Di SMP Islam Terpadu Darul Fikri Sidoarjo merupakan salah satu sekolah berbasis pesantren yang menerapkan kolaborasi kurikulum berdasarkan pembelajaran project dan keilmuan agama dalam rangka mencetak generasi Indonesia yang hafal Al Qur’an dan siap berdaya saing global di masa yang akan datang. Demi terwujudnya proses pembelajaran yang bersifat merdeka dan memanfaatkan teknologi yang berdampak positif bagi potensi siswa, saya selaku guru berkeinginan membantu, dan memfasilitasi belajar para siswa dengan kemampuan yang dimiliki dan beragam.
Tantangan utama adalah bagaimana memaksimalkan potensi siswa di sekolah saya yang berbasis pesantren tersebut dapat mengembangkan kemampuannya dalam aspek literasi dan teknologi yang bersifat kolaboratif. Jadwal kegiatan siswa di sekolah saya sangat padat dari pukul 07.00 – 16.00 dan dilanjutkan dengan kegiatan pesantren dari pukul 18.00 – 21.00 setiap harinya. Sebagai seorang guru tentunya harus memiliki strategi yang tepat dengan memanfaatkan waktu belajar yang efektif dan mudah diterima oleh para siswa di kelas nantinya sehingga mampu menghasilkan karya atau produk yang bermanfaat bagi pengembangan potensi siswa itu sendiri.
Strategi yang saya terapkan adalah bagaimana cara memanfaatkan cara belajar yang efektif , sesuai minat dan kemampuan serta disukai oleh para siswa. Ini adalah kunci bagaimana berusaha menyenangkan siswa dengan belajar yang merdeka, tidak membebani siswa dengan sebuah tugas yang berat tetapi mampu mengeluarkan potensi siswa dengan metode cooperative learning. Hal ini saya manfaatkan dengan menerapkan konsep outdoor learning (belajar di luar kelas) dan menemukan sebuah terobosan istilah materi yang mudah diingat oleh siswa dalam belajarnya. Istilah itu adalah SINCAN yang merupakan hasil terjemahan dari Short Message – Invitation – Notice – Caution – Announcement – advertisemeNt. Dengan membuat istilah baru ini dapat membantu memori siswa untuk selalu ingat dari masa ke masa bagaimana memudahkan cara belajar yang efektif dan bisa menghasilkan sebuah karya atau produk berbasis digital serta menciptakan literasi melalui pola pikir belajar mind mapping. Kemudian dalam pembagian kelompok para siswa diharapkan mampu mengimplementasikan pembelajaran abad 21 4C (Collaborative – Communicative – Creativity – Critical Thinking) sehingga juga mampu menumbuhkan kemandirian, responsibility, bernalar kritis dan aspek lainnya yang mendukung terpenuhinya profil pelajar pancasila. Setiap kelompok telah memilih salah satu bentuk pengembangan salah satu jenis materi dari terjemahan SINCAN dan mereka mengolah hasil produknya dengan memanfaatkan kreativitas dan kerjasama kelompok dengan tidak berplagiarisme terhadap karya produk-produk yang sudah dipublikasikan melalui berbagai sumber belajar. Lalu setiap kelompok menyajikan hasil produk digital dan mind mapping yang berdiferensiasi jenis materi melalui presentasi dengan tetap menggunakan bahasa inggris secara konsisten dengan menunjuk salah satu teman kelompok sebagai juru bicara.
Setelah itu guru memberikan kesempatan bagi setiap kelompok untuk memberikan feedback atau umpan balik antar kelompok untuk memberikan penilaian berdasarkan lembaran rubrik yang sudah difasilitasi dan ditentukan oleh guru dimana setiap kelompok telah melakukan presentasi di setiap sub materi yang disajikan sebelumnya. Sehingga menjadi bahan evaluasi di akhir pembelajaran oleh kelompok dan antar kelompok itu sendiri.
Menjelang akhir pembelajaran setiap kelompok melalui perwakilan memberikan refleksi hasil pembelajaran dengan reaksi senang, puas dan bisa membangun komunikasi serta kerja sama antar siswa di dalam kelompok. Dan para siswa juga menyampaikan rasa serunya dengan menyajikan produk digital dan mind mapping sesuai konsep kelompok masing-masing secara kreatif. Konsep SINCAN ini menjadi bukti bahwa para siswa dengan mudah mengingat maupun secara bebas membuat rancangan serta mempresentasikan dengan baik. Sehingga mulai bermunculan keberanian para siswa untuk berkomunikasi berbahasa inggris, sudah mulai berani bertanya dalam bahasa inggris terkait materi SINCAN yang berfokus pada kosa kata yang sulit diartikan dan sudah berani mengimplementasikan ekspresi berbicara bahasa inggris saat berada di dalam kelas maupun di luar kelas dengan tanpa beban dan tidak takut mempraktikkannya. Dengan konsep SINCAN yang dicetuskan dapat menjadikan materi dan cara belajar yang efektif. Sehingga dapat mendukung segala kemampuan siswa untuk selalu mengembangkan cara berpikir yang holistik sehingga tidak hanya mampu memahami dan menerapkan isi materi tetapi mampu menciptakan karya atau produk yang berdiferensiasi. Setelah itu guru memberikan simpulan dari akhir pembelajaran sehingga para siswa mendapatkan prinsip materi SINCAN yang telah dipelajari bersama.