MOPAKOM”
LOCAL WISDOM BASED COMIC PANGKEP MODULE is an innovative learning media that is taught using a differentiation process
MOPAKOM”
LOCAL WISDOM BASED COMIC PANGKEP MODULE is an innovative learning media that is taught using a differentiation process
CREATING FUN LEARNING WITH “MOPAKOM”
COMIC PANGKEP MODULE BASED ON LOCAL WISDOM
early
In the era of the industrial revolution 4.0 We are faced with very rapid technological advances so that the millennial generation is born who are familiar with various technological advances.. Students in this era need learning that is more fun and meaningful. Expectations from students at state elementary schools 30 Sumpang Bita so that learning is not monotonous and varied. They have different learning styles, they quickly get bored and are no longer interested in teaching materials in the form of textbooks . So their literacy skills are very low. They read but don't know what they are reading. Begitu mereka diberikan soal berupa isi bacaan mereka tidak tahu menjawab soal tersebut.
As a class teacher, saya ingin meningkatkan kemampuan literasi murid dan menghadirkan pembelajaran menyenangkan dan bermakna. Seperti pendapat Ki Hajar Dewantara guru menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Saya harus mendidik dan mengajar anak sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman.
Challenge
Kurangnya bahan ajar yang menarik secara desain dan tampilan sehingga membuat peserta didik menjadi jenuh dan bosan. Selain itu bermunculannya komik-komik webtoon yang beragam. Sehingga murid lebih tertarik membaca komik daripada buku pelajaran.
Action
Sebagai seorang guru yang professional tentunya saya harus mengatasi permasalahan tersebut. I must present a fun learning process that is able to provide meaningful experiences for students and can improve students' literacy skills.
I started by compiling teaching materials that were interesting for students according to the nature of the times. I compiled a comic module based on the local wisdom of the Pangkep area "MOPAKOM". Apart from that, in the learning process in class using "MOPAKOM" I teach using differentiated learning which gives students the freedom to determine their own learning process.. I use a variety of ways for students to exploit learning objectives, and I provide a variety of options where students can demonstrate what they are learning. Murid menentukan sendiri menggunakan metode Role Playing atau bermain peran dan sebagian murid menggunakan metode penarikan kesimpulan dengan menceritakan kembali di depan kelas. Hal ini dapat melatih keberanian dan kepercayaan diri murid tampil dan berbicara di depan umum.
Change
Murid sangat antusias dengan adanya “MOPAKOM” mereka mampu mengasosiasikan belajar adalah sesuatu yang menyenangkan dan interaktif. Pada proses pembelajaran murid berperan aktif dalam proses keberhasilan pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran berupa pengembangan karakter dan kompetensi profil pelajar Pancasila.
MOPAKOM”
LOCAL WISDOM BASED COMIC PANGKEP MODULE is an innovative learning media that is taught using a differentiation process
CREATING FUN LEARNING WITH “MOPAKOM”
COMIC PANGKEP MODULE BASED ON LOCAL WISDOM
early
In the era of the industrial revolution 4.0 We are faced with very rapid technological advances so that the millennial generation is born who are familiar with various technological advances.. Students in this era need learning that is more fun and meaningful. Expectations from students at state elementary schools 30 Sumpang Bita so that learning is not monotonous and varied. They have different learning styles, they quickly get bored and are no longer interested in teaching materials in the form of textbooks . So their literacy skills are very low. They read but don't know what they are reading. Begitu mereka diberikan soal berupa isi bacaan mereka tidak tahu menjawab soal tersebut.
As a class teacher, saya ingin meningkatkan kemampuan literasi murid dan menghadirkan pembelajaran menyenangkan dan bermakna. Seperti pendapat Ki Hajar Dewantara guru menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Saya harus mendidik dan mengajar anak sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman.
Challenge
Kurangnya bahan ajar yang menarik secara desain dan tampilan sehingga membuat peserta didik menjadi jenuh dan bosan. Selain itu bermunculannya komik-komik webtoon yang beragam. Sehingga murid lebih tertarik membaca komik daripada buku pelajaran.
Action
Sebagai seorang guru yang professional tentunya saya harus mengatasi permasalahan tersebut. I must present a fun learning process that is able to provide meaningful experiences for students and can improve students' literacy skills.
I started by compiling teaching materials that were interesting for students according to the nature of the times. I compiled a comic module based on the local wisdom of the Pangkep area "MOPAKOM". Apart from that, in the learning process in class using "MOPAKOM" I teach using differentiated learning which gives students the freedom to determine their own learning process.. I use a variety of ways for students to exploit learning objectives, and I provide a variety of options where students can demonstrate what they are learning. Murid menentukan sendiri menggunakan metode Role Playing atau bermain peran dan sebagian murid menggunakan metode penarikan kesimpulan dengan menceritakan kembali di depan kelas. Hal ini dapat melatih keberanian dan kepercayaan diri murid tampil dan berbicara di depan umum.
Change
Murid sangat antusias dengan adanya “MOPAKOM” mereka mampu mengasosiasikan belajar adalah sesuatu yang menyenangkan dan interaktif. Pada proses pembelajaran murid berperan aktif dalam proses keberhasilan pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran berupa pengembangan karakter dan kompetensi profil pelajar Pancasila.
Good practice before revised
Good practice elaboration
CREATING FUN LEARNING WITH “MOPAKOM”
COMIC PANGKEP MODULE BASED ON LOCAL WISDOM
early
In the era of the industrial revolution 4.0 We are faced with very rapid technological advances so that the millennial generation is born who are familiar with various technological advances.. Students in this era need learning that is more fun and meaningful. Expectations from students at state elementary schools 30 Sumpang Bita so that learning is not monotonous and varied. They have different learning styles, they quickly get bored and are no longer interested in teaching materials in the form of textbooks . So their literacy skills are very low. They read but don't know what they are reading. Begitu mereka diberikan soal berupa isi bacaan mereka tidak tahu menjawab soal tersebut.
As a class teacher, saya ingin meningkatkan kemampuan literasi murid dan menghadirkan pembelajaran menyenangkan dan bermakna. Seperti pendapat Ki Hajar Dewantara guru menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Saya harus mendidik dan mengajar anak sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman.
Challenge
Kurangnya bahan ajar yang menarik secara desain dan tampilan sehingga membuat peserta didik menjadi jenuh dan bosan. Selain itu bermunculannya komik-komik webtoon yang beragam. Sehingga murid lebih tertarik membaca komik daripada buku pelajaran.
Action
Sebagai seorang guru yang professional tentunya saya harus mengatasi permasalahan tersebut. I must present a fun learning process that is able to provide meaningful experiences for students and can improve students' literacy skills.
I started by compiling teaching materials that were interesting for students according to the nature of the times. I compiled a comic module based on the local wisdom of the Pangkep area "MOPAKOM". Apart from that, in the learning process in class using "MOPAKOM" I teach using differentiated learning which gives students the freedom to determine their own learning process.. I use a variety of ways for students to exploit learning objectives, and I provide a variety of options where students can demonstrate what they are learning. Murid menentukan sendiri menggunakan metode Role Playing atau bermain peran dan sebagian murid menggunakan metode penarikan kesimpulan dengan menceritakan kembali di depan kelas. Hal ini dapat melatih keberanian dan kepercayaan diri murid tampil dan berbicara di depan umum.
Change
Murid sangat antusias dengan adanya “MOPAKOM” mereka mampu mengasosiasikan belajar adalah sesuatu yang menyenangkan dan interaktif. Pada proses pembelajaran murid berperan aktif dalam proses keberhasilan pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran berupa pengembangan karakter dan kompetensi profil pelajar Pancasila.
If you experience problems scrolling, scroll outside of the area Live Chat which is black.