Temu Pendidik Nusantara XIII

Select Language

Meningkatkan Penguasaan Bahasa Inggris Dengan Proyek Kolaborasi Seni Budaya Lokal

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

Meningkatkan Penguasaan Bahasa Inggris Dengan Proyek Kolaborasi Seni Budaya Lokal

By: Saiful Risqi

Awal:

Bagi murid – murid di Indonesia dimana Bahasa Inggris merupakan bahasa asing, memahami dan menguasai keempat kemampuan dasar Bahasa inggris menjadi problematika tersendiri.Terdapat 4 kemampuan dasar dalam Bahasa Inggris, yaitu Berbicara (Speaking), Menulis (Writing), Mendengar (Listening), dan Membaca (Reading). Keempat kemampuan tersebut berkesinambungan satu sama lain. Murid EFL (English as a Foreign Language) adalah mereka murid – murid sekolah di Indonesia pada umumnya dimana mereka memperoleh pelajaran Bahasa Inggris hanya pada saat pelajaran di kelas. Inti dalam mempelajari bahasa adalah praktik, sehingga sangat dibutuhkan untuk melakukan praktik setelah mempelajari atau memahami sesuatu. Kesadaran akan digital literasi dan penguasaan dalam menggunaan teknologi untuk belajar Bahasa Inggris haruslah bisa dikuasai oleh guru dan murid demi terciptanya kegiatan belajar mengajar yang efektif dan produktif. Namun ada juga yang menganggap pelajaran Bahasa inggris merupakan sebuah modernisasi yang akan membuat murid lupa dengan budaya lokal yang ada disekitar. Maka dari itu penggunaan budaya lokal sebagai objek pembelajaran akan meningkatkan pengetahuan murid tentang budaya lokal dan mewujudkan pembelajaran yang lebih bervariasi sehingga menarik minat murid untuk belajar Bahasa inggris.

Tantangan

Belajar Bahasa Inggris tingkat Sekolah Menengah Atas di Indonesia seharusnya sudah memasuki tahap kompetensi menengah (lowintermediate sampai Intermediate) karena seharusnya mereka telah mendapatkan pembelajaran Bahasa Inggris awal/pemula (Beginer dan Elementary)  sejak Sekolah Menengah Pertama bahkan sejak Sekolah Dasar. Namun yang terjadi di lapangan, banyak murid yang masih kesulitan dalam mempelajari tahap awal/pemula (Beginer dan Elementary). Hal ini menyebabkan guru harus mengulang pembelajaran dari tahap dasar sebelum selanjutnya masuk pada topik atau materi yang sesuai pada kurikulum. Tantangan yang dihadapi guru adalah bagaimana memasukkan dasar bagaimana memahami Bahasa inggris,terlebih lagi namyak murid murid SMK yang kurang berminat untuk pembelajaran didalam kelas. Terkadang kemampuan atau penguasaan Bahasa Inggris pada murid menjadi salah satu standar lulusan yang harus dicapai dan dimiliki murid saat lulus dari sekolah, terlebih untuk SMK yang harus dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan tinggi bahkan untuk terjun ke dunia kerja. Hal ini diterapkan di SMK Muhammadiyah bawang, Batang dimana rata – rata  lulusannya memilih untuk memasuki dunia kerja sehingga mereka sangat membutuhkan kompetensi Bahasa Inggris guna dapat mempersiapkan diri untuk bersaing di dunia luar.Tantangan lain yang dihadapi oleh guru adalah, terkadang murid merasa bosan dan jenuh dengan metode pembelajaran yang kurang variatif terlebih dalam pembelajaran daring yang sangat membatasi guru dan murid untuk memilih metode belajar yang diinginkan.

Aksi

Tema awal yang dilakukan guru adalah mengukur sejauh mana vocabulary yang dimiliki murid,sebagaimana vocab adalah sebuah dasar untuk belajar Bahasa inggris. Vocabulary adalah sebuah dasar sebelum murid belajar tentang 4 skil yaitu Berbicara (Speaking), Menulis (Writing), Mendengar (Listening), dan Membaca (Reading).

Aksi yang dilakukan guru adalah melakukan kolaborasi guru Bahasa Inggris dan guru seni untuk membuat sebuah project dimana siswa membuat kelompok untuk melakukan tarian daerah,dimana dari tari daerah tersebut memiliki makna yang luas. lalu setelah itu murid diberikan tugas untuk mendeskripsikan tari yang mereka lalukan dalam bahasa inggris,mulai dari  tari tersebut ,makna yang terdapat dalam tari,dan pelajaran yang tersirat dalam dari yang mereka praktikkan. Dengan ini maka otomatis kemampuan atau kapasitas vocab mereka akan meningkat tanpa menggunakan metode hafalan yang membosankan. setelah mereka manulisakan deskripsi tentang tari yang mereka lakukan kemudian murid akan menjelaskan apa yang mereka tulis mengenai tari tersebut dengan berbicara didepan kepada teman teman  tentang kesimpulan kelompok mereka tentang tari yang dilakukan. Tentu saja dalam proses penulisan dan penyampaian pendampingan guru sangat diperlukan ,namun pendampingan menjadi lebih mudah karena murid sudah mendapatkan semangat melalui pembelajaran yang bervariasi seperti ini.

 

Pelajaran atau perubahan

Pengguanaan media tari budaya lokal yang dilakukan x tkj 1 dan 2 yang berjumlah 73 anak sebagai objek pengumpulan data. Berdasarkan pencapaian saat pre-test serta evaluasi hasil praktik siswa didapatkan setidaknya 70% dari jumlah murid menunjukan peningkatan yang signifikan pada hasil praktiknya. Selain ditunjukan dalam nilai, peningkatan tersebut ditunjukkan dengan berkembangnya murid dalam membuat teks deskripsi Bahasa inggris. Dari yang awalnya murid hanya melakukan copy paste yang ad dalam internet setelah dilakukan treatment  menggunakan tari budaya lokal memberikan dasar  Bahasa inggris dengan lebih variatif seperti mendapat vocabulary,mengerti cara menulis teks Bahasa inggris dan berani menyampaikan hasil diskusi didepan teman temannya. Pelajaran yang diperoleh meliputi 4 skil , mendeskripsikan tentang tari (writing/menulis),menyampaikan yang ditulis mengenai tari (speaking/bebicara dan reading/membaca),mendengarkan apa yang dijelaskan teman mengenai tari(listening/mendengarkan atau memahami pembicaraan)

Dengan menggunakan media yang bersahabat serta konten yang mereka senangi, murid merasa senang dan termotivasibahwa belajar Bahasa inggris merupakan hal yang menyenangkan. Ketika murid diberi pertanyaan “bagaimana tanggapan kalian mengenai penggunaan tari budaya lokal?” mayoritas murid menjawab “pembelajarannya menyenangkan dan tidak membosankan, banyak hal baru yang diperoleh serta guru yang selalu memberi bimbingan pada murid”.

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.