kegitan praktik baik ini saya lakukan karena pembelajaran monoton yang selalu didapatkan oleh siswa dan kurang bijaknya bermedia sosial di kalangan anak-anak.
kegitan praktik baik ini saya lakukan karena pembelajaran monoton yang selalu didapatkan oleh siswa dan kurang bijaknya bermedia sosial di kalangan anak-anak.
MEMANFAATKAN APLIKASI EDIT VIDEO (CAP CUT) DAN MEDIA SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN
Saya seorang guru kelas 5 di SDN 10 Ulumahuan.
Saya melihat sebagian besar anak-anak didik saya memiliki akun media sosial dan terlihat mereka memanfaatkan aplikasi edit video dengan baik namun belum memahami cara bijak memanfaatkan sosial media. Dengan perkembangan kurikulum yang memanfaatkan teknologi saya berinisiatif untuk menggunakan sosial media sebagai alat presentasi dalam pembelajaran pada materi mengenal kegiatan ekonomi memanfaatkan alam di lingkungan sekitar.
Ide saya sempat ditolak dan tidak diijinkan oleh beberapa pihak. Pihak yang pertama adalah Kepala Sekolah. Beliau tidak mengijinkan karena beliau menganggap dengan siswa membawa android ke sekolah sudah melanggar peraturan sekolah yang selama ini di berlakukan di khalayak umum. Namun saat saya komunikasikan dan saya jelaskan bahwa peserta didik perlu mendapatkan informasi tentang bagaimana cara bermedia sosial yang baik, dan memanfaatkan media sosial dengan bijak, akhirnya Kepala Sekolah memberikan ijin. Tentunya dengan perhatian penuh kepada peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
selanjutnya penolakan yang kedua disampaikan oleh orang peserta didik, dengan alasan android yang dimiliki hanya satu dan digunakan untuk bekerja. akhirnya saya mengambil inisiatif dengan hanya menggunakan 1 android untuk 1 kelompok. Dan usulan saya tersebut akhirnya disetujui oleh orang tua peserta didik. Ahkhinya kegiatan tersebut dapat terlaksana.
Pembelajaran dilakukan dengan tahapan
Kerja sama yang luar biasa mereka lakukan dalam pembagian tugas kelompok.
Perubahan dalam pembelajaran yang saya lihat, siswa lebih aktif dan antusias dalam proses pembelajaran, kompak dalam berkolaborasi, dan lebih memahami pemanfaatan media sosial dengan bijak.
kegitan praktik baik ini saya lakukan karena pembelajaran monoton yang selalu didapatkan oleh siswa dan kurang bijaknya bermedia sosial di kalangan anak-anak.
MEMANFAATKAN APLIKASI EDIT VIDEO (CAP CUT) DAN MEDIA SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN
Saya seorang guru kelas 5 di SDN 10 Ulumahuan.
Saya melihat sebagian besar anak-anak didik saya memiliki akun media sosial dan terlihat mereka memanfaatkan aplikasi edit video dengan baik namun belum memahami cara bijak memanfaatkan sosial media. Dengan perkembangan kurikulum yang memanfaatkan teknologi saya berinisiatif untuk menggunakan sosial media sebagai alat presentasi dalam pembelajaran pada materi mengenal kegiatan ekonomi memanfaatkan alam di lingkungan sekitar.
Ide saya sempat ditolak dan tidak diijinkan oleh beberapa pihak. Pihak yang pertama adalah Kepala Sekolah. Beliau tidak mengijinkan karena beliau menganggap dengan siswa membawa android ke sekolah sudah melanggar peraturan sekolah yang selama ini di berlakukan di khalayak umum. Namun saat saya komunikasikan dan saya jelaskan bahwa peserta didik perlu mendapatkan informasi tentang bagaimana cara bermedia sosial yang baik, dan memanfaatkan media sosial dengan bijak, akhirnya Kepala Sekolah memberikan ijin. Tentunya dengan perhatian penuh kepada peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
selanjutnya penolakan yang kedua disampaikan oleh orang peserta didik, dengan alasan android yang dimiliki hanya satu dan digunakan untuk bekerja. akhirnya saya mengambil inisiatif dengan hanya menggunakan 1 android untuk 1 kelompok. Dan usulan saya tersebut akhirnya disetujui oleh orang tua peserta didik. Ahkhinya kegiatan tersebut dapat terlaksana.
Pembelajaran dilakukan dengan tahapan
Kerja sama yang luar biasa mereka lakukan dalam pembagian tugas kelompok.
Perubahan dalam pembelajaran yang saya lihat, siswa lebih aktif dan antusias dalam proses pembelajaran, kompak dalam berkolaborasi, dan lebih memahami pemanfaatan media sosial dengan bijak.
Praktik baik Sebelum Direvisi
Elaborasi Praktik Baik
MEMANFAATKAN APLIKASI EDIT VIDEO (CAP CUT) DAN MEDIA SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN
Saya seorang guru kelas 5 di SDN 10 Ulumahuan.
Saya melihat sebagian besar anak-anak didik saya memiliki akun media sosial dan terlihat mereka memanfaatkan aplikasi edit video dengan baik namun belum memahami cara bijak memanfaatkan sosial media. Dengan perkembangan kurikulum yang memanfaatkan teknologi saya berinisiatif untuk menggunakan sosial media sebagai alat presentasi dalam pembelajaran pada materi mengenal kegiatan ekonomi memanfaatkan alam di lingkungan sekitar.
Ide saya sempat ditolak dan tidak diijinkan oleh beberapa pihak. Pihak yang pertama adalah Kepala Sekolah. Beliau tidak mengijinkan karena beliau menganggap dengan siswa membawa android ke sekolah sudah melanggar peraturan sekolah yang selama ini di berlakukan di khalayak umum. Namun saat saya komunikasikan dan saya jelaskan bahwa peserta didik perlu mendapatkan informasi tentang bagaimana cara bermedia sosial yang baik, dan memanfaatkan media sosial dengan bijak, akhirnya Kepala Sekolah memberikan ijin. Tentunya dengan perhatian penuh kepada peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
selanjutnya penolakan yang kedua disampaikan oleh orang peserta didik, dengan alasan android yang dimiliki hanya satu dan digunakan untuk bekerja. akhirnya saya mengambil inisiatif dengan hanya menggunakan 1 android untuk 1 kelompok. Dan usulan saya tersebut akhirnya disetujui oleh orang tua peserta didik. Ahkhinya kegiatan tersebut dapat terlaksana.
Pembelajaran dilakukan dengan tahapan
Kerja sama yang luar biasa mereka lakukan dalam pembagian tugas kelompok.
Perubahan dalam pembelajaran yang saya lihat, siswa lebih aktif dan antusias dalam proses pembelajaran, kompak dalam berkolaborasi, dan lebih memahami pemanfaatan media sosial dengan bijak.
Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.