DEVELOPING GOOD PRACTICES USING FLOWS ROOF :
1. A = AWAL
Zaman sekarang adalah zaman dimana para siswa berada dalam pengaruh digital yang tak
terelakkan. Hal ini menyebabkan mereka cenderung memanfaatkan waktu dengan sibuk
menggunakan gedget. Yang lebih miris lagi adalah karena keberadaan digital tersebut cenderung
digunakan hanya untuk bermain game ketimbang menggunakan gedget atau gawai untuk
keperluan pembelajaran. Besides that, saya mengamati dan menemukan fakta bahwa siswa
cenderung terlambat dan kurang displin masuk sekolah di waktu pagi.
Setelah melakukan coacing dengan beberapa siswa maka ditemukanlah beberapa jawaban
bahwa mereka sengangaja lambat bergerak mengingat jam masuk 08.30.
selain itu pengamatan lain yang saya lakukan adalah siswa yang cepat datang dan sedang tidak
piket, just sit and play games in class while waiting for entrance time.
Hal ini mengundang keresahan hati dan memeikirkan solusi bagamana supaya semua siswa tidak
ada yang terlambat di jam pertama dan waktu luang penanatian mereka tidak digunakan hanya
bermain game.
Maka muncullah ide positif ini untuk mengoptimalkan waktu mereka serta melatih kemampuan
literasi dan tausiah bagi para siswa setiap hari dalam kegiatan SAHDU SEKALI yakni salat duha,
Tausiah, and daily Koran literacy. Kegiatan SAHDU SEKALI ini diharapkan dapat membuat
perubahan serta rdampak yang luar biasa dalam merubah pola pikir, behavior patterns, dan pola
A good practice that I have consistently carried out is the implementation of the Duha prayer, Tausiah, dan literasi
alquran di kelas setiap hari. Hal ini bertujuan untuk merefresh sekaligus memberikan nurtrisi awal bagi
kesegaran dan kesejukan qalbu bagi para peserta didik di SMPN 6 Makassar.
kecerdasan siswa dan lingkungan sekolah di di UPT SPF SMPN 6 Makassar.
2. T = CHALLENGE
Keadaan yang saya paparkan pada bagian awal tersebut membuat saya tertantang untuk
mengambil langkah perubahan karena beberapa hal berikut yakni,SERINGNYA siswa terlambat
datang di sekolah.
Banyaknya siswa yang hanya bermain game sebelum pejaran pertama. Selain hal tersebut
dalam pembelajaran di kelas masih sangat sering saya dapati akan
kurangnya keberanian siswa untuk tampil berbicara di depan guru dan siswa yang lain. Dalam hal
lietrasi alquran, masih ada beberapa siswa yang belum lancar dalam membaca alquran.
Kegiatan SAHDU SEKALI ini diharapkan dapat membuat perubahan serdampak yang luar biasa
dalam merubah pola pikir, behavior patterns, dan pola kecerdasan siswa dan lingkungan sekolah
di di UPT SPF SMPN 6 Makassar.
3. ACTION
Based on the observations of the cases above, maka bersama siswa dan orang tua saya mulai merancang
beberapa aksi dalam bentuk SAHDU SEKALI yaitu,
Membuat keyakinan kelas yang mengharuskan siswa sudah ada di sekolah pada pukul 07.10 menit untuk
melaksanakan salat duhah sebelum pembelajaran setiap hari.Siswa sudah berwuduh dari rumah agar
mengifisienkan waktu yang tersedia.
Agar dapat melatih semua keterampilan siswa, So the Imam prays alternately every day.
Mereka kemudian Membawa perlatan salat dan alquran.Siswa yang sedang berhalangan bertugas membawakan
tausiah sesuai dengan tema yang telah disepakati.
4. CHANGE
Alhamdulillah semua pihak menyambut baik atas kegiatan praktik baik ini bahkan sudah menjadi budaya positif
in the classroom. Hal ini turut di rasakan khususnya siswa itu sendiri, teachers, parents of students, and the surrounding community.
They found students who were increasingly diligent in praying, focus more on studying, more orderly, becoming more disciplined with time,
and become more skilled at speaking, especially in discussions and other learning activities. Semoga praktik baik
ini dapat semakin menanamkan nilai religius serta kecerdasan intelektual, social, emotional, dan kecerdasan
lainnya.Respon siswa sangat positif. Mereka merasa lebih menghargai waktu.d an mendatangkan ketenangan
batin sebelum masuk mempelajari pelajaran di jam pertama dan eterusnya