Program gerakan cinta literasi di SMPN 3 Lengayang mampu menggali bakat minat dan potensi menulis murid sehingga murid saya mampu membuat buku cerpen antologi yang berISBN secara kolaborasi.
Program gerakan cinta literasi di SMPN 3 Lengayang mampu menggali bakat minat dan potensi menulis murid sehingga murid saya mampu membuat buku cerpen antologi yang berISBN secara kolaborasi.
TERGALINYA BAKAT, MINAT DAN POTENSI MENULIS MURID DALAM PRGRAM GERAKAN CINTA LITERASI DI SMPN 3 LENGAYANG
Literasi bukanlah sekedar kemampuan membaca saja tetapi bisa juga kegiatan menulis. Budaya literasi ini sangat penting diterapkan terutama dilingkungan sekolah kita. Banyak murid yang memiliki kemampuan literasinya yang cukup tinggi tetapi tidak tergali karena kita pihak sekolah belum mampu untuk menggalinya.
Banyak kegiatan yang bisa dilakukan untuk menggerakan budaya literasi ini. seperti tetap berkomuniaksi dengan menggunakan teknologi lewat daring dan mengajak murid kita mencintai membaca dan menulis. Menulis dan membaca ini bukanlah sekedar hobi tapi merupakan kegiatan yang dilakukan berulang yang akhirnya menjadi kebiasaan yang berakibat mencintai literasi.
Menurut Ahmadi (2007 hlm. 58) budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa, dan rasa, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa dan rasa tersebut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008 hlm. 83), membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis. Membaca dipahami sebagai proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan penulis melalui media kata-kata/ bahasa tulis. Artinya, membaca adalah memahami arti atau makna yang terkandung di dalam bahan tulis.
Membiasakan budaya menulis kepada murid akan dapat membangkitkan imajinasinya akan literasi bahkan mereka akan menjadi terbiasa membaca dan membuat karya lewat tulisan.
Literasi berkaitan dengan kegiatan memahami dan membahasakan sebuah pemikiran dalam bentuk tulisan. Mengutip pendapat Trini (dalam Librarian:2016) Literasi adalah keberaksaraan, yaitu kemampuan menulis dan membaca, budaya literasi dimaksudkan untuk melakukan kebiasaan berfikir yang diikuti oleh sebuah proses membaca, menulis yang pada akhirnya apa yang dilakukan dalam sebuah proses kegiatan tersebut akan menciptakan karya. Membudayakan atau membiasakan untuk membaca, menulis itu perlu proses jika memang dalam suatu kelompok masyarakat kebiasaan tersebut memang belum ada atau belum terbentuk.
Ada banyak cara untuk membentuk budaya literasi diantaranya (1) pendekatan akses atau fasilitas baca (2) kemudahan akses untuk mendapatkan bahan bacaan (3) menggunakan biaya yang murah (4) menyenangkan (5) keberlanjutan.
Program ini merupakan program yang diperuntukkan kepada guru dan murid. Saya berusaha mengajak guru dan murid agar menggerakan literasi lewat menulis cerpen. Program ini sangat baik sekali karena dapat memberikan kesempatan kepada guru dan murid untuk menjadi penulis yang nantinya akan dijadikan sebuah buku antologi. Penulis menemukan banyak bakat dan minat murid kita yang ingin menulis sehingga mereka sangat senang dan bahagia sekali dengan adanya program menulis cerpen ini.
Namun tidak semua guru dan murid bisa menulis dan memiliki bakat menulis. Tetapi penulis terus berusaha agar lebih banyak murid yang mau belajar menulis sehingga mereka menjadi tertarik untuk menulis dan tergalinya bakat-bakat menulis yang selama ini terpendam.
Murid saya sempat bingung mencari media menulis yang efektif apakah dikomputer atau di buku atau di hp?. namun dengan melakukan diskusi bersama murid kami bisa saling berbagi dan menjawab semua tantangan tersebut.
Langkah yang penulis lakukan cukup sederhana tetapi menhasilkan suatu dampak yang sangat berarti, diantaranya:
Hasil yang didapatkan dari program ini adalah bermunculannya penulis-penulis baru dari murid saya. Saya tidak menyangka bahwa murid saya memiliki bakat menulis yang luar biasa. Mereka bisa menulis cerpen walau hanya pertama kali menulis. Dengan beberapa contoh tulisan murid lain yang berbagi di grup WA dan menempel tulisan beberapa di madding sekolah mereka bisa membuat tulisan berupa cerpen, puisi dan pantun. Kumpulan Cerpen akan saya terbitkan melalui karya sebuah buku dengan judul “Aku dan Muridku”. Dan hingga sekarang sudah banyak karya saya bersama guru dan murid.
Murid saya merasa senang dan bahagia karena bakat dan minat mereka bisa tergali dan bangga juga bisa berkarya lewat buku. Sehingga banyak murid saya yang ingin juga menulis dan berkarya yang sangat berdampak bagi minat membaca murid.
Program gerakan cinta literasi di SMPN 3 Lengayang mampu menggali bakat minat dan potensi menulis murid sehingga murid saya mampu membuat buku cerpen antologi yang berISBN secara kolaborasi.
TERGALINYA BAKAT, MINAT DAN POTENSI MENULIS MURID DALAM PRGRAM GERAKAN CINTA LITERASI DI SMPN 3 LENGAYANG
Literasi bukanlah sekedar kemampuan membaca saja tetapi bisa juga kegiatan menulis. Budaya literasi ini sangat penting diterapkan terutama dilingkungan sekolah kita. Banyak murid yang memiliki kemampuan literasinya yang cukup tinggi tetapi tidak tergali karena kita pihak sekolah belum mampu untuk menggalinya.
Banyak kegiatan yang bisa dilakukan untuk menggerakan budaya literasi ini. seperti tetap berkomuniaksi dengan menggunakan teknologi lewat daring dan mengajak murid kita mencintai membaca dan menulis. Menulis dan membaca ini bukanlah sekedar hobi tapi merupakan kegiatan yang dilakukan berulang yang akhirnya menjadi kebiasaan yang berakibat mencintai literasi.
Menurut Ahmadi (2007 hlm. 58) budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa, dan rasa, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa dan rasa tersebut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008 hlm. 83), membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis. Membaca dipahami sebagai proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan penulis melalui media kata-kata/ bahasa tulis. Artinya, membaca adalah memahami arti atau makna yang terkandung di dalam bahan tulis.
Membiasakan budaya menulis kepada murid akan dapat membangkitkan imajinasinya akan literasi bahkan mereka akan menjadi terbiasa membaca dan membuat karya lewat tulisan.
Literasi berkaitan dengan kegiatan memahami dan membahasakan sebuah pemikiran dalam bentuk tulisan. Mengutip pendapat Trini (dalam Librarian:2016) Literasi adalah keberaksaraan, yaitu kemampuan menulis dan membaca, budaya literasi dimaksudkan untuk melakukan kebiasaan berfikir yang diikuti oleh sebuah proses membaca, menulis yang pada akhirnya apa yang dilakukan dalam sebuah proses kegiatan tersebut akan menciptakan karya. Membudayakan atau membiasakan untuk membaca, menulis itu perlu proses jika memang dalam suatu kelompok masyarakat kebiasaan tersebut memang belum ada atau belum terbentuk.
Ada banyak cara untuk membentuk budaya literasi diantaranya (1) pendekatan akses atau fasilitas baca (2) kemudahan akses untuk mendapatkan bahan bacaan (3) menggunakan biaya yang murah (4) menyenangkan (5) keberlanjutan.
Program ini merupakan program yang diperuntukkan kepada guru dan murid. Saya berusaha mengajak guru dan murid agar menggerakan literasi lewat menulis cerpen. Program ini sangat baik sekali karena dapat memberikan kesempatan kepada guru dan murid untuk menjadi penulis yang nantinya akan dijadikan sebuah buku antologi. Penulis menemukan banyak bakat dan minat murid kita yang ingin menulis sehingga mereka sangat senang dan bahagia sekali dengan adanya program menulis cerpen ini.
Namun tidak semua guru dan murid bisa menulis dan memiliki bakat menulis. Tetapi penulis terus berusaha agar lebih banyak murid yang mau belajar menulis sehingga mereka menjadi tertarik untuk menulis dan tergalinya bakat-bakat menulis yang selama ini terpendam.
Murid saya sempat bingung mencari media menulis yang efektif apakah dikomputer atau di buku atau di hp?. namun dengan melakukan diskusi bersama murid kami bisa saling berbagi dan menjawab semua tantangan tersebut.
Langkah yang penulis lakukan cukup sederhana tetapi menhasilkan suatu dampak yang sangat berarti, diantaranya:
Hasil yang didapatkan dari program ini adalah bermunculannya penulis-penulis baru dari murid saya. Saya tidak menyangka bahwa murid saya memiliki bakat menulis yang luar biasa. Mereka bisa menulis cerpen walau hanya pertama kali menulis. Dengan beberapa contoh tulisan murid lain yang berbagi di grup WA dan menempel tulisan beberapa di madding sekolah mereka bisa membuat tulisan berupa cerpen, puisi dan pantun. Kumpulan Cerpen akan saya terbitkan melalui karya sebuah buku dengan judul “Aku dan Muridku”. Dan hingga sekarang sudah banyak karya saya bersama guru dan murid.
Murid saya merasa senang dan bahagia karena bakat dan minat mereka bisa tergali dan bangga juga bisa berkarya lewat buku. Sehingga banyak murid saya yang ingin juga menulis dan berkarya yang sangat berdampak bagi minat membaca murid.
Praktik baik Sebelum Direvisi
Elaborasi Praktik Baik
TERGALINYA BAKAT, MINAT DAN POTENSI MENULIS MURID DALAM PRGRAM GERAKAN CINTA LITERASI DI SMPN 3 LENGAYANG
Literasi bukanlah sekedar kemampuan membaca saja tetapi bisa juga kegiatan menulis. Budaya literasi ini sangat penting diterapkan terutama dilingkungan sekolah kita. Banyak murid yang memiliki kemampuan literasinya yang cukup tinggi tetapi tidak tergali karena kita pihak sekolah belum mampu untuk menggalinya.
Banyak kegiatan yang bisa dilakukan untuk menggerakan budaya literasi ini. seperti tetap berkomuniaksi dengan menggunakan teknologi lewat daring dan mengajak murid kita mencintai membaca dan menulis. Menulis dan membaca ini bukanlah sekedar hobi tapi merupakan kegiatan yang dilakukan berulang yang akhirnya menjadi kebiasaan yang berakibat mencintai literasi.
Menurut Ahmadi (2007 hlm. 58) budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa, dan rasa, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa dan rasa tersebut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008 hlm. 83), membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis. Membaca dipahami sebagai proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan penulis melalui media kata-kata/ bahasa tulis. Artinya, membaca adalah memahami arti atau makna yang terkandung di dalam bahan tulis.
Membiasakan budaya menulis kepada murid akan dapat membangkitkan imajinasinya akan literasi bahkan mereka akan menjadi terbiasa membaca dan membuat karya lewat tulisan.
Literasi berkaitan dengan kegiatan memahami dan membahasakan sebuah pemikiran dalam bentuk tulisan. Mengutip pendapat Trini (dalam Librarian:2016) Literasi adalah keberaksaraan, yaitu kemampuan menulis dan membaca, budaya literasi dimaksudkan untuk melakukan kebiasaan berfikir yang diikuti oleh sebuah proses membaca, menulis yang pada akhirnya apa yang dilakukan dalam sebuah proses kegiatan tersebut akan menciptakan karya. Membudayakan atau membiasakan untuk membaca, menulis itu perlu proses jika memang dalam suatu kelompok masyarakat kebiasaan tersebut memang belum ada atau belum terbentuk.
Ada banyak cara untuk membentuk budaya literasi diantaranya (1) pendekatan akses atau fasilitas baca (2) kemudahan akses untuk mendapatkan bahan bacaan (3) menggunakan biaya yang murah (4) menyenangkan (5) keberlanjutan.
Program ini merupakan program yang diperuntukkan kepada guru dan murid. Saya berusaha mengajak guru dan murid agar menggerakan literasi lewat menulis cerpen. Program ini sangat baik sekali karena dapat memberikan kesempatan kepada guru dan murid untuk menjadi penulis yang nantinya akan dijadikan sebuah buku antologi. Penulis menemukan banyak bakat dan minat murid kita yang ingin menulis sehingga mereka sangat senang dan bahagia sekali dengan adanya program menulis cerpen ini.
Namun tidak semua guru dan murid bisa menulis dan memiliki bakat menulis. Tetapi penulis terus berusaha agar lebih banyak murid yang mau belajar menulis sehingga mereka menjadi tertarik untuk menulis dan tergalinya bakat-bakat menulis yang selama ini terpendam.
Murid saya sempat bingung mencari media menulis yang efektif apakah dikomputer atau di buku atau di hp?. namun dengan melakukan diskusi bersama murid kami bisa saling berbagi dan menjawab semua tantangan tersebut.
Langkah yang penulis lakukan cukup sederhana tetapi menhasilkan suatu dampak yang sangat berarti, diantaranya:
Hasil yang didapatkan dari program ini adalah bermunculannya penulis-penulis baru dari murid saya. Saya tidak menyangka bahwa murid saya memiliki bakat menulis yang luar biasa. Mereka bisa menulis cerpen walau hanya pertama kali menulis. Dengan beberapa contoh tulisan murid lain yang berbagi di grup WA dan menempel tulisan beberapa di madding sekolah mereka bisa membuat tulisan berupa cerpen, puisi dan pantun. Kumpulan Cerpen akan saya terbitkan melalui karya sebuah buku dengan judul “Aku dan Muridku”. Dan hingga sekarang sudah banyak karya saya bersama guru dan murid.
Murid saya merasa senang dan bahagia karena bakat dan minat mereka bisa tergali dan bangga juga bisa berkarya lewat buku. Sehingga banyak murid saya yang ingin juga menulis dan berkarya yang sangat berdampak bagi minat membaca murid.
Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.