Mading menjadi media sarana siswa untuk menumbuh kembangkan minat, bakat serta motivasi belajar siswa secara mandiri dan kreatif dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi
Mading menjadi media sarana siswa untuk menumbuh kembangkan minat, bakat serta motivasi belajar siswa secara mandiri dan kreatif dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi
Berawal dari aktivitas pembelajaran yang kelasikal serta kurang tepatnya pemilihan metode pembelajaran serta model pembelajaran, tentu menjadi suatu tolak ukur untuk kita sebagai pendidik dalam mengukur keberhasilan peserta didik dalam pemebalajaran. Beraneka ragamnya bakat atau kemampuan peserta didik yang berbeda-beda dan aktivitas penggunaan gadget atau smartphone dikalangan peserta didik dalam pembelajaran di kelas yang masih menjadi konvensional serta kurangnya pemanfaatan sumber daya yang ada dilingkungan sekolah untuk dimanfaatkan sebagai media ajar, model pembelajaran yang menjadikan menurunnya minat belajar peserta didik dalam pembelajaran. Oleh karena itu peserta didik merasa bosan serta pada saat pembelajaran kondisi ini diperburuk dengan kurangnya pemilihan dan pemanfaatan metode pembelajaran, model pembelajaran,serta media pembelajaran oleh guru bahkan kurang inovatif namun diimplementasikan guru dikelas, sehingga dibutuhkan praktik pembelajaran yang dapat meningkatkan minat belajar peserta didik dan juga dapat memoyivasi guru dalam mendesain pembelajaran yang kreatif dan inovatif, maka disini saya terpacu untuk melakukan praktik baik (Best Practice).
Seteah dilakukan identifikasi masalah dengan merefleksi diri, wawancara guru, siswa, kepala sekolah serta kunjungan rumah kepada orang tua peserta didik. maka diketahui apa yang menjadi tantangannya yaitu sebagai berikut yaitu:
Tantangan ini diatasi dengan solusi saya mengunakan metode pembelajaran berdiferensiasi yang memunculkan konten, proses, produk dengan memangfatkan sumber daya yang ada disekolah untum menjadikan media pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik yang menyenangi serta model pembelajaran yang mendukung.
Adapun Langkah, strategi, proses pembelajaran yang dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut adalah sebagai berikut :
Saya menggunakan metode pemebelajaran berdiferensiasi dengan diawali oleh pencarian informasi konten untuk madding (puisi, poster, sajak, cerpen dsb) yang dilakukan oleh siswa atau konten, kemudian melakukan proses pemebelajaran yaitu dengan memilih konten-konten yang sudah ditemukan dan dikerjakan secara kelompok, dan hasil produknya di pajangkan di madding.
Langkah-langkah yang dilakukan memperlihatkan hasil sangat positif dimana dapat dilihat dari penggunaan model pembelajaran berdiferensiasi yang inovatif yakni lebih menekankan konten, proses, dan hasil dengan aktifitas pembelajaran berpusat pada peserta didik dapat membantu meningkatkan motivasi, minat dan partisifasi (respon positif) peserta didik dalam belajar sehingga selain meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa dan juga hasil belajar peserta didik, yang menjadi faktor keberhasilan dalam pembelajaran ini dilihat dari suasana belajar yang menyenangkan dimana siswa mampu memecahkan masalah dalam LKPD berdasarkan proses dari rangkaian pembelajaran berdiferensiasi yang dilakukan siswa didalam kelas.
Dampak dari aksi sangat di rasakan dan terasa menyenagkan bahkan terasa bermakna bagi peserta didik. Adapun pembelajaran yang bisa diambil yaitu guru harus lebih kreatif, inovatif lagi dalam memilih metode, model dan media pembelajaran yang menyenangkan sehingga berdampak pada peningkatan motivasi serta minat belajar dan hasil belajar peserta didik
Mading menjadi media sarana siswa untuk menumbuh kembangkan minat, bakat serta motivasi belajar siswa secara mandiri dan kreatif dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi
Berawal dari aktivitas pembelajaran yang kelasikal serta kurang tepatnya pemilihan metode pembelajaran serta model pembelajaran, tentu menjadi suatu tolak ukur untuk kita sebagai pendidik dalam mengukur keberhasilan peserta didik dalam pemebalajaran. Beraneka ragamnya bakat atau kemampuan peserta didik yang berbeda-beda dan aktivitas penggunaan gadget atau smartphone dikalangan peserta didik dalam pembelajaran di kelas yang masih menjadi konvensional serta kurangnya pemanfaatan sumber daya yang ada dilingkungan sekolah untuk dimanfaatkan sebagai media ajar, model pembelajaran yang menjadikan menurunnya minat belajar peserta didik dalam pembelajaran. Oleh karena itu peserta didik merasa bosan serta pada saat pembelajaran kondisi ini diperburuk dengan kurangnya pemilihan dan pemanfaatan metode pembelajaran, model pembelajaran,serta media pembelajaran oleh guru bahkan kurang inovatif namun diimplementasikan guru dikelas, sehingga dibutuhkan praktik pembelajaran yang dapat meningkatkan minat belajar peserta didik dan juga dapat memoyivasi guru dalam mendesain pembelajaran yang kreatif dan inovatif, maka disini saya terpacu untuk melakukan praktik baik (Best Practice).
Seteah dilakukan identifikasi masalah dengan merefleksi diri, wawancara guru, siswa, kepala sekolah serta kunjungan rumah kepada orang tua peserta didik. maka diketahui apa yang menjadi tantangannya yaitu sebagai berikut yaitu:
Tantangan ini diatasi dengan solusi saya mengunakan metode pembelajaran berdiferensiasi yang memunculkan konten, proses, produk dengan memangfatkan sumber daya yang ada disekolah untum menjadikan media pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik yang menyenangi serta model pembelajaran yang mendukung.
Adapun Langkah, strategi, proses pembelajaran yang dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut adalah sebagai berikut :
Saya menggunakan metode pemebelajaran berdiferensiasi dengan diawali oleh pencarian informasi konten untuk madding (puisi, poster, sajak, cerpen dsb) yang dilakukan oleh siswa atau konten, kemudian melakukan proses pemebelajaran yaitu dengan memilih konten-konten yang sudah ditemukan dan dikerjakan secara kelompok, dan hasil produknya di pajangkan di madding.
Langkah-langkah yang dilakukan memperlihatkan hasil sangat positif dimana dapat dilihat dari penggunaan model pembelajaran berdiferensiasi yang inovatif yakni lebih menekankan konten, proses, dan hasil dengan aktifitas pembelajaran berpusat pada peserta didik dapat membantu meningkatkan motivasi, minat dan partisifasi (respon positif) peserta didik dalam belajar sehingga selain meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa dan juga hasil belajar peserta didik, yang menjadi faktor keberhasilan dalam pembelajaran ini dilihat dari suasana belajar yang menyenangkan dimana siswa mampu memecahkan masalah dalam LKPD berdasarkan proses dari rangkaian pembelajaran berdiferensiasi yang dilakukan siswa didalam kelas.
Dampak dari aksi sangat di rasakan dan terasa menyenagkan bahkan terasa bermakna bagi peserta didik. Adapun pembelajaran yang bisa diambil yaitu guru harus lebih kreatif, inovatif lagi dalam memilih metode, model dan media pembelajaran yang menyenangkan sehingga berdampak pada peningkatan motivasi serta minat belajar dan hasil belajar peserta didik
Praktik baik Sebelum Direvisi
Elaborasi Praktik Baik
Berawal dari aktivitas pembelajaran yang kelasikal serta kurang tepatnya pemilihan metode pembelajaran serta model pembelajaran, tentu menjadi suatu tolak ukur untuk kita sebagai pendidik dalam mengukur keberhasilan peserta didik dalam pemebalajaran. Beraneka ragamnya bakat atau kemampuan peserta didik yang berbeda-beda dan aktivitas penggunaan gadget atau smartphone dikalangan peserta didik dalam pembelajaran di kelas yang masih menjadi konvensional serta kurangnya pemanfaatan sumber daya yang ada dilingkungan sekolah untuk dimanfaatkan sebagai media ajar, model pembelajaran yang menjadikan menurunnya minat belajar peserta didik dalam pembelajaran. Oleh karena itu peserta didik merasa bosan serta pada saat pembelajaran kondisi ini diperburuk dengan kurangnya pemilihan dan pemanfaatan metode pembelajaran, model pembelajaran,serta media pembelajaran oleh guru bahkan kurang inovatif namun diimplementasikan guru dikelas, sehingga dibutuhkan praktik pembelajaran yang dapat meningkatkan minat belajar peserta didik dan juga dapat memoyivasi guru dalam mendesain pembelajaran yang kreatif dan inovatif, maka disini saya terpacu untuk melakukan praktik baik (Best Practice).
Seteah dilakukan identifikasi masalah dengan merefleksi diri, wawancara guru, siswa, kepala sekolah serta kunjungan rumah kepada orang tua peserta didik. maka diketahui apa yang menjadi tantangannya yaitu sebagai berikut yaitu:
Tantangan ini diatasi dengan solusi saya mengunakan metode pembelajaran berdiferensiasi yang memunculkan konten, proses, produk dengan memangfatkan sumber daya yang ada disekolah untum menjadikan media pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik yang menyenangi serta model pembelajaran yang mendukung.
Adapun Langkah, strategi, proses pembelajaran yang dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut adalah sebagai berikut :
Saya menggunakan metode pemebelajaran berdiferensiasi dengan diawali oleh pencarian informasi konten untuk madding (puisi, poster, sajak, cerpen dsb) yang dilakukan oleh siswa atau konten, kemudian melakukan proses pemebelajaran yaitu dengan memilih konten-konten yang sudah ditemukan dan dikerjakan secara kelompok, dan hasil produknya di pajangkan di madding.
Langkah-langkah yang dilakukan memperlihatkan hasil sangat positif dimana dapat dilihat dari penggunaan model pembelajaran berdiferensiasi yang inovatif yakni lebih menekankan konten, proses, dan hasil dengan aktifitas pembelajaran berpusat pada peserta didik dapat membantu meningkatkan motivasi, minat dan partisifasi (respon positif) peserta didik dalam belajar sehingga selain meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa dan juga hasil belajar peserta didik, yang menjadi faktor keberhasilan dalam pembelajaran ini dilihat dari suasana belajar yang menyenangkan dimana siswa mampu memecahkan masalah dalam LKPD berdasarkan proses dari rangkaian pembelajaran berdiferensiasi yang dilakukan siswa didalam kelas.
Dampak dari aksi sangat di rasakan dan terasa menyenagkan bahkan terasa bermakna bagi peserta didik. Adapun pembelajaran yang bisa diambil yaitu guru harus lebih kreatif, inovatif lagi dalam memilih metode, model dan media pembelajaran yang menyenangkan sehingga berdampak pada peningkatan motivasi serta minat belajar dan hasil belajar peserta didik
Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.