Guru memfasilitasi dan melatih murid agar mampu berinteraksi dengan warga global. Guru menggunakan rekanan diluar negeri dan platform social media untuk memfasilitasi siswa. Sehingga murid mampu berkolaborasi dengan murid lainnya diluar negeri.
Guru memfasilitasi dan melatih murid agar mampu berinteraksi dengan warga global. Guru menggunakan rekanan diluar negeri dan platform social media untuk memfasilitasi siswa. Sehingga murid mampu berkolaborasi dengan murid lainnya diluar negeri.
Dunia terus berkembang, kemajuan terjadi sangat cepat, kebutuhan berkolaborasi yang tinggi, memicu saya untuk melakukan banyak inovasi. Sebagai seorang guru bahasa inggris, saya ingin murid-murid saya mampu berinteraksi dengan warga global.
However, kemampuan Bahasa yang kurang terlatih, keterbatasan akses dan jejaring, serta rendahnya minat untuk berkolaborasi, membuat saya mencari cara agar murid memiliki daya saing dan memiliki wawasan global.
Agar mimpi besar terwujud, maka saya mulai dari hal kecil. Saya mengajarkan murid cara berinteraksi dengan baik. Mulai dari memperkenalkan diri, tata cara memberikan respon yang tepat, menjaga hubungan baik, hingga mendorong murid untuk melakukan kolaborasi bersama teman dari luar negeri.
Saya mulai menghubungi kerabat di luar negeri, meminta mereka agar saya dapat terhubung dengan guru yang ada disana. Tidak semua proses berjalan mulus, banyak prosedur yang perlu dilalui. However, banyak cara yang bisa dilakukan sehigga tujuan bisa tercapai.
Saya pun memanfaatkan smartphone yang murid miliki sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan teman baru nya di luar negeri. Mereka menggunakan canva untuk memperkenalkan diri dan beberapa media sosial yang berbeda untuk berkomunikasi. Saya memberikan kebebasan kepada murid untuk menentukan media kommunikasi yang mereka inginkan. Ada yang menggunakan email, facebook, Instagram, dan whatsapp. Sehingga hasilnya pun sangat menarik dan beragam.
Murid-murid sangat senang dan antusias karena mendapatkan teman baru. Terlebih lagi teman yang mereka dapat berasal dari luar negeri. Dari hal tersebut, tumbuh keberanian dan percaya diri untuk berinteraksi dengan warga global. Keinginan untuk mengasah kemampuan Bahasa bertambah. Dengan memiliki teman diluar negeri, membuat murid memiliki mimpi besar sehingga memacu siswa untuk terus menambah wawasan serta berkolaborasi dengan warga global.
Guru memfasilitasi dan melatih murid agar mampu berinteraksi dengan warga global. Guru menggunakan rekanan diluar negeri dan platform social media untuk memfasilitasi siswa. Sehingga murid mampu berkolaborasi dengan murid lainnya diluar negeri.
Dunia terus berkembang, kemajuan terjadi sangat cepat, kebutuhan berkolaborasi yang tinggi, memicu saya untuk melakukan banyak inovasi. Sebagai seorang guru bahasa inggris, saya ingin murid-murid saya mampu berinteraksi dengan warga global.
However, kemampuan Bahasa yang kurang terlatih, keterbatasan akses dan jejaring, serta rendahnya minat untuk berkolaborasi, membuat saya mencari cara agar murid memiliki daya saing dan memiliki wawasan global.
Agar mimpi besar terwujud, maka saya mulai dari hal kecil. Saya mengajarkan murid cara berinteraksi dengan baik. Mulai dari memperkenalkan diri, tata cara memberikan respon yang tepat, menjaga hubungan baik, hingga mendorong murid untuk melakukan kolaborasi bersama teman dari luar negeri.
Saya mulai menghubungi kerabat di luar negeri, meminta mereka agar saya dapat terhubung dengan guru yang ada disana. Tidak semua proses berjalan mulus, banyak prosedur yang perlu dilalui. However, banyak cara yang bisa dilakukan sehigga tujuan bisa tercapai.
Saya pun memanfaatkan smartphone yang murid miliki sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan teman baru nya di luar negeri. Mereka menggunakan canva untuk memperkenalkan diri dan beberapa media sosial yang berbeda untuk berkomunikasi. Saya memberikan kebebasan kepada murid untuk menentukan media kommunikasi yang mereka inginkan. Ada yang menggunakan email, facebook, Instagram, dan whatsapp. Sehingga hasilnya pun sangat menarik dan beragam.
Murid-murid sangat senang dan antusias karena mendapatkan teman baru. Terlebih lagi teman yang mereka dapat berasal dari luar negeri. Dari hal tersebut, tumbuh keberanian dan percaya diri untuk berinteraksi dengan warga global. Keinginan untuk mengasah kemampuan Bahasa bertambah. Dengan memiliki teman diluar negeri, membuat murid memiliki mimpi besar sehingga memacu siswa untuk terus menambah wawasan serta berkolaborasi dengan warga global.
Good practice before revised
Good practice elaboration
Dunia terus berkembang, kemajuan terjadi sangat cepat, kebutuhan berkolaborasi yang tinggi, memicu saya untuk melakukan banyak inovasi. Sebagai seorang guru bahasa inggris, saya ingin murid-murid saya mampu berinteraksi dengan warga global.
However, kemampuan Bahasa yang kurang terlatih, keterbatasan akses dan jejaring, serta rendahnya minat untuk berkolaborasi, membuat saya mencari cara agar murid memiliki daya saing dan memiliki wawasan global.
Agar mimpi besar terwujud, maka saya mulai dari hal kecil. Saya mengajarkan murid cara berinteraksi dengan baik. Mulai dari memperkenalkan diri, tata cara memberikan respon yang tepat, menjaga hubungan baik, hingga mendorong murid untuk melakukan kolaborasi bersama teman dari luar negeri.
Saya mulai menghubungi kerabat di luar negeri, meminta mereka agar saya dapat terhubung dengan guru yang ada disana. Tidak semua proses berjalan mulus, banyak prosedur yang perlu dilalui. However, banyak cara yang bisa dilakukan sehigga tujuan bisa tercapai.
Saya pun memanfaatkan smartphone yang murid miliki sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan teman baru nya di luar negeri. Mereka menggunakan canva untuk memperkenalkan diri dan beberapa media sosial yang berbeda untuk berkomunikasi. Saya memberikan kebebasan kepada murid untuk menentukan media kommunikasi yang mereka inginkan. Ada yang menggunakan email, facebook, Instagram, dan whatsapp. Sehingga hasilnya pun sangat menarik dan beragam.
Murid-murid sangat senang dan antusias karena mendapatkan teman baru. Terlebih lagi teman yang mereka dapat berasal dari luar negeri. Dari hal tersebut, tumbuh keberanian dan percaya diri untuk berinteraksi dengan warga global. Keinginan untuk mengasah kemampuan Bahasa bertambah. Dengan memiliki teman diluar negeri, membuat murid memiliki mimpi besar sehingga memacu siswa untuk terus menambah wawasan serta berkolaborasi dengan warga global.
If you experience problems scrolling, scroll outside of the area Live Chat which is black.