Archipelago Educators Meeting XIII

Select Language

Differentiation learning strategy

Good practice before revised

[Revision_teru]

Good practice elaboration

Konsep merdeka belajar menurut Ki Hadjar Dewantara menitikberatkan pada pola merdeka Belajar. Dimana Merdeka Belajar fokus pada asas kemerdekaan dalam menerapkan materi yang esensial dan fleksibel sesuai dengan minat, kebutuhan, dan karakteristik dari siswa kita.

Berdasarkan uraian di atas, peran guru sangat penting sebagai pemimpin pembelajaran menyusun program yang berpihak pada murid. Program yang direncanakan hendaknya mengoptimalkan aset yang dimiliki oleh lembaga.

Program Pembelajaran Berdiferensiasi berbasis TIK ini merupakan suatu Program Sekolah yang dilakukan dengan mengoptimalkan aset sumberdaya manusia berupa guru yang kompeten dan mahir di bidang TIK dan aset fisik berupa peralatan TIK yang difasilitasi oleh pihak sekolah. Kegiatan Pembelajaran yang dimaksud tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa yang memiliki karakteristik yang berbeda. Melalui Program ini diharapkan guru bisa mengembangkan Potensi Literasi Dasar Siswa yang meliputi kemampuan numerasi, digital, baca tulis dan sains ketika belajarnya.

Kegiatan pembelajaran yang disusun dengan harapan guru mampu menuntun dan mengembangkan karakter yang terdapat pada profil pelajar Pancasila diantaranya yaitu, berakhlak mulia melalui kegiatan diskusi dan saling menghargai yang juga merupakan kegiatan mendorong student agency (voice) , mandiri dengan kegiatan mampu menentukan keputusan yang juga merupakan kegiatan mendorong student agency (choice), gotong royong dalam kolaborasi kegiatan berkelompok, kreatif dalam kegiatan hasil belajar siswa dengan diferensiasi produk yang juga merupakan kegiatan mendorong student agency (owner ship).

B. Tujuan Kegiatan

Berdasarkan uraian latar belakang maka tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut :

Optimalisasi aset yang dimiliki oleh sekolah (manusia, fisik)

Menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang berpihak pada murid (memenuhi kebutuhan belajar murid dengan karakteristik yang berbeda)

Mengembangkan kompetensi literasi dasar siswa (digital, Numbering , baca tulis, Sains)

Mewujudkan profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran berdiferensiasi berbasis TIK ini.

C. Kegiatan Program

Kegiatan pembelajaran yang berpihak pada murid ini adalah kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan secara luring. Kegiatan ini dilakukan selama 24JP. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas 8 dengan jumlah siswa 32 siswa/kelas. Asesmen diagnostik yang digunakan dalam perencanaan pembelajaran ini adalah pemetaan berdasarkan minat belajar murid dengan perincian; 8 murid senang bercerita/Auditori (Kelompok a), 15 murid senang menggambar/ Visual (Kelompok b), 9 murid senang mencoba/ Kinestetik (Kelompok c). Berdasarkan pemetaan minat belajar murid maka strategi diferensiasi yang diambil adalah diferensiasi proses dan produk dengan memanfaatkan perangkat TIK. Pemetaan minat belajar ini disesuaikan juga dengan pilihan murid sendiri. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan student agency (voice, choice, ownership) sebagai perwujudan profil pelajar Pancasila karakter bernalar kritis, collaborative, creative, dan berakhlak mulia.

Selama pelaksanaan kegiatan program yang berpihak pada murid ini, sebagai seorang guru saya sangat senang. Guru melihat tingkat aktivitas murid yang tinggi. Siswa sangat antusias dalam kegiatan pembelajaran.

Berikut rangkaian kegiatan pembelajaran yang berpihak pada murid yang dimulai dari perencanaan kegiatan sampai pelaksanaan kegiatan

1. Diskusi penyusunan perencanaan program bersama pemangku kebijakan.

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal penyusunan program belajar yang berpihak pada murid. Kegiatan ini menghasilkan dukungan penuh dari pemangku kebijakan untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid.

2. Audiensi bersama rekan guru menyusun program untuk menuntun anak memanfaatkan TIK untuk belajar.

Kegiatan ini menghasilkan masukan dari rekan sejawat dari program yang direncanakan. Masukan tersebut termasuk dengan kesiapan belajar siswa dan profil siswa. Selain itu kegiatan ini juga merupakan rencana kolaborasi dengan rekan sejawat untuk memaksimalkan kegiatan pembelajaran yang berpihak pada murid ini.

3. Diagnosa awal model belajar siswa dalam Pembelajaran

Kegiatan ini menghasilkan informasi bahwa 90% siswa sudah cukup siap untuk memanfaatkan TIK dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini karena 100% siswa memiliki gadget yang support dengan kegiatan pembelajaran berbasis TIK. Kegiatan ini juga melatih siswa untuk menyuarakan/menyampaikan (voice) dan menentukan (choice) alat pembelajaran yang lebih menarik sehingga dalam kegiatan pembelajaran nanti murid bisa merencanakan sendiri (owner ship)

Kegiatan Pembelajaran Kolaborasi dengan Rekan Sejawat

4. Kegiatan Pembelajaran Secara Berkelompok

Kegiatan pembelajaran ini menggunakan strategi pembelajaran berdiferensiasi dengan pemetaan minat belajar murid yang telah dibuat sebelumnya. Pengelompokkan ini juga mempermudah pendampingan murid. .

5. Hasil Produk Murid dalam Pemanfaatan TIK

D. Monitoring

Kegiatan monitoring perlu dilakukan sebagai refleksi dan evaluasi dalam kegiatan yang telah dilakukan. Persiapan yang dilakukan sebagai instrumen evaluasi adalah sebagai berikut :

Fokus Monitoring

Murid Memanfaatkan TIK untuk mewujudkan produk kerja

Kemampuan murid dalam memanfaatkan TIK untuk pembelajaran adalah tujuan dari pelaksanaan program

Pertanyaan Monitoring

Berapa siswa yang mampu memanfaatkan TIK dalam kegiatan pembelajaran?

Berapa persentase siswa yang kebutuhan belajarnya terpenuhi?

Pertimbangan Pemilihan

Kegiatan pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar murid dimana dunia saat ini sangat dekat dengan digitalisasi.

E. Kesimpulan

Kegiatan program berpihak pada murid dengan judulImplementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis TIK untuk mengembangkan Kompetensi Literasi Dasar siswamerupakan praktik baik yang bisa dilakukan untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada siswa dan juga mewujudkanstudent agencyyang mampu mengembangkan karakter profil pelajar Pancasila.

Pelaksanaan kegiatan ini juga mengalami beberapa hambatan, tetapi hal itu tidak mengurangi semangat guru di SMP NEGERI 1 BINJAI untuk terus memperbaiki kegiatan pembelajaran yang berpihak pada murid. Saat ini ada beberapa guru di SMP Negeri 1 Binjai yang sudah lulus PembaTIK Level 1, pelatihan REFO dan Beasiswa Orbit Guru Merdeka yang berbasis TIK diselenggarakan oleh Kemendikbudristek. Semoga kedepannya siswa SMP Negeri 1 Binjai lebih maju lagi dalam pembelajaran berbasis TIK.

Salam Bahagia

If you experience problems scrolling, scroll outside of the area Live Chat which is black.