Nusantara Educator Meeting XII

Select Language

Program BU EDA LAMPA ( pemBUatan Ecobrick DAur uLAng saMpah PlAstik )

Good practice before revised

[Revision_teru]

Good practice elaboration

Banyaknya sampah yang menumpuk disetiap kelas-kelas pada jam istirahat dan pulang sekolah yang didominasi oleh sampah plastik, Seperti plastik makanan, minuman dan lain-lain. Disini saya memulai meningkatkan kesadaran murid akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya dahulu, kemudian memilahnya sampah yang termasuk sampah organik, anorganik dan serta dari bahan yang berbahaya dan beracun (B3). Yaitu : Sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan kembali melalui proses alamiah (degradable). Contohnya adalah dedaunan, ranting pohon, sisa sayuran, and so on. Sampah anorganik merupakan sampah yang tidak dapat diuraikan kembali melalui proses alamiah. Contohnya adalah plastik, botol minuman, kaleng, and so on. Nah disini saya akan menggunakan sampah anorganik tentunya yang bisa diolah kembali. Hal ini membuat saya tergerak dan terpanggil untuk mencari solusi agar para murid dapat menjaga kebersihan sekitar kelasnya maupun lingkungan sekolahnya. Dimana murid saya terlihat pasif dan takut untuk mengungkapkan pendapatnya, serta pesimis akan apa yang akan mereka lakukan dan perbuat. Prosedur / Alat Bahan Ecobrick, solusinya adalah dibuatkan alur dengan system check list untuk meminimalisir kegagalan. Kolaborasi yang rendah, solusinya adalah murid dikelompokkan berdasarkan minat dan pilihannya, menambahnya sampah yang ada berdasarkan alat dan bahan yang sudah jadi, sisa- sisa pemakaian alat dan bahannya, solusinya adalah menggunakan kembali atau memasukkan kedalam botol ecobricknya. Untuk dapat mengubah dan memperbaiki murid jadi peduli terhadap lingkungan kelas dan sekolahnya akan sampah yang menumpuk tidak semudah dengan membalik telapak tangan, butuh waktu dan kesabaran dalam mengubah sikap dan perilaku murid dalam membuang sampah pada tempatnya dan memilahnya sebagai bahan yang bisa diolah kembali. Semoga dalam kegiatan projek penguatan profil pelajar pancasila ini akan menjadi program yang berdampak baik terhadap murid nantinya, yang dimana murid mulai bosan dengan mata pelajaran yang dilakukan setiap harinya. Dengan adanya kegiatan projek penguatan profil pelajar pancasila ini bisa menumbuhkan skill-skill baru dari murid tentunya. Saya memulai dengan hal yang sederhana yaitu, Suara = dalam melakukan diskusi kelompok dari tiap kelompok dalam kelas dan mempresentasikan rencana pembuatan ecobrick, Pilihan = memberikan murid kesempatan memilih produk yang dihasilkan dan memilih kelompoknya masing-masing, Kepemilikan = mengarahkan perhatian ke arah yang positif atau menggunakan pendekatan berbasis kekuatan, yaitu Pendekatan ini merupakan cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal yang positif dalam kehidupan, dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif. Dan dimana membuat hasil produk yang bisa digunakan kembali dalam kelasnya, like : Meja, kursi dan hiasan-hiasan dari sampah plastik yang muridhasilkan. Adapun manfaatnya ialah bisa dibuatkan menjadi pojok baca literasi, tempat duduk untuk bercengkrama bersama teman-temannya, dan menjadi tempat makan, tempat istirahat pada saat jam istirahat. Dan sesama murid bisa saling mengenal satu sama lainnya apa menjadi kekuarangan dan kelebihan murid yang satu dan lainnya. Murid sangat senang mengetahui produk yang bisa dihasilkan dari ecobrick ini, dikarenakan murid bisa memilah sampah dengan baik, mencuci sampah plastik yang murid temukan di tempat-tempat sampah, mengeringkannya di bawah terik panas matahari, kemudian dimasukkan dalam botol plastik. Pelajaran yang bisa saya ambil dari kegiatan kokurikuler berbasis projek guna mencapai kompetensi pembelajaran dan karakteristik murid agar sesuai dengan profil pelajar pancasila, dimana nantinya para murid menghindari sampah plastik lagi dimana murid sudah membawa bekal masing-masing yang telah di siapkan tidak membeli lagi dari kantinnya yang di dominasi plastik. dan membawa tempat makan dan minum dari rumah masing-masing. Dari testimoni orang tua murid pada saat diundang dalam panen hasil karya mengatakan bahwa anaknya sangat senang melakukan kegiatan projek penguatan profil pelajar pancasila ini, dikarenakan anak mereka bisa mengeluarkan bakat dan minat yang terpendam seperti menjadi pembicara, pemimpin kelompoknya, dan menciptakan karya sederhana yang bisa dipajang di rumah, kelas dan sekolahnya.

If you experience problems scrolling, scroll outside of the area Live Chat which is black.