Temu Pendidik Nusantara XII

Select Language

peta konsep membuat kelas superaktif yang efektif

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

Kelas aktif oleh murid superaktif

 

Setiap murid memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang aktif dan ada juga yang pendiam. Karena, di dalam kelas tidak mungkin semua murid memiliki karakter yang sama. Namun, semua guru memiliki harapan yang sama yaitu semua muridnya mampu memahami materi yang telah disampaikan.

Oleh sebab itu, saya yang tahun ini mengajar kelas 4 merasa tertantang dengan dengan kondisi kelas yang berbeda dari kelas-kelas sebelumnya. Perbedaannya sangat signifikan dimana dalam kelas tersebut terdiri dari murid yang super aktif dan pendiam.

Murid yang super aktif sering kali membuat aktifitas yang mengganggu fokus belajar teman-temannya. Ketika menyampaikan sesuatu seringkali mereka menyampaikannya dengan tergesa-gesa sehingga sulit dipahami. Sedangkan, murid yang pendiam tidak berani mengungkapkan pendapatnya dan ketika ditanya mereka kesulitan menjawab. Mereka hanya terus diam memperhatikan dan sesekali bermain sendiri di bangkunya.

Seringkali saya merubah model belajar mereka dengan tujuan untuk menemukan model belajar yang tepat sehingga mereka dapat memahami materi secara utuh. Saat itu saya mencoba menggunakan model belajar dengan memadukan antara literasi, peta konsep, dan tutor sebaya.

Pembelajaran dimulai dengan memberikan informasi bahwa di 15 menit terakhir nanti akan ada murid yang ditunjuk untuk menjelaskan di depan sesuai dengan materi yang telah dipelajari hari ini. Kemudian saya lanjutkan dengan mengajak murid membaca materi terlebih dahulu kemudian memberikan pertanyaan stimulus dengan tujuan untuk mengetahui apakah mereka memahami materi dari bacaan yang telah dibaca. Ternyata, hanya beberapa dari mereka mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan benar hal itu menunjukkan bahwa rata-rata dari mereka belum bisa memahami bacaan yang telah dibaca.

Selanjutnya saya membuat peta konsep sederhana kemudian saya mengarahkan murid untuk memahami peta konsep tersebut. Saya memberikan pertanyaan stimulus lagi untuk mengetahui apakah dari literasi tadi murid mampu menjelaskan peta konsep tersebut. Kemudian, beberapa murid bergiliran untuk menjelaskan peta konsep dengan benar namun juga ada beberapa yang penjelasannya kurang tepat.

Setelah itu barulah saya menjelaskan materi sesuai peta konsep tersebut. Semuanya mendengarkan dengan tertib termasuk murid yang super aktif karena mereka berlomba-lomba untuk menjadi tutor temannya. Sedangkan murid yang pendiam merasa cemas dan khawatir jika dia terpilih menjadi tutor.

Setelah itu, saya menunjuk salah satu murid yang super aktif untuk menjelaskan ulang apa yang sudah saya sampaikan dengan panduan peta konsep tadi. Jika ditanya mengapa harus anak yang super aktif? Hal itu adalah tujuan saya untuk mengarahkan kebiasaannya yang selalu mengalihkan pusat perhatian temannya saat belajar menjadi sesuatu yang bermanfaat. Sedangkan bagi siswa pendiam, mereka belajar berani untuk aktif merespon temannya. Murid yang tadinya pendiam mereka bersemangat untuk merespon temannya dengan candaan sesekali juga ketika murid yang menjelaskan tadi terdapat kekeliruan mereka bersama-sama membetulkan sesuai dengan pemahaman yang telah saya jelaskan sebelumnya.

Hasilnya, murid yang superaktif mampu tertib di kelas dan semua temannya bisa fokus memperhatikan penjelasan saya. Selain itu, murid tersebut juga belajar menyampaikan sesuatu di depan kelas dengan pembawaan yang santai tanpa tergesa-gesa.

Sedangkan bagi murid yang pendiam, melihat temannya menjelaskan di depan membuat mereka terpacu untuk mengoreksi penjelasan temannya sehingga secara tidak langsung mereka sudah berani berbicara dalam pembelajaran. Selain itu juga, murid pendiam bisa memahami materi dan antusias saat pembelajaran.

Di akhir pembelajaran, hampir semua murid menyampaikan ke saya bahwa untuk pertemuan berikutnya dibuat model pembelajaran seperti ini lagi dan sepakat satu suara menunjuk temannya untuk menjadi tutor selanjutnya. Melihat mereka puas dengan pembelajaran kali ini, membuat saya merasa lega akhirnya bisa menemukan model belajar yang diinginkan murid-murid.

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.