Pembelajaran berdiferensiasi yang saya lakukan, berusaha memenuhikebutuhan murid, pembelajaran sudah sesuai dengan perencanaan, keterlibatan peserta didik terlihat aktif sepenuhnya berkolaborasi dalam kelompok,tampil percaya diri dan menyenangkan.
Pembelajaran berdiferensiasi yang saya lakukan, berusaha memenuhikebutuhan murid, pembelajaran sudah sesuai dengan perencanaan, keterlibatan peserta didik terlihat aktif sepenuhnya berkolaborasi dalam kelompok,tampil percaya diri dan menyenangkan.
State Middle School 2 Cianjur merupakan salah satu sekolah penggerak angkatan pertama di kabupaten Cianjur, sebagai implementasi dari penerapan kurikulum merdeka, maka diawal pembelajaran kami melaksanakan Tes diagnostic kognitif dan non kognitif. Dari hasil Tes kognitif kami dapatkan murid-murid yang masih berada di fase C yang seharusnya sudah di fase D dan dari tes diagnostic non kognitif kami menemukan berbagai macam gaya belajar murid seperti visual, auditori dan kinestetik. Situasi lain berdasarkan pengamatan saya pada mata pelajaran PPKn adalah kondisi murid yang masih belum bisa bersemangat belajar langsung karena setelah pembelajaran daring pasca gempa yang kami alami, murid-murid cepat bosan dalam mengikuti pelajaran, beberapa murid menunda mengerjakan tugas. Kemudia saya berdiskusi dengan wakasek kurikulum, rekan sejawat tentang rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid, dan mengatasi semangat belajar murid. Kami simpulkan bahwa guru harus mampu menyusun pembelajaran yang berdiferensiasi yang kreatif dan inovatif sehingga mampu memenuhi kebutuhan murid.
Ada beberapa tantangan yang saya hadapi pada kegiatan praktik baik ini antara lain, tidak semua peserta didik memiliki minat dan semangat yang sama pada pembelajaran PPKn yang identik membosankan karena harus selalu belajar didalam kelas, penuh dengan hapalan sejarah, pasal-pasal dan nilai Pancasila serta peraturan-peraturan yang berlaku.
Selain itu yang menjadi tantangan adalah bagaimana saya mampu menyusun rencana pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran yang kreatif dan inovatif dengan menggunakan media yang tepat sehingga peserta didik merasa tertarik dan aktif dengan pembelajaran dengan harapan menumbuhkan minat belajar peserta didik sehingga kebutuhan belajar peserta didik dapat terpenuhi. Kolaborasi dan dukungan yang baik dari rekan sejawat dan orangtua pun menjadi tantangan agar proses pembelajaran berdiferensiasi yang saya lakukan mampu dilaksanakan dengan baik.
Kegiatan Pembelajaran Berdiferensiasi Produk yang saya lakukan materi semangat kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda adalah sebagai berikut :
Hasil dari kegiatan pembelajaran berdiferensiasi yang saya lakukan di kelas, memberikan dampak yang luar biasa bagi peserta didik dalam meningkatkan minat dan semangat belajar serta mampu mendorong keaktifan peserta didik untuk berkolaborasi dalam kelompoknya terbukti dari setiap anggota kelompok mempunyai peran dan tugas masing-masing yang berhasil dikolaborasikan dengan temannya, sehingga yang mereka tampil percaya diri dalam mempresentasikan hasil kelompoknya sehingga menarik peserta didik/kelompok yang lainnya, begitu juga pada asesmen akhir pembelajaran terlihat ada peningkatan yang signifikan dari kepahaman peserta didik pada materi semangat kebangkitan nasional dan sumpah pemuda. Peserta didik bersemangat untuk kegiatan pembelajaran berikutnya.
Dari Pembelajaran berdiferensiasi yang saya lakukan, pembelajaran sudah sesuai dengan perencanaan, keterlibatan peserta didik terlihat aktif sepenuhnya berkolaborasi dalam kelompok, begitu juga refleksi yang saya dapatkan dari peserta didik mereka mendapatkan pengalaman pembelajaran yang baru, bermakna dan menyenangkan karena sesuai denga minat bakat mereka serta mampu memotivasi temannya. Begitu juga respon dari rekan sejawat sungguh luar biasa memberikan dukungan dan siap untuk bersama-sama menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan implementasi kurikulum merdeka. Dengan praktik baik yang telah saya dan guru-guru lain lakukan membuat Kepala sekolah bangga dan selalu memberikan dukungan sepenuhnya untuk meningkatkan mutu pendidikan disekolah kami sesuai dengan Merdeka Belajar.
Pembelajaran berdiferensiasi yang saya lakukan, berusaha memenuhikebutuhan murid, pembelajaran sudah sesuai dengan perencanaan, keterlibatan peserta didik terlihat aktif sepenuhnya berkolaborasi dalam kelompok,tampil percaya diri dan menyenangkan.
State Middle School 2 Cianjur merupakan salah satu sekolah penggerak angkatan pertama di kabupaten Cianjur, sebagai implementasi dari penerapan kurikulum merdeka, maka diawal pembelajaran kami melaksanakan Tes diagnostic kognitif dan non kognitif. Dari hasil Tes kognitif kami dapatkan murid-murid yang masih berada di fase C yang seharusnya sudah di fase D dan dari tes diagnostic non kognitif kami menemukan berbagai macam gaya belajar murid seperti visual, auditori dan kinestetik. Situasi lain berdasarkan pengamatan saya pada mata pelajaran PPKn adalah kondisi murid yang masih belum bisa bersemangat belajar langsung karena setelah pembelajaran daring pasca gempa yang kami alami, murid-murid cepat bosan dalam mengikuti pelajaran, beberapa murid menunda mengerjakan tugas. Kemudia saya berdiskusi dengan wakasek kurikulum, rekan sejawat tentang rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid, dan mengatasi semangat belajar murid. Kami simpulkan bahwa guru harus mampu menyusun pembelajaran yang berdiferensiasi yang kreatif dan inovatif sehingga mampu memenuhi kebutuhan murid.
Ada beberapa tantangan yang saya hadapi pada kegiatan praktik baik ini antara lain, tidak semua peserta didik memiliki minat dan semangat yang sama pada pembelajaran PPKn yang identik membosankan karena harus selalu belajar didalam kelas, penuh dengan hapalan sejarah, pasal-pasal dan nilai Pancasila serta peraturan-peraturan yang berlaku.
Selain itu yang menjadi tantangan adalah bagaimana saya mampu menyusun rencana pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran yang kreatif dan inovatif dengan menggunakan media yang tepat sehingga peserta didik merasa tertarik dan aktif dengan pembelajaran dengan harapan menumbuhkan minat belajar peserta didik sehingga kebutuhan belajar peserta didik dapat terpenuhi. Kolaborasi dan dukungan yang baik dari rekan sejawat dan orangtua pun menjadi tantangan agar proses pembelajaran berdiferensiasi yang saya lakukan mampu dilaksanakan dengan baik.
Kegiatan Pembelajaran Berdiferensiasi Produk yang saya lakukan materi semangat kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda adalah sebagai berikut :
Hasil dari kegiatan pembelajaran berdiferensiasi yang saya lakukan di kelas, memberikan dampak yang luar biasa bagi peserta didik dalam meningkatkan minat dan semangat belajar serta mampu mendorong keaktifan peserta didik untuk berkolaborasi dalam kelompoknya terbukti dari setiap anggota kelompok mempunyai peran dan tugas masing-masing yang berhasil dikolaborasikan dengan temannya, sehingga yang mereka tampil percaya diri dalam mempresentasikan hasil kelompoknya sehingga menarik peserta didik/kelompok yang lainnya, begitu juga pada asesmen akhir pembelajaran terlihat ada peningkatan yang signifikan dari kepahaman peserta didik pada materi semangat kebangkitan nasional dan sumpah pemuda. Peserta didik bersemangat untuk kegiatan pembelajaran berikutnya.
Dari Pembelajaran berdiferensiasi yang saya lakukan, pembelajaran sudah sesuai dengan perencanaan, keterlibatan peserta didik terlihat aktif sepenuhnya berkolaborasi dalam kelompok, begitu juga refleksi yang saya dapatkan dari peserta didik mereka mendapatkan pengalaman pembelajaran yang baru, bermakna dan menyenangkan karena sesuai denga minat bakat mereka serta mampu memotivasi temannya. Begitu juga respon dari rekan sejawat sungguh luar biasa memberikan dukungan dan siap untuk bersama-sama menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan implementasi kurikulum merdeka. Dengan praktik baik yang telah saya dan guru-guru lain lakukan membuat Kepala sekolah bangga dan selalu memberikan dukungan sepenuhnya untuk meningkatkan mutu pendidikan disekolah kami sesuai dengan Merdeka Belajar.
Good practice before revised
Good practice elaboration
State Middle School 2 Cianjur merupakan salah satu sekolah penggerak angkatan pertama di kabupaten Cianjur, sebagai implementasi dari penerapan kurikulum merdeka, maka diawal pembelajaran kami melaksanakan Tes diagnostic kognitif dan non kognitif. Dari hasil Tes kognitif kami dapatkan murid-murid yang masih berada di fase C yang seharusnya sudah di fase D dan dari tes diagnostic non kognitif kami menemukan berbagai macam gaya belajar murid seperti visual, auditori dan kinestetik. Situasi lain berdasarkan pengamatan saya pada mata pelajaran PPKn adalah kondisi murid yang masih belum bisa bersemangat belajar langsung karena setelah pembelajaran daring pasca gempa yang kami alami, murid-murid cepat bosan dalam mengikuti pelajaran, beberapa murid menunda mengerjakan tugas. Kemudia saya berdiskusi dengan wakasek kurikulum, rekan sejawat tentang rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid, dan mengatasi semangat belajar murid. Kami simpulkan bahwa guru harus mampu menyusun pembelajaran yang berdiferensiasi yang kreatif dan inovatif sehingga mampu memenuhi kebutuhan murid.
Ada beberapa tantangan yang saya hadapi pada kegiatan praktik baik ini antara lain, tidak semua peserta didik memiliki minat dan semangat yang sama pada pembelajaran PPKn yang identik membosankan karena harus selalu belajar didalam kelas, penuh dengan hapalan sejarah, pasal-pasal dan nilai Pancasila serta peraturan-peraturan yang berlaku.
Selain itu yang menjadi tantangan adalah bagaimana saya mampu menyusun rencana pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran yang kreatif dan inovatif dengan menggunakan media yang tepat sehingga peserta didik merasa tertarik dan aktif dengan pembelajaran dengan harapan menumbuhkan minat belajar peserta didik sehingga kebutuhan belajar peserta didik dapat terpenuhi. Kolaborasi dan dukungan yang baik dari rekan sejawat dan orangtua pun menjadi tantangan agar proses pembelajaran berdiferensiasi yang saya lakukan mampu dilaksanakan dengan baik.
Kegiatan Pembelajaran Berdiferensiasi Produk yang saya lakukan materi semangat kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda adalah sebagai berikut :
Hasil dari kegiatan pembelajaran berdiferensiasi yang saya lakukan di kelas, memberikan dampak yang luar biasa bagi peserta didik dalam meningkatkan minat dan semangat belajar serta mampu mendorong keaktifan peserta didik untuk berkolaborasi dalam kelompoknya terbukti dari setiap anggota kelompok mempunyai peran dan tugas masing-masing yang berhasil dikolaborasikan dengan temannya, sehingga yang mereka tampil percaya diri dalam mempresentasikan hasil kelompoknya sehingga menarik peserta didik/kelompok yang lainnya, begitu juga pada asesmen akhir pembelajaran terlihat ada peningkatan yang signifikan dari kepahaman peserta didik pada materi semangat kebangkitan nasional dan sumpah pemuda. Peserta didik bersemangat untuk kegiatan pembelajaran berikutnya.
Dari Pembelajaran berdiferensiasi yang saya lakukan, pembelajaran sudah sesuai dengan perencanaan, keterlibatan peserta didik terlihat aktif sepenuhnya berkolaborasi dalam kelompok, begitu juga refleksi yang saya dapatkan dari peserta didik mereka mendapatkan pengalaman pembelajaran yang baru, bermakna dan menyenangkan karena sesuai denga minat bakat mereka serta mampu memotivasi temannya. Begitu juga respon dari rekan sejawat sungguh luar biasa memberikan dukungan dan siap untuk bersama-sama menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan implementasi kurikulum merdeka. Dengan praktik baik yang telah saya dan guru-guru lain lakukan membuat Kepala sekolah bangga dan selalu memberikan dukungan sepenuhnya untuk meningkatkan mutu pendidikan disekolah kami sesuai dengan Merdeka Belajar.
If you experience problems scrolling, scroll outside of the area Live Chat which is black.