Temu Pendidik Nusantara XIII

Select Language

Penerapan Teknik Segitiga Restitusi dalam Menangani Permasalahan Siswa

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

NASKAH CERITA PRAKTIK BAIK – TPN X SIDOARJO 2023

 

  1. “Penerapan Teknik Segitiga Restitusi dalam Menangani Permasalahan Siswa”

 

Daniel Yudha Kumoro – BK SMKN 3 Buduran

 

Topik:

Coaching

 

Judul:

Penerapan Teknik Segitiga Restitutusi dalam Menangani Permasalahan Siswa

 

Penulis:

Daniel Yudha Kumoro

 

Situasi:

Siapapun tidak luput dari masalah. Termasuk siswa. Di sekolah sering mereka melakukan kesalahan atau pelanggaran tata tertib-peraturan sekolah. Maka sudah selayaknya tugas guru melayani-membantu menyelesaikan-meluruskan permasalahan mereka tersebut

 

Tantangan :

Sayangnya, kebanyakan guru di sekolah manapun masih-sering menggunakan teknik hukuman untuk menyelesaikan masalah siswa yang terkait kesalahan-pelanggaran tata tertib-peraturan sekolah. Alih-alih merasa dibantu-dilayani-diselesaikan-diluruskan, hukuman justru membuat siswa merasa disakiti, marah, sedih, diabaikan, rendah diri, mengasingkan diri, dendam, merusak hubungan komunikasi, dan lain sebagainya

 

Aksi :

1. Mengambil contoh siswa yang melakukan pelanggaran seperti sering datang terlambat dan memakai topi yang bukan atribut sekolah. Mengundang siswa tersebut di ruang pertemuan untuk dilakukan coaching dengan menerapkan teknik segitiga restitusi

2. Teknik pertama yaitu menstabilkan identitas. Dimana setelah mengkonfirmasi masalah dan menanyakan perasaan, penulis menstabilkannya dengan mengatakan bahwa setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Ini akan membuat siswa merasa didengarkan dan dipahami. Disini rasa percaya terbangun dan hubungan mulai diperbaiki

3. Teknik kedua yaitu validasi tindakan yang salah. Dimana penulis menanyakan apa alasan sebenarnya ia melakukan kesalahan tersebut. Disini penulis tidak menghakimi. Justru melanjutkan dengan pertanyaan terbuka tentang solusi apa yang siswa akan lakukan untuk memperbaiki kesalahannya. Tanpa mengarahkan atau ikut mencarikan pemecahahan, bahkan tidak untuk menasehati. Selain membangun kepercayaan dan memperbaiki hubungan murid-guru, teknik ini akan membuat siswa merasa dihargai terutama untuk mencari solusinya sendiri-mandiri

4. teknik ketiga yaitu menanyakan keyakinan. Siswa diajak untuk berefleksi mulai dari permasalahan yang ia hadapi hingga solusi yang akan ia ambil. Disini siswa dilatih untuk mengambil hikmah-pelajaran dengan menyimpulkan nilai-nilai apa yang telah ia dapat dari awal kejadian hingga akhir diskusi dengan guru

 

Hasil:

Awalnya siswa takut ketika penulis mengajak diskusi restitusi. Karena telah tertanam image atau mindset bahwa siswa akan dimarahi-dihukum setiap melakukan kesalahan. Namun setelah mendapatkan coaching dengan teknik segitiga restitusi siswa tersebut menyatakan bahwa perasaan di awal tadi telah hilang dan berganti dengan rasa nyaman

 

Refleksi/Dampak Diri:

terdapat tanda-tanda perubahan pada diri siswa yang memiliki masalah dalam hal pelanggaran aturan-tata tertib sekolah. Ini dapat diketahui dari wawancara dengan siswa sebelum, sesaat, dan sesudah proses coaching dengan teknik segitiga restitusi.

siswa yang awalnya takut dengan guru, pada akhirya merasa nyaman. hal ini karena siswa merasa dimengerti-dipahami dan diberi kesempatan untuk memecahkan masalahnya sendiri.

ini menunjukkan bahwa hukuman tidaklah diperlukan, karena justru akan merusak hubungan komunikasi antara murid dan guru serta tidak memandirikan siswa sepenuhnya

 

Profil Penulis

Daniel Yudha Kumoro

Bimbingan dan Konseling

SMKN 3 Buduran, Sidoarjo

 

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.