mengenai kehadiran guru di kelas, rekap kehadiran murid , perkembangan hasil belajar murid, dan perangkat ajar guru. Ketika saya meminta data kepada guru, wali kelas bahkan kepada guru BK atau BP selalu banyak alasan seperti lupa, laptop rusak, hilang dan banyak alasan lainnya. Hal ini membuat saya berusaha mencari solusi apa yang dapat saya lakukan sebagai seorang guru sekaligus diberikan tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah urusan kurikulum untuk memudahkan saya mendapatkan informasi data pendukung yang dapat saya gunakan untuk menganalisis dan melakukan pengembangan sekolah .
Saya resah dan bingung dengan kondisi tersebut, kadang menjadi beban pikiran kenapa begitu sulit menyiapkan data yang dibutuhkan seperti kehadiran murid, jurnal mengajar guru dan rekap nilai murid, sehingga perlu cara atau metode yang dapat dilihat atau dipergunakan oleh semua guru dan kepala sekolah untuk dapat memperoleh data yang dibutuhkan. Tantangan lain adalah masih banyak guru yang belum memanfaatkan akun belajar.id yang telah disediakan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Ristek dan Teknologi. Data ini sangat diperlukan sebagai data pendukung dalam pengembangan sekolah untuk meningkatkan hasil belajar murid dan pengembangan sumber daya manusia di sekolah khususnya guru.
Untuk menjawab permasalahan di atas hal pertama yang saya lakukan adalah saya mendata informasi apa yang diperlukan dalam pengembangan sekolah. Saya menemui kepala sekolah tentang hal ini dan rencana yang akan saya buat. Saya membuat google form mengenai laporan ketidakhadiran siswa, jurnal mengajar guru. Setelah itu saya perlihatkan kepada kepala sekolah dan beliau menyetujui hal ini. Kemudian saya meminta alamat email akun belajar.id dari guru dan kepala sekolah untuk saya buatkan drive bersama untuk mengumpulkan perangkat ajar. Setelah semua siap saya mensosialisasikan hal tersebut dalam rapat sekolah serta komunitas belajar di sekolah yang telah dibentuk sebelumnya yaitu Komunitas Belajar SMPN 23 Simbang tentang bagaimana penggunaan dan pemanfaatan google form dan drive bersama yang saya buat. Saya membuat link dari data tersebut kemudian saya bagikan kepada guru, wali kelas dan kepala sekolah. Wali kelas membagikan link ketidakhadiran siswa kepada anak walinya dan orang tua murid.
Laporan dari pengisian google form saya buat dan bagikan untuk dapat diakses oleh semua yang memiliki link sehingga memudahkan guru, wali kelas dan kepala sekolah dapat memantau kehadiran murid, guru. Kepala sekolah dapat melakukan supervisi awal pembelajaran hanya dengan melihat drive bersama yang sudah dibuat.
Dengan hal yang saya lakukan ini murid yang tidak hadir tidak lagi izin dengan menggunakan chat melalui whatsapp tetapi dengan mengisi google form, Guru mengisi jurnal mengajar sehingga dapat diketahui keaktifan belajar guru di kelas serta kehadiran murid dalam mengikuti pembelajaran. Guru dapat mengunggah perangkat pembelajaran di drive bersama yang dapat diakses oleh guru dan kepala sekolah sehingga dapat sharing pengetahuan dan contoh perangkat ajar sehingga memudahkan guru dalam melengkapi perangkat ajar utamanya perangkat ajar kurikulum merdeka.Kepala Sekolah dapat melakukan supervisi awal dengan melihat drive bersama. Hal ini memberikan dampak di guru yaitu guru berusaha hadir tepat waktu dan mengajar di kelas serta mempersiapkan perangkat ajar di awal pembelajaran. Dampak bagi murid adalah mereka lebih aktif di sekolah karena ketidakhadirannya dapat terpantau dan dapat diinformasikan melalui grup orang tua murid, serta murid dapat menerima pelajaran dari bapak/ibu guru dengan baik.
Praktik baik Sebelum Direvisi
Elaborasi Praktik Baik
Sebagai Wakil Kepala Sekolah urusan Kurikulum di SMP 23 Simbang Kabupaten Maros, seringkali saya kesulitan mendapatkan data base mengenai kehadiran guru di kelas, rekap kehadiran murid , perkembangan hasil belajar murid, dan perangkat ajar guru. Ketika saya meminta data kepada guru, wali kelas bahkan kepada guru BK atau BP selalu banyak alasan seperti lupa, laptop rusak, hilang dan banyak alasan lainnya. Hal ini membuat saya berusaha mencari solusi apa yang dapat saya lakukan sebagai seorang guru sekaligus diberikan tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah urusan kurikulum untuk memudahkan saya mendapatkan informasi data pendukung yang dapat saya gunakan untuk menganalisis dan melakukan pengembangan sekolah .
Saya resah dan bingung dengan kondisi tersebut, kadang menjadi beban pikiran kenapa begitu sulit menyiapkan data yang dibutuhkan seperti kehadiran murid, jurnal mengajar guru dan rekap nilai murid, sehingga perlu cara atau metode yang dapat dilihat atau dipergunakan oleh semua guru dan kepala sekolah untuk dapat memperoleh data yang dibutuhkan. Tantangan lain adalah masih banyak guru yang belum memanfaatkan akun belajar.id yang telah disediakan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Ristek dan Teknologi. Data ini sangat diperlukan sebagai data pendukung dalam pengembangan sekolah untuk meningkatkan hasil belajar murid dan pengembangan sumber daya manusia di sekolah khususnya guru.
Untuk menjawab permasalahan di atas hal pertama yang saya lakukan adalah saya mendata informasi apa yang diperlukan dalam pengembangan sekolah. Saya menemui kepala sekolah tentang hal ini dan rencana yang akan saya buat. Saya membuat google form mengenai laporan ketidakhadiran siswa, jurnal mengajar guru. Setelah itu saya perlihatkan kepada kepala sekolah dan beliau menyetujui hal ini. Kemudian saya meminta alamat email akun belajar.id dari guru dan kepala sekolah untuk saya buatkan drive bersama untuk mengumpulkan perangkat ajar. Setelah semua siap saya mensosialisasikan hal tersebut dalam rapat sekolah serta komunitas belajar di sekolah yang telah dibentuk sebelumnya yaitu Komunitas Belajar SMPN 23 Simbang tentang bagaimana penggunaan dan pemanfaatan google form dan drive bersama yang saya buat. Saya membuat link dari data tersebut kemudian saya bagikan kepada guru, wali kelas dan kepala sekolah. Wali kelas membagikan link ketidakhadiran siswa kepada anak walinya dan orang tua murid.
Laporan dari pengisian google form saya buat dan bagikan untuk dapat diakses oleh semua yang memiliki link sehingga memudahkan guru, wali kelas dan kepala sekolah dapat memantau kehadiran murid, guru. Kepala sekolah dapat melakukan supervisi awal pembelajaran hanya dengan melihat drive bersama yang sudah dibuat.
Dengan hal yang saya lakukan ini murid yang tidak hadir tidak lagi izin dengan menggunakan chat melalui whatsapp tetapi dengan mengisi google form, Guru mengisi jurnal mengajar sehingga dapat diketahui keaktifan belajar guru di kelas serta kehadiran murid dalam mengikuti pembelajaran. Guru dapat mengunggah perangkat pembelajaran di drive bersama yang dapat diakses oleh guru dan kepala sekolah sehingga dapat sharing pengetahuan dan contoh perangkat ajar sehingga memudahkan guru dalam melengkapi perangkat ajar utamanya perangkat ajar kurikulum merdeka.Kepala Sekolah dapat melakukan supervisi awal dengan melihat drive bersama. Hal ini memberikan dampak di guru yaitu guru berusaha hadir tepat waktu dan mengajar di kelas serta mempersiapkan perangkat ajar di awal pembelajaran. Dampak bagi murid adalah mereka lebih aktif di sekolah karena ketidakhadirannya dapat terpantau dan dapat diinformasikan melalui grup orang tua murid, serta murid dapat menerima pelajaran dari bapak/ibu guru dengan baik.
Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.