Udeng merupakan penutup kepala pada laki-laki khas Banyuwangi. Namun tidak semua siswa laki-laki bisa menggunakan udeng. Sehingga perlu adanya regenerasi cara pemakaian den pembuatan udeng agar budaya tetap lestari.
Udeng merupakan penutup kepala pada laki-laki khas Banyuwangi. Namun tidak semua siswa laki-laki bisa menggunakan udeng. Sehingga perlu adanya regenerasi cara pemakaian den pembuatan udeng agar budaya tetap lestari.
Sayapun membuat tawaran materi melalui polling di wa. Melengkapi langkah kerja, saya berliterasi mandiri melalui terjun langsung ke rumah kreatif. Di rumah kreatif, saya banyak diajari berbagai tehnik membuat udeng serta filosofi didalam pembuatan udeng. Selanjutnya menyesuaikan perangkat mengajar dan menyusun kebutuhan alat yang dibutuhkan. Dari polling ternyata disepakati kami akan membuat udeng. Kesepakatan yang dibuat yakni murid membawa alat & bahan serta bahan alternatif yang digunakan. Selanjutnya tentukan jadwal mulai berproses aplikatif. Yang terpenting memastikan murid menyelesaikan produknya dengan pembimbingan dan pendampingan.
Pada kegiatan belajar materi udeng, murid mempunyai dua versi dalam membawa bahan. Ada yang membawa bahan dari kain perca, ada juga yang menggunakan kertas. Ataupun kresek bekas bermotif. Untuk yang menggunakan media kertas, saya meminta siswa untuk memberi motif batik khas Banyuwangi. Sesuai minat murid, bisa motif batik gajah uling, gedekan, parang parung dan lain sebagainya.
Pada proses pembelajaran, saya meminta tiga murid menggunakan udeng Banyuwangi mereka saling praktek menggunakan lawan main untuk memasangkan udeng. Saya dan siswa potensi mendemokan membuat miniatur udeng merupakan langkah selanjunya. Kemudian siswa diminta untuk berpendapat. Langkah berikutnya murid langsung praktek membuat miniatur udeng Banyuwangi. Alhamdulillah semua murid kelas 9a, 9B dan 9C mampu memahami pengetahuan tentang filosofi udeng serta membuat miniatur udeng Banyuwangi. Kesemuanya menunjukkan kebahagiaan dan senang baik saat belajar teori maupun prakteknya.
Kegiatan diakhiri dengan refleksi, setiap murid selfie dengan ekspresi yang menunjukkan perasaan saat itu, kemudian mengirimnya melalui wa grup. Diakhir sesi, satu sampai dua murid membuat testimoni tentang pembelajaran hari ini.
Udeng merupakan penutup kepala pada laki-laki khas Banyuwangi. Namun tidak semua siswa laki-laki bisa menggunakan udeng. Sehingga perlu adanya regenerasi cara pemakaian den pembuatan udeng agar budaya tetap lestari.
Sayapun membuat tawaran materi melalui polling di wa. Melengkapi langkah kerja, saya berliterasi mandiri melalui terjun langsung ke rumah kreatif. Di rumah kreatif, saya banyak diajari berbagai tehnik membuat udeng serta filosofi didalam pembuatan udeng. Selanjutnya menyesuaikan perangkat mengajar dan menyusun kebutuhan alat yang dibutuhkan. Dari polling ternyata disepakati kami akan membuat udeng. Kesepakatan yang dibuat yakni murid membawa alat & bahan serta bahan alternatif yang digunakan. Selanjutnya tentukan jadwal mulai berproses aplikatif. Yang terpenting memastikan murid menyelesaikan produknya dengan pembimbingan dan pendampingan.
Pada kegiatan belajar materi udeng, murid mempunyai dua versi dalam membawa bahan. Ada yang membawa bahan dari kain perca, ada juga yang menggunakan kertas. Ataupun kresek bekas bermotif. Untuk yang menggunakan media kertas, saya meminta siswa untuk memberi motif batik khas Banyuwangi. Sesuai minat murid, bisa motif batik gajah uling, gedekan, parang parung dan lain sebagainya.
Pada proses pembelajaran, saya meminta tiga murid menggunakan udeng Banyuwangi mereka saling praktek menggunakan lawan main untuk memasangkan udeng. Saya dan siswa potensi mendemokan membuat miniatur udeng merupakan langkah selanjunya. Kemudian siswa diminta untuk berpendapat. Langkah berikutnya murid langsung praktek membuat miniatur udeng Banyuwangi. Alhamdulillah semua murid kelas 9a, 9B dan 9C mampu memahami pengetahuan tentang filosofi udeng serta membuat miniatur udeng Banyuwangi. Kesemuanya menunjukkan kebahagiaan dan senang baik saat belajar teori maupun prakteknya.
Kegiatan diakhiri dengan refleksi, setiap murid selfie dengan ekspresi yang menunjukkan perasaan saat itu, kemudian mengirimnya melalui wa grup. Diakhir sesi, satu sampai dua murid membuat testimoni tentang pembelajaran hari ini.
Praktik baik Sebelum Direvisi
Elaborasi Praktik Baik
Sayapun membuat tawaran materi melalui polling di wa. Melengkapi langkah kerja, saya berliterasi mandiri melalui terjun langsung ke rumah kreatif. Di rumah kreatif, saya banyak diajari berbagai tehnik membuat udeng serta filosofi didalam pembuatan udeng. Selanjutnya menyesuaikan perangkat mengajar dan menyusun kebutuhan alat yang dibutuhkan. Dari polling ternyata disepakati kami akan membuat udeng. Kesepakatan yang dibuat yakni murid membawa alat & bahan serta bahan alternatif yang digunakan. Selanjutnya tentukan jadwal mulai berproses aplikatif. Yang terpenting memastikan murid menyelesaikan produknya dengan pembimbingan dan pendampingan.
Pada kegiatan belajar materi udeng, murid mempunyai dua versi dalam membawa bahan. Ada yang membawa bahan dari kain perca, ada juga yang menggunakan kertas. Ataupun kresek bekas bermotif. Untuk yang menggunakan media kertas, saya meminta siswa untuk memberi motif batik khas Banyuwangi. Sesuai minat murid, bisa motif batik gajah uling, gedekan, parang parung dan lain sebagainya.
Pada proses pembelajaran, saya meminta tiga murid menggunakan udeng Banyuwangi mereka saling praktek menggunakan lawan main untuk memasangkan udeng. Saya dan siswa potensi mendemokan membuat miniatur udeng merupakan langkah selanjunya. Kemudian siswa diminta untuk berpendapat. Langkah berikutnya murid langsung praktek membuat miniatur udeng Banyuwangi. Alhamdulillah semua murid kelas 9a, 9B dan 9C mampu memahami pengetahuan tentang filosofi udeng serta membuat miniatur udeng Banyuwangi. Kesemuanya menunjukkan kebahagiaan dan senang baik saat belajar teori maupun prakteknya.
Kegiatan diakhiri dengan refleksi, setiap murid selfie dengan ekspresi yang menunjukkan perasaan saat itu, kemudian mengirimnya melalui wa grup. Diakhir sesi, satu sampai dua murid membuat testimoni tentang pembelajaran hari ini.
Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.