Guru dan murid tentu mengharapkan kondisi belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan. Untuk mewujudkan kondisi tersebut maka dibutuhkan kesepakatn kelas antara guru dan murid.
Guru dan murid tentu mengharapkan kondisi belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan. Untuk mewujudkan kondisi tersebut maka dibutuhkan kesepakatn kelas antara guru dan murid.
MEMULAI BELAJAR MURID DENGAN KESEPAKATAN KELAS
Pendidikan dapat seseorang peroleh dan bagikan baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. lingkungan tersebut mengajarkan banyak nilai diantaranya spiritual, sosial, tanggungjawab, kejujuran, kesabaran dan disiplin. Agar terus terjadi kesinambungan maka perlu adanya konsisten, dukungan dan doa untuk menerapkan nilai-nilai yang ada.
Lalu bagaimana penerapan nilai-nilai tersebut bila kita sebagai seorang pendidik di sekolah? Tentu ada tantangannya juga. Lama menjadi seorang guru tidak menjadi jaminan untuk berhenti dan puas dengan pencapaian yang sudah diperolah.
Berawal dari tahun 2005 sampai sekarang tidak terasa sudah 18 tahun saya menjadi guru di SMAN 3 Ponorogo. Terus berpegang pada prinsip belajar dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun. Dengan begitu saya selalu menganggap bahwa murid adalah guru, sumber ilmu dan tempat belajar.
Berinteraksi dan berkomunikasi dengan murid di sekolah secara intens atau sering adalah kewajiban dan tanggungjawab saya sebagai guru. Dalam melaksanakan tugas di sekolah saya masuk kelas dan bertemu dengan murid, pada proses kegiatan belajar mengajar (KBM) sesuai dengan jadwal yang ada. Namun, selain diluar jadwal pelajaran, saya juga biasa berinteraksi dengan murid di luar kelas.
Sebagai seorang guru di sekolah maupun di kelas ketika melaksanakan tugas kegiatan belajar mengajar, tentu mengharapkan sebuah kelas yang aman dan nyaman untuk belajar. Untuk menciptakan kondisi tersebut tentu, saya selalu melibatkan murid.
Berbagai permasalahan yang sering muncul dan saya rasakan di kelas adalah,
Untuk mengatasi permasalahan yang ada tentu dibutuhkan kerjasama dan komitmen saya dan murid, yang kemudian dituangkan ke dalam kesepakatan kelas. Lalu, bagaimana memulai untuk menerapkan kesepakatan kelas? Pertama : saya mengajak diskusi murid, tentang arti kenyamanan dalam belajar dan bagaiamana mewujudkannya. Apa yang menjadi hambatan dan tantangan Ketika belajar dan bagaimana bisa disiplin masuk kelas.
Akhirnya dengan diskusi antara saya dan murid di dapatkan beberapa kesepakatan perkelas diantaranya :
Ternyata membuat kesepakatan kelas antara saya dan murid banyak sekali manfaatnya. Diantaranya kita akan berusaha berkomitmen dengan kesepakatan yang ada. Hasilnya murid bisa merasakan kosentrasi belajar yang baik, serta terjadi proses pembelajaran di kelas yang nyaman, aman dan menyenangkan.
Guru dan murid tentu mengharapkan kondisi belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan. Untuk mewujudkan kondisi tersebut maka dibutuhkan kesepakatn kelas antara guru dan murid.
MEMULAI BELAJAR MURID DENGAN KESEPAKATAN KELAS
Pendidikan dapat seseorang peroleh dan bagikan baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. lingkungan tersebut mengajarkan banyak nilai diantaranya spiritual, sosial, tanggungjawab, kejujuran, kesabaran dan disiplin. Agar terus terjadi kesinambungan maka perlu adanya konsisten, dukungan dan doa untuk menerapkan nilai-nilai yang ada.
Lalu bagaimana penerapan nilai-nilai tersebut bila kita sebagai seorang pendidik di sekolah? Tentu ada tantangannya juga. Lama menjadi seorang guru tidak menjadi jaminan untuk berhenti dan puas dengan pencapaian yang sudah diperolah.
Berawal dari tahun 2005 sampai sekarang tidak terasa sudah 18 tahun saya menjadi guru di SMAN 3 Ponorogo. Terus berpegang pada prinsip belajar dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun. Dengan begitu saya selalu menganggap bahwa murid adalah guru, sumber ilmu dan tempat belajar.
Berinteraksi dan berkomunikasi dengan murid di sekolah secara intens atau sering adalah kewajiban dan tanggungjawab saya sebagai guru. Dalam melaksanakan tugas di sekolah saya masuk kelas dan bertemu dengan murid, pada proses kegiatan belajar mengajar (KBM) sesuai dengan jadwal yang ada. Namun, selain diluar jadwal pelajaran, saya juga biasa berinteraksi dengan murid di luar kelas.
Sebagai seorang guru di sekolah maupun di kelas ketika melaksanakan tugas kegiatan belajar mengajar, tentu mengharapkan sebuah kelas yang aman dan nyaman untuk belajar. Untuk menciptakan kondisi tersebut tentu, saya selalu melibatkan murid.
Berbagai permasalahan yang sering muncul dan saya rasakan di kelas adalah,
Untuk mengatasi permasalahan yang ada tentu dibutuhkan kerjasama dan komitmen saya dan murid, yang kemudian dituangkan ke dalam kesepakatan kelas. Lalu, bagaimana memulai untuk menerapkan kesepakatan kelas? Pertama : saya mengajak diskusi murid, tentang arti kenyamanan dalam belajar dan bagaiamana mewujudkannya. Apa yang menjadi hambatan dan tantangan Ketika belajar dan bagaimana bisa disiplin masuk kelas.
Akhirnya dengan diskusi antara saya dan murid di dapatkan beberapa kesepakatan perkelas diantaranya :
Ternyata membuat kesepakatan kelas antara saya dan murid banyak sekali manfaatnya. Diantaranya kita akan berusaha berkomitmen dengan kesepakatan yang ada. Hasilnya murid bisa merasakan kosentrasi belajar yang baik, serta terjadi proses pembelajaran di kelas yang nyaman, aman dan menyenangkan.
Praktik baik Sebelum Direvisi
Elaborasi Praktik Baik
MEMULAI BELAJAR MURID DENGAN KESEPAKATAN KELAS
Pendidikan dapat seseorang peroleh dan bagikan baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. lingkungan tersebut mengajarkan banyak nilai diantaranya spiritual, sosial, tanggungjawab, kejujuran, kesabaran dan disiplin. Agar terus terjadi kesinambungan maka perlu adanya konsisten, dukungan dan doa untuk menerapkan nilai-nilai yang ada.
Lalu bagaimana penerapan nilai-nilai tersebut bila kita sebagai seorang pendidik di sekolah? Tentu ada tantangannya juga. Lama menjadi seorang guru tidak menjadi jaminan untuk berhenti dan puas dengan pencapaian yang sudah diperolah.
Berawal dari tahun 2005 sampai sekarang tidak terasa sudah 18 tahun saya menjadi guru di SMAN 3 Ponorogo. Terus berpegang pada prinsip belajar dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun. Dengan begitu saya selalu menganggap bahwa murid adalah guru, sumber ilmu dan tempat belajar.
Berinteraksi dan berkomunikasi dengan murid di sekolah secara intens atau sering adalah kewajiban dan tanggungjawab saya sebagai guru. Dalam melaksanakan tugas di sekolah saya masuk kelas dan bertemu dengan murid, pada proses kegiatan belajar mengajar (KBM) sesuai dengan jadwal yang ada. Namun, selain diluar jadwal pelajaran, saya juga biasa berinteraksi dengan murid di luar kelas.
Sebagai seorang guru di sekolah maupun di kelas ketika melaksanakan tugas kegiatan belajar mengajar, tentu mengharapkan sebuah kelas yang aman dan nyaman untuk belajar. Untuk menciptakan kondisi tersebut tentu, saya selalu melibatkan murid.
Berbagai permasalahan yang sering muncul dan saya rasakan di kelas adalah,
Untuk mengatasi permasalahan yang ada tentu dibutuhkan kerjasama dan komitmen saya dan murid, yang kemudian dituangkan ke dalam kesepakatan kelas. Lalu, bagaimana memulai untuk menerapkan kesepakatan kelas? Pertama : saya mengajak diskusi murid, tentang arti kenyamanan dalam belajar dan bagaiamana mewujudkannya. Apa yang menjadi hambatan dan tantangan Ketika belajar dan bagaimana bisa disiplin masuk kelas.
Akhirnya dengan diskusi antara saya dan murid di dapatkan beberapa kesepakatan perkelas diantaranya :
Ternyata membuat kesepakatan kelas antara saya dan murid banyak sekali manfaatnya. Diantaranya kita akan berusaha berkomitmen dengan kesepakatan yang ada. Hasilnya murid bisa merasakan kosentrasi belajar yang baik, serta terjadi proses pembelajaran di kelas yang nyaman, aman dan menyenangkan.
Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.