Enjoyable learning is the dream that teachers and students hope for. Learning that contains choices, voice, dan ownership. Classroom learning that can provide choices for students is a necessity. This also applies to providing learning that enables students to speak and express opinions. Especially if the class can belong to the students as a whole. Of course, a teacher's expertise is needed to manage it.
As a driving school, kami dituntut untuk selalu melakukan inovasi dan perbaikan kualitas terus menerus. Tentunya tidak mudah untuk melakukan hal itu bagi seluruh guru. Butuh kerja keras dan kerja cerdas untuk berikan pelayanan prima bagi murid kami. Sebagai seorang KS yang memiliki peran sebagai pemimpin, tugas manajerial maka dan supervisi tentunya harus memastikan pembelajaran yang berpihak kepada murid dan sesuai kebutuhannya adalah tanggung jawab saya.
Tantangan yang saya hadapi adalah bagaimana saya melakukan supervisi di tengah kepadatan kegiatan setiap hari. Keinginan untuk mengontrol kelas setiap hari dibarengi dengan keterbatasan waktu yang nyata. Begitupula keinginan untuk menyamaratakan kemampuan guru dalam menguasai IT begitu tinggi. Paling utama adalah manakala kekuatan terbesar untuk terus menerus melakukan inovasi menjadi tantangan terhebat saya bersama warga sekolah saat ini.
Maka demi menjawab dan mengejawantahkan keinginan, lepas dari tantangan itu, saya mencoba inovasi baru yaitu meminta setiap guru membuat pembelajaran berbasis gaming (permainan). Begitupula memfasilitasi guru untuk mengembangkan dirinya dalam menguasai teknologi. Pelatihan demi pelatihan disuguhkan demi perbaikan dan peningkatan kualitas diri. Diakhiri dengan kesepakatan untuk menyetorkan setiap kegiatan di kelasnya melalui berbagai aplikasi video singkat. Videonya dibagikan di grup WhatApps dan status WA.
Bahagia menghampiri manakala seluruh guru begitu antusias memberikan pembelajaran yang menyenangkan. Mereka mengirimkan berbagai video kegiatan terbaiknya di kelas ataupun di luar kelas. Karena pembelajaran tidak terbatas dinding kelas. Variasi dan inovasi yang disuguhkan begitu memngharukan. Sebagai seorang KS, saya bisa mengontrol pembelajaran karena peran supervisi transformasi digital. Tidak menimbulkan ketegangan dan kekakuan antara KS dan guru. Guru-guru menjadi semakin bersemangat dalam kegiatan pembelajaran dan terus melakukan inovasi di kelas yang diampunya. Karena sejatinya supervisi kelas bukan untuk mencari kelemahan guru dalam mengajar, bukan pula ajang kompetisi siapa guru yang terbaik, namun untuk terus berupaya meningkatkan kompentensi diri masing-masing guru. Begitupula mengupayakan agar guru-guru tidak terbebani dengan setumpuk tugas administrasi.
Video pembelajaran yang beragam menjadi saksi bahwa guru telah memfasilitasi pembelajaran di kelas yang memiliki choice, voice, dan ownership. This also makes it easier for KS to control and supervise teachers. Because learning is actually a process of discovering new knowledge and exciting experiences. Hopefully we can provide excellent service for our great children. Allow us to serve our country in our own way.