Temu Pendidik Nusantara XIII

Select Language

MENUMBUHKAN BUDAYA POSITIF MELALUI PENERAPAN 3R

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

PRAKARSA PERUBAHAN KONSEP ATAP

(AWAL, TANTANGAN, AKSI DAN PELAJARAN)

AWAL

Kamis, 26 Januari 2023 menjadi awal peralihan tupoksi saya dari guru menjadi kepala UPT SD Negeri 16 Laikang. Menjadi awal menjalankan tupoksi baru,Hal yang pertama saya lakukan yaitu mencari data terkait sekolah tersebut selanjutnya melakukan rapat bersama dewan guru dari hasil rapat mencapai sebuah kesepakatan bersama untuk membangun budaya positif.Seiring dengan waktu muncul sebuah keresahan saya, saat melihat masih ada beberapa siswa saat kurang memperhatikan lingkungan sekolah terutama persoalan sampah yang terkadang di buang secara sembarangan padahal di beberapa kelas sudah tersedia tempat sampah.Untuk menciptakan budaya positif di sekolah tentunya Semua warga dapat menginisiasi hal ini tanpa terikat menjadi sebuah aturan tertulis. Namun ini akan mudah diterapkan jika didukung oleh pihak sekolah dengan menjadikannya sebuah aturan atau pembiasaan dengan daya dukung seperti fasilitas, banner pengingat dan sarana prasarana pendukung lainnya.Kepala Sekolah menjadi penanggung jawab, guru mensukseskan budaya positif yang disepakati sesuai dengan lingkungan sekolah dan murid menjadi pelaksana budaya tersebut. Namun ini juga bisa diterapkan pada budaya positif kerja untuk guru.

Menanggapi masalah kepedulian terhadap lingkungan dengan mencanangkan Program Pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle ) Secara khusus,program ini bertujuan menumbuhkan karakter peduli lingkungan yang sesuai dengan karakter profil pelajar Pancasila yaitu mandiri ,bertanggung jawab,kreatif dan gotong royong.Dengan harapan :

  1. Meningkatkan kepedulian terhadap sampah di
  2. Memberikan wawasan atau pengetahuan tentang pengelolaan sampah menjadi barang berguna
  3. Menumbuhkan kreaktivitas                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Dengan memaksimalkan aset sekolah, Program ini digalakkan untuk melatih dan membiasakan murid peduli terhadap masalah sampah yang ada di lingkungan dengan harapan mereka terbiasa dalam menjaga kebersihan di manapun sehingga menjadi suatu budaya positif dalam kehidupannya.sebelum penerapan program ini para murid diberi kesempatan untuk mengamati lingkungan sekitar sekolah,melakukan kegiatan diskusi dalam melahirkan ide/gagasan dari murid dan pilihan tindakan yang akan dilakukan terkait permasalahan tersebut tentang cara mengolah sampah,memberi kesempatan kepada mereka untuk mempublikasin hasil kreativitas.

TANTANGAN

Sikap peduli lingkungan harus ditanamkan melalui pembiasaan di sekolah. Pembiasaan itu dapat dilakukan dengan mengajak siswa untuk melaksanakan pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Dengan demikian, penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dapat menumbuhkan karakter peduli lingkungan. Siswa yang sebelumnya hanya membuang sampah sembarang menjadi lebih peka terhadap lingkungannya dan memanfaatkan sampah menjadi barang yang berguna.Namun  perencanaan itu membuat dilema sebab kegiatan akan sia-sia jika tidak diterapkan oleh semua kelas dengan penuh komitmen dan konsisten sisi lain kantin membatasi jumlah air mineral gelas atau sejenisnya yang akan dijual.Dengan kebijakan seperti ini tentunya akan mengurangi omset penjualan kantin. Pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle ) Merupakan metode dalam memperkecilkan permasalahan sampah di sekolah maupun dilingkungan masyarakat sekitarnya.

 AKSI

Prinsip 3R , yaitu prinsip reduce, reuse, dan recycle. Prinsip pertama reduce adalah kegiatan yang dapat mengurangi dan mencegah tibulan sampah. Prinsip kedua reuse adalah kegiatan penggunaan kembali sampah yang layak pakai untuk fungsi yang sama atau yang lain. Prinsip ketiga recycle adalah kegiatan mengolah sampah untuk dijadikan produk baru. Berikut ini penjelasan prinsip 3R.

1. Prinsip Reduce (R1)

Prinsip Reduce (R1) Reduce atau reduksi sampah merupakan upaya untuk mengurangi timbulan sampah di lingkungan sumber dan bahkan dilakukan sejak sebelum sampah dihasilkan, setiap sumber dapat melakukan upaya reduksi sampah dengan cara merubah pola hidup komsumtif, yaitu perubahan kebiasaan dari yang boros dan menghasilkan banyak sampah menjadi hemat dan efisisen dan sedikit sampah. tindakan yang dapat dilakukan :

  • Setiap siswa mengurangi pembelian produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar
  • Membiasakan siswa membawa makanan sehat (gunakan rantang nasi)
  • Bawa botol minum (BBM)

2.Prinsip Reuse (R2)

Prinsip Reuse (R2) Reuse berarti menggunakan kembali bahan atau material agar tidak menjadi sampah (tanpa melaui proses pengelolaan) seperti memanfaatkan botol air mineral menjadi Ecobrick

tindakan yang dapat dilakukan yaitu :

  • Pilih produk dengan pengemas yang dapat didaur ulang
  • Gunakan produk yang dapat diisi ulang (refill)
  • Kurangi penggunaan bahan sekali pakai
  • Plastik kresek digunakan untuk tempat sampah
  • Kaleng/baskom besar digunakan untuk pot bunga atau tempat sampahBekas kemasan plastik tebal isi ulang digunakan sebagai tas

3.Prinsip Recycle (R3)

Recycle (R3) Recycle berarti mendaur ulang suatu bahan yang sudah tidak berguna (sampah) menjadi bahan lain setelah melalui proses pengolahan seperti mengolah sisa kain perca menjadi selimut, kain lap, keset kaki, dan sebagainya atau mengolah botol/plastik bekas menjadi wadah tanaman hidroponik.Lakakukan tindakan dengan cara :

  • Pilih produk dengan pengemas yang dapat didaur ulang missal botol bekas air mineral
  • Gelas atau botol plastik untuk pot bibit, dan macam-macam kerajinan dapat dilakukan dengan cara a.Sediakan,alat dan Bahan dalam membuat wadah

-Alat

Cutter,Gunting dan Pelubang/paku

-Bahan

Botol air mineral bekas,kain panel,Tanah,Arang sekam dan bibit tanaman

b.Langkah Kerja

  1. Potong botol air mineral menjadi 2
  2. Buat lubang penyerapan air dan tempat keluarnya akar pada bagian wadah tanaman kemudian beri media Buat lubang untuk sirkulasi udara pada cadangan air kemudian beri air secukupnya.
  3. Satukan bagian botol

PEMBELAJARAN

Pengelolaan sampah 3R (reduce, reuse, recycle) menumbuhkan karakter peduli lingkungan dapat dilakukan, sebagai berikut:

  1. Contoh Reduce, yaitu gerakan BBM (Bawa botol minum) dan rantang makanan
  2. Contoh Reuse, yaitu pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan
  3. Contoh Recycle, yaitu mengolah botol bekas air mineral menjadi wadah tanaman hidroponik

Dengan melihat alam secara langsung, anak akan mengetahui keindahan alam yang sesungguhnya dan memahami apa yang harus mereka jaga atau pedulikan. Kita juga bisa menjelaskan, kalau anak tidak peduli pada lingkungan atau membuang sampah sembarangan, maka alam yang indah itu bisa rusak dan berdampak buruk bagi manusia.Menumbuhkan kebiasaan memang tidak bisa dilakukan secara instan, jadi Kita harus sabar dan terus menerapkannya pada kehidupan anak sehari-hari. Sewaktu nanti mereka dewasa, anak pasti akan mengingat kebiasaan baik ini dan menjaga lingkungannya.

Atas manfaat program tersebut maka rencana kegiatan yang telah dilaksanakan disarankan agar dapat dikembangkan untuk siswa berikutnya ditahun ajaran berikutnya.

 

 

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.