“POLISI” merupakan program Pojok Literasi Siswa yang dapat diterapkan di sekolah guna meningkatkan lietrasi siswa di sekolah.
“POLISI” merupakan program Pojok Literasi Siswa yang dapat diterapkan di sekolah guna meningkatkan lietrasi siswa di sekolah.
Literasi merupakan kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh individu dalam berkomunikasi. Kemampuan literasi termasuk di dalamnya kemampuan membaca, menulis, menyimak, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan ini diharapkan dapat berkembang sejak dini baik itu dalam pendidikan formal maupun non-formal. Oleh sebab itulah beberapa tahun belakangan ini pemerintah terus menggemborkan budaya literasi baik di kalangan pendidik maupun peserta didik. Lantas apa kaitannya dengan “Polisi”?
Jika mendengar kata Polisi, tentu sudah tidak asing lagi bukan? Nah, bedanya “Polisi” yang ini kok bisa da di sekolah ya?
“Polisi” adalah kepanjangan dari Pojok Literasi Siswa. Ini merupakan salah satu program yang diusung dan diupayakan dapat meningkatkan literasi siswa. Pemilihan program ini juga bukan tanpa dasar. Hal ini disebabkan masih rendahnya Rapor Pendidikan yang diperoleh khusunya pada bidang literasi. Oleh sebab itu saya berusaha agar program ini dapat meningkatkan kemampuan siswa pada bidang literasi.
Awal mula ketika program ini terbesit dalam pikiran saya yaitu mencoba mengkomunikasikan terlebih dahulu dengan Kepala Sekolah. Setelah berkoordinasi dengan Kepala Sekolah dan Rekan Sejawat, selanjutnya saya mencoba melakukan survey sederhana melalui observasi dan wawancara kepada murid, menggali dari mereka bagaimana pendapat mereka jika program ini digulirkan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pilihan dan suara murid khususnya akan seperti apa dan bagaimana program pojok baca literasi ini bisa melibatkan murid dalam eksekusi selanjutnya.
Banyak hal yang saya rasakan dalam mewujudkan program ini. Perasaan saya ketika menjalankan aksi nyata yaitu pada tahap awal sejujurnya saya merasa ragu apakah program yang saya rencanakan ini dapat terealiasasi atau tidak. Tetapi pada saat proses berjalannya aksi nyata dan dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, saya menjadi merasa yakin bahwa program yang saya rencanakan dapat terelaisasi. Dengan adanya kerja sama dari berbagai pihak menimbulkan perasaan kekeluargaan yang semakin erat diantara rekan sejawat sehingga proses aksi nyata yang dilalui terasa lebih mudah dan menyenangkan. Selain itu, setelah program ini berjalan selama 1 tahun, hasil rapor pendidikan yang diperoleh di sekolah saya meningkat sebanyak 132,77 %.
“POLISI” merupakan program Pojok Literasi Siswa yang dapat diterapkan di sekolah guna meningkatkan lietrasi siswa di sekolah.
Literasi merupakan kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh individu dalam berkomunikasi. Kemampuan literasi termasuk di dalamnya kemampuan membaca, menulis, menyimak, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan ini diharapkan dapat berkembang sejak dini baik itu dalam pendidikan formal maupun non-formal. Oleh sebab itulah beberapa tahun belakangan ini pemerintah terus menggemborkan budaya literasi baik di kalangan pendidik maupun peserta didik. Lantas apa kaitannya dengan “Polisi”?
Jika mendengar kata Polisi, tentu sudah tidak asing lagi bukan? Nah, bedanya “Polisi” yang ini kok bisa da di sekolah ya?
“Polisi” adalah kepanjangan dari Pojok Literasi Siswa. Ini merupakan salah satu program yang diusung dan diupayakan dapat meningkatkan literasi siswa. Pemilihan program ini juga bukan tanpa dasar. Hal ini disebabkan masih rendahnya Rapor Pendidikan yang diperoleh khusunya pada bidang literasi. Oleh sebab itu saya berusaha agar program ini dapat meningkatkan kemampuan siswa pada bidang literasi.
Awal mula ketika program ini terbesit dalam pikiran saya yaitu mencoba mengkomunikasikan terlebih dahulu dengan Kepala Sekolah. Setelah berkoordinasi dengan Kepala Sekolah dan Rekan Sejawat, selanjutnya saya mencoba melakukan survey sederhana melalui observasi dan wawancara kepada murid, menggali dari mereka bagaimana pendapat mereka jika program ini digulirkan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pilihan dan suara murid khususnya akan seperti apa dan bagaimana program pojok baca literasi ini bisa melibatkan murid dalam eksekusi selanjutnya.
Banyak hal yang saya rasakan dalam mewujudkan program ini. Perasaan saya ketika menjalankan aksi nyata yaitu pada tahap awal sejujurnya saya merasa ragu apakah program yang saya rencanakan ini dapat terealiasasi atau tidak. Tetapi pada saat proses berjalannya aksi nyata dan dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, saya menjadi merasa yakin bahwa program yang saya rencanakan dapat terelaisasi. Dengan adanya kerja sama dari berbagai pihak menimbulkan perasaan kekeluargaan yang semakin erat diantara rekan sejawat sehingga proses aksi nyata yang dilalui terasa lebih mudah dan menyenangkan. Selain itu, setelah program ini berjalan selama 1 tahun, hasil rapor pendidikan yang diperoleh di sekolah saya meningkat sebanyak 132,77 %.
Praktik baik Sebelum Direvisi
Elaborasi Praktik Baik
Literasi merupakan kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh individu dalam berkomunikasi. Kemampuan literasi termasuk di dalamnya kemampuan membaca, menulis, menyimak, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan ini diharapkan dapat berkembang sejak dini baik itu dalam pendidikan formal maupun non-formal. Oleh sebab itulah beberapa tahun belakangan ini pemerintah terus menggemborkan budaya literasi baik di kalangan pendidik maupun peserta didik. Lantas apa kaitannya dengan “Polisi”?
Jika mendengar kata Polisi, tentu sudah tidak asing lagi bukan? Nah, bedanya “Polisi” yang ini kok bisa da di sekolah ya?
“Polisi” adalah kepanjangan dari Pojok Literasi Siswa. Ini merupakan salah satu program yang diusung dan diupayakan dapat meningkatkan literasi siswa. Pemilihan program ini juga bukan tanpa dasar. Hal ini disebabkan masih rendahnya Rapor Pendidikan yang diperoleh khusunya pada bidang literasi. Oleh sebab itu saya berusaha agar program ini dapat meningkatkan kemampuan siswa pada bidang literasi.
Awal mula ketika program ini terbesit dalam pikiran saya yaitu mencoba mengkomunikasikan terlebih dahulu dengan Kepala Sekolah. Setelah berkoordinasi dengan Kepala Sekolah dan Rekan Sejawat, selanjutnya saya mencoba melakukan survey sederhana melalui observasi dan wawancara kepada murid, menggali dari mereka bagaimana pendapat mereka jika program ini digulirkan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pilihan dan suara murid khususnya akan seperti apa dan bagaimana program pojok baca literasi ini bisa melibatkan murid dalam eksekusi selanjutnya.
Banyak hal yang saya rasakan dalam mewujudkan program ini. Perasaan saya ketika menjalankan aksi nyata yaitu pada tahap awal sejujurnya saya merasa ragu apakah program yang saya rencanakan ini dapat terealiasasi atau tidak. Tetapi pada saat proses berjalannya aksi nyata dan dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, saya menjadi merasa yakin bahwa program yang saya rencanakan dapat terelaisasi. Dengan adanya kerja sama dari berbagai pihak menimbulkan perasaan kekeluargaan yang semakin erat diantara rekan sejawat sehingga proses aksi nyata yang dilalui terasa lebih mudah dan menyenangkan. Selain itu, setelah program ini berjalan selama 1 tahun, hasil rapor pendidikan yang diperoleh di sekolah saya meningkat sebanyak 132,77 %.
Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.