Temu Pendidik Nusantara XIII

Select Language

TAS SIAPA (Materi Elastisitas Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi di SMAN 3 Painan)

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

  1. Awal

Murid tumbuh dan ada dengan segala keunikan dan keberagamannya sehingga kita sebagai guru sepatutnya untuk memenuhi kebutuhan murid tersebut. Setiap murid tidak ada yang bodoh, yang ada setiap murid punya keistimewaan. Peran guru adalah bagaimana muridnya senang dan bahagia di kelas, karena segala yang dimulai dengan bahagia hasilnya juga akan lebih baik. Target kita sebagai seorang guru adalah bagaimana anak didik kita agar mencapai manusia yang berbahagia seutuhnya di masa depannya sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing atau dapat kita sebut sesuai dengan kodrat alamnya dan kodrat zamannya. Adapun kodrat alam adalah menyangkut sisi yang sudah ada pada diri murid, sedangkan kodrat zaman adalah situasi terkni yang ada disekitar murid. Hal lain yang perlu menjadi pertimbangan guru sebelum mengajar adalah menyangkut tiga aspek berikut kesiapan belajar murid, minat belajar murid, serta profil belajar muird.

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang berakar kepada pemenuhan kebutuhan murid. Guru mengakomodir semua kebutuhan murid untuk mencapai target-target kompetensi yang ada di kelas. Pada pembelajaran berdiferensiasi juga murid dapat mengoptimalkan potensi dirinya. Pembelajaran berdiferensiasi ini merupakan perpaduan pembelajaran seluruh kelas, kolaborasi kelompok, maupun individual. Ciri spesifik pembelajaran berdiferensiasi ini juga adalah pembelajaran yang berpusat kepada murid. Pembelajaran berdiferensiasi menggunakan pendekatan konten, produk, dan proses.

Saya sebagai guru fisika di kelas tentu akan menemui beragam kebutuhan belajar siswa, minat belajar, serta tingkat kecerdasannya, maka saya sebagai guru akan menyajikan pembelajaran yang berdiferensiasi sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Fisika merupakan sebuah disiplin ilmu yang berhubungan dengan angka, analitis, gejala fisi yang kadang menakutkan bagi murid. Murid yang menyukai fisika dahulunya adalah murid yang jago berhitung, pakai kacamata, kutu buku. Namun saya akan merubah paradigma tersebut agar semua murid saya menyukai mata pelajaran saya.

Berdasarkan paparan diatas saya menyatakan praktik baik ini penting dan menjadi solusi terhadap apa yang menjadi permasalah mata pelajaran fisika selama ini. Dengan “TAS SIAPA” semua akan teratasi. Apa itu TAS SIAPA, mari menyimak ulasan dibawah.

2. Tantangan

Dalam mencapai praktik baik ini yang menjadi tantangan bagi saya adalah melalui pembelajaran berdiferensiasi pada materi elastisitas di kelas XI IPA 1, saya mampu :

  • Memetakan minat, gaya belajar, dan kebutuhan belajar murid
  • Membuat murid saya bahagia
  • Menciptakan situasi kelas yang kondusif

Adapun unsur yang terlibat adalah rekan Musayawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang berada di sekolah, laboran Fisika sekolah untuk menyiapkan media sederhana, serta objek utama yang menjadi sasaran adalah seluruh murid saya di kelas XI IPA 1 yang saya ajar.

3. Aksi

Aksi yang saya lakukan atau langkah-langkah yang saya lakukan menghadapi tantangan tersebut adalah sebuah strategi pembelajaran berdiferensiasi untuk materi elastisitas pada kelas XI IPA 1 di  SMA Negeri 3 Painan. Metode ini saya sajikan kepada murid saya kemudian saya ringkas dan rangkum menjadi sebuah judul yang unik yaitu TAS SIAPA.  Apa artinya adalah materi elastisitas melalui pembelajaran berdiferensiasi di SMAN 3 Painan. Siapa saja yang terlibat adalah seluruh stakeholder sekolah yang memberikan dukungan penuh kepada saya saat menyajikan pembelajaran berdiferensiasi kemudian seluruh sumber daya atau materi yang terkait.  Baik itu sarana kelas maupun prasarana seperti internet dan media alat sederhana untuk penelitian murid.

Saat pembelajaran ini berlangsung saya membutuhkan peralatan-peralatan sederhana berupa statif besi dan perangkat-perangkatnya untuk melihat gejala-gejala elastisitas itu terjadi. Tidak lupa saya menyesuaiakan dengan tagihan kompetensi dasar dalam mata pelajaran Fisika. Kemudian apa saja yang akan saya rancang pada pembelajaran ini yaitu adalah pembelajaran yang menyangkut utuh semua aspek dari pembelajaran berdiferensiasi. Sebelum memulai pembelajaran saya  petakan kebutuhan belajar murid,  yang mana  saat saya beri stimulus maka akan saya berikan setelah itu kebebasan mereka berkolaborasi dalam kelompoknya, bebas memilih kelompok kemudian di dalam kelompok mereka juga bebas menentukan siapa anggota kelompok mereka yang akan ditunjuk berdiferensiasi.

Adapun pendekatan pembelajaran diferensiasi yang saya laksanakan di kelas menyangkut aspek diferensiasi proses, diferensiasi konten dan diferensiasi produk. Diferensiasi proses itu dapat terlihat pada saat siswa dibagi dalam kelompok setelah diberi stimulus maka siswa dibagi dalam beberapa kelompok siswa bebas menentukan kelompok kemudian di anggota kelompok ada beberapa peran yang harus diisi, pertama sebagai presenter yang akan mempresentasikan, yang kedua ada dua orang peneliti, yang ketiga ada moderator mengatur jalan kerja kelompok, yang keempat ada sebagai dokumenter hasil akhir dari praktikum. Disinilah akan terlihat diferensiasi proses bagaimana siswa pada masing-masing kelompok itu telah memilih perannya kemudian mereka menyukai dan memainkan perannya dengan sesungguhnya karena telah mereka pilih sendiri posisi-posisi tersebut.

Pendekatan kedua diferensiasi konten diferensiasi konten ini dapat terlihat saat siswa memilih dimana penerapan elastisitas ini masing-masing kelompok bebas menentukan kalau kelompoknya hobi bermain musik silakan dipilih elastisitas ini pada alat-alat musik seperti apa

Kalau di kelompok itu hobinya otomotif tentu mereka akan memilih peralatan-peralatan motor atau mobil atau bengkel yang terkait dengan elastisitas begitupun ketika mereka Obi dengan alat-alat seni maka maka mungkin kelompok itu akan memilih konten atau materi penerapan elastisitas itu pada berbagai jenis sarana kesehatan

Pendekatan ketiga adalah diferensiasi produk diferensiasi produk ini terlihat kepada hasil akhir yang dikerjakan siswa masing-masing kelompok silakan sesuai dengan minatnya Bagaimana akan membuat laporan hasil kerjanya bisa berupa laporan berupa dokumen-dokumen kelompoknya tadi akan membuat laporan berupa video yang akan di upload ke Youtube ataupun membuat sebuah jurnal atau makalah penelitian ini kita serahkan kepada siswa masing-masing disinilah Bagaimana terlihatnya peran diferensiasi produk tersebut

Demikianlah langkah-langkah yang saya laksanakan terkait dengan Bagaimana penerapan proses diferensiasi ini pada materi elastisitas atau TAS SIAPA.

4. Perubahan

Perubahana yang terjadi terkait hasil dan dampak bagaimana dampak dari aksi atau langkah yang telah saya lakukan beberapa testimoni yang saya berikan kepada siswa-siswa sangat senang sekali dengan pembelajaran seperti ini karena tidak semua siswa dituntut untuk terus memahami angka-angka namun siswa itu diminta bekerja atau berperan saat belajar itu sesuai dengan minat dan kebutuhan belajarnya.  Saya pikir hal ini sangat efektif sekali dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa serta pembelajaran yang sangat berdampak bagi kehidupan siswa. Bagaimana respon orang lain terkait praktik yang saya lakukan beberapa guru mata pelajaran saat melihat pembelajaran yang saya lakukan ini sangat merespon dengan baik bahkan berencana untuk mengadaptasi pembelajaran berdiferensiasi ini.

Faktor keberhasilan dari strategi yang saya lakukan menurut saya adalah karena pembelajaran ini terencana dengan baik maka faktor keberhasilannya sangat tinggi. Sebelum memulai pembelajaran berdiferensiasi ini, saya sudah merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), menyiapkan modul peneltian, alat dan bahan yang dibutuhkan serta jaringan internet. Pembelajaran yang saya dapatkan dari keseluruhan proses yang telah saya lalui adalah dengan disampaikannya materi elastisitas melalui pembelajaran berdiferensiasi di SMAN 3 Painan (TAS SIAPA) ini maka semua siswa akan terlibat aktif di kelas. Bisa dikatakan tidak ada murid yang pasif di dalam kelas sepanjang proses pembelajaran karena mereka berperan sesuai dengan kebutuhan dan minatnya masing-masing di kelas. Hal ini tentunya  disesuaikan dengan target dan capaian kurikulum yang akan kita tempuh di jenjang kelas 11 tersebut untuk mata pelajaran Fisika.

Menurut saya keseluruhan pembelajaran atau aksi yang saya lakukan ini sudah sangat berdampak bagi siswa juga berdampak bagi rekan-rekan saya di SMA Negeri 3 Painan. Bagi siswa dapat dirasakan dengan pembelajaran TAS SIAPA ini saya dapat memetakan minat, gaya belajar, dan kebutuhan belajar murid, membuat murid saya bahagia, menciptakan situasi kelas yang kondusif dan menyenangkan. Berbekal inilah murid saya dapat mencapai kebahagiaan setinggi-tingginya dalam belajar sehingga dapat mengeksplor dirinya mencipta karya dan prestasi.

 

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.