Praktik Baik Pemanfataan Assemblr dalam Pembelajaran Berdiferensiasi
Praktik Baik Pemanfataan Assemblr dalam Pembelajaran Berdiferensiasi
Awal
Awalnya saya seorang guru di SMK dan SMP, beberapa tahun mengabdi di satuan pendidikan tersebut setelah itu saya mutasi di SD sampai dengan sekarang. Saya juga guru yang suka mempelajari hal baru yang berkaitan dengan IT, hampir semua semua pelatihan saya ikuti tentang IT, antara lain Google Workspace Education, Microsoft, Quizizz, Canva dan Assemblr yang bertujuan untuk dijadikan sebagai media pembelajaran di dalam kelas. Diantara aplikasi tersebut, saya sering menggunakan Assemblr sebagai media pembelajaran di kelas.
Tujuan pelaksanaan praktik baik ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan semangat murid. Proses pembelajaran saling berkaitan bagi murid dalam belajar. Murid kurang aktif bahkan lebih pasif, terlihat malas, dan tidak simpatik terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Murid juga tidak memiliki keinginan untuk memahami pembelajaran lebih dalam, Kurangnya pemanfaatan pembelajaran berteknologi dalam proses pembelajaran.
Tantangan
Pada pembelajaran abad ke-21 ini berbagai macam model pembelajaran yang bisa kita lakukan salah satunya adalah pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang dapat membantu memenuhi kebutuhan belajar setiap murid yang cocok menjadi pembelajaran untuk diterapkan pada pembelajaran abad 21. Guru Memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhan murid, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa disamakan. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan cara dan metode yang baik untuk menggali sumber daya yang ada pada murid.
Dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah terdapat tantangan atas perubahan kurikulum pendidikan yang juga akan menimbulkan beberapa hambatan dalam penerapannya di sekolah
Aksi
Bekerja sama dengan kepala Sekolah, dan rekan guru untuk melakukan pembelajaran berdiferensiasi di Sekolah SD Negeri 070995 Hiligodu Tanoseo. Pembelajaran yang mengakomodir semua kebutuhan belajar, minat dan kesiapan murid atau pembelajaran berpihak pada murid, karena kebutuhan belajar murid berbeda-beda.
Pembelajaran berdiferensiasi yang telah dilakukan yaitu
Kegiatan yang dilakukan di SD Negeri 070995 Hiligodu Tanoseo pada kelas 5 pelajaran “Tema 7 Wujud Benda”. Guru mempersiapkan kelas untuk pembelajaran, antara lain
Kegiatan awal
Murid berbaris di depan kelas, masuk ke kelas bersiap, beri salam kepada guru, berdoa, tanya kabar, absen, menyanyi, ice breaking, menanyakan pelajaran yang lalu.
Kegiatan Inti.
Kegiatan Akhir
Kegiatan Praktik Baik dalam Pembelajaran berdiferensiasi dalam penerapan kurikulum merdeka di SD Negeri 070995 Hiligodu Tanoseo. Pembelajaran berdiferensiasi sangat berkaitan dengan filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, nilai dan peran guru penggerak, visi guru penggerak, serta budaya positif. Salah satu filosofi pendidkan menurut Ki Hajar Dewantara adalah sistem “Kodrat alam dan zaman”, guru harus dapat menuntun murid untuk berkembang sesuai dengan kodratnya, hal ini sangat sesuai dengan pembelajaran berdiferensiasi. Budaya positif juga harus kita bangun agar dapat mendukung pembelajaran berdirensiasi.
Perubahan atau Pelajaran
Murid merasakan perbedaan yang dilakukan dalam pembelajaran secara pembelajaran berdiferensiasi. Melakukan Refleksi/umpan balik. Murid menyampaikan pembelajaran menyenangkan, mudah dipahami dan bisa langsung mengerjakan soal latihan dengan menggunakan kuis dan penugasan untuk dirumah. Murid ingin setiap hari melakukan pembelajaran dengan assemblr dengan prasarana yang ada di sekolah.
Terima kasih kesempatan yang telah diberikan kepada saya sebagai calon Pembicara dalam kelas Kemerdekaan untuk berbagi praktik baik, semoga saya bisa terus tergerak, bergerak dan menggerakkan Penggerak dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Komunitas Guru Belajar Nusantara. Pembelakan ini sangat bermanfaat bagi saya dan murid saya dalam pembelajaran berbagi praktik baik dimana saja dan kapan saja
Praktik Baik Pemanfataan Assemblr dalam Pembelajaran Berdiferensiasi
Awal
Awalnya saya seorang guru di SMK dan SMP, beberapa tahun mengabdi di satuan pendidikan tersebut setelah itu saya mutasi di SD sampai dengan sekarang. Saya juga guru yang suka mempelajari hal baru yang berkaitan dengan IT, hampir semua semua pelatihan saya ikuti tentang IT, antara lain Google Workspace Education, Microsoft, Quizizz, Canva dan Assemblr yang bertujuan untuk dijadikan sebagai media pembelajaran di dalam kelas. Diantara aplikasi tersebut, saya sering menggunakan Assemblr sebagai media pembelajaran di kelas.
Tujuan pelaksanaan praktik baik ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan semangat murid. Proses pembelajaran saling berkaitan bagi murid dalam belajar. Murid kurang aktif bahkan lebih pasif, terlihat malas, dan tidak simpatik terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Murid juga tidak memiliki keinginan untuk memahami pembelajaran lebih dalam, Kurangnya pemanfaatan pembelajaran berteknologi dalam proses pembelajaran.
Tantangan
Pada pembelajaran abad ke-21 ini berbagai macam model pembelajaran yang bisa kita lakukan salah satunya adalah pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang dapat membantu memenuhi kebutuhan belajar setiap murid yang cocok menjadi pembelajaran untuk diterapkan pada pembelajaran abad 21. Guru Memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhan murid, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa disamakan. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan cara dan metode yang baik untuk menggali sumber daya yang ada pada murid.
Dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah terdapat tantangan atas perubahan kurikulum pendidikan yang juga akan menimbulkan beberapa hambatan dalam penerapannya di sekolah
Aksi
Bekerja sama dengan kepala Sekolah, dan rekan guru untuk melakukan pembelajaran berdiferensiasi di Sekolah SD Negeri 070995 Hiligodu Tanoseo. Pembelajaran yang mengakomodir semua kebutuhan belajar, minat dan kesiapan murid atau pembelajaran berpihak pada murid, karena kebutuhan belajar murid berbeda-beda.
Pembelajaran berdiferensiasi yang telah dilakukan yaitu
Kegiatan yang dilakukan di SD Negeri 070995 Hiligodu Tanoseo pada kelas 5 pelajaran “Tema 7 Wujud Benda”. Guru mempersiapkan kelas untuk pembelajaran, antara lain
Kegiatan awal
Murid berbaris di depan kelas, masuk ke kelas bersiap, beri salam kepada guru, berdoa, tanya kabar, absen, menyanyi, ice breaking, menanyakan pelajaran yang lalu.
Kegiatan Inti.
Kegiatan Akhir
Kegiatan Praktik Baik dalam Pembelajaran berdiferensiasi dalam penerapan kurikulum merdeka di SD Negeri 070995 Hiligodu Tanoseo. Pembelajaran berdiferensiasi sangat berkaitan dengan filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, nilai dan peran guru penggerak, visi guru penggerak, serta budaya positif. Salah satu filosofi pendidkan menurut Ki Hajar Dewantara adalah sistem “Kodrat alam dan zaman”, guru harus dapat menuntun murid untuk berkembang sesuai dengan kodratnya, hal ini sangat sesuai dengan pembelajaran berdiferensiasi. Budaya positif juga harus kita bangun agar dapat mendukung pembelajaran berdirensiasi.
Perubahan atau Pelajaran
Murid merasakan perbedaan yang dilakukan dalam pembelajaran secara pembelajaran berdiferensiasi. Melakukan Refleksi/umpan balik. Murid menyampaikan pembelajaran menyenangkan, mudah dipahami dan bisa langsung mengerjakan soal latihan dengan menggunakan kuis dan penugasan untuk dirumah. Murid ingin setiap hari melakukan pembelajaran dengan assemblr dengan prasarana yang ada di sekolah.
Terima kasih kesempatan yang telah diberikan kepada saya sebagai calon Pembicara dalam kelas Kemerdekaan untuk berbagi praktik baik, semoga saya bisa terus tergerak, bergerak dan menggerakkan Penggerak dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Komunitas Guru Belajar Nusantara. Pembelakan ini sangat bermanfaat bagi saya dan murid saya dalam pembelajaran berbagi praktik baik dimana saja dan kapan saja
Praktik baik Sebelum Direvisi
Elaborasi Praktik Baik
Awal
Awalnya saya seorang guru di SMK dan SMP, beberapa tahun mengabdi di satuan pendidikan tersebut setelah itu saya mutasi di SD sampai dengan sekarang. Saya juga guru yang suka mempelajari hal baru yang berkaitan dengan IT, hampir semua semua pelatihan saya ikuti tentang IT, antara lain Google Workspace Education, Microsoft, Quizizz, Canva dan Assemblr yang bertujuan untuk dijadikan sebagai media pembelajaran di dalam kelas. Diantara aplikasi tersebut, saya sering menggunakan Assemblr sebagai media pembelajaran di kelas.
Tujuan pelaksanaan praktik baik ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan semangat murid. Proses pembelajaran saling berkaitan bagi murid dalam belajar. Murid kurang aktif bahkan lebih pasif, terlihat malas, dan tidak simpatik terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Murid juga tidak memiliki keinginan untuk memahami pembelajaran lebih dalam, Kurangnya pemanfaatan pembelajaran berteknologi dalam proses pembelajaran.
Tantangan
Pada pembelajaran abad ke-21 ini berbagai macam model pembelajaran yang bisa kita lakukan salah satunya adalah pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang dapat membantu memenuhi kebutuhan belajar setiap murid yang cocok menjadi pembelajaran untuk diterapkan pada pembelajaran abad 21. Guru Memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhan murid, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa disamakan. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan cara dan metode yang baik untuk menggali sumber daya yang ada pada murid.
Dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah terdapat tantangan atas perubahan kurikulum pendidikan yang juga akan menimbulkan beberapa hambatan dalam penerapannya di sekolah
Aksi
Bekerja sama dengan kepala Sekolah, dan rekan guru untuk melakukan pembelajaran berdiferensiasi di Sekolah SD Negeri 070995 Hiligodu Tanoseo. Pembelajaran yang mengakomodir semua kebutuhan belajar, minat dan kesiapan murid atau pembelajaran berpihak pada murid, karena kebutuhan belajar murid berbeda-beda.
Pembelajaran berdiferensiasi yang telah dilakukan yaitu
Kegiatan yang dilakukan di SD Negeri 070995 Hiligodu Tanoseo pada kelas 5 pelajaran “Tema 7 Wujud Benda”. Guru mempersiapkan kelas untuk pembelajaran, antara lain
Kegiatan awal
Murid berbaris di depan kelas, masuk ke kelas bersiap, beri salam kepada guru, berdoa, tanya kabar, absen, menyanyi, ice breaking, menanyakan pelajaran yang lalu.
Kegiatan Inti.
Kegiatan Akhir
Kegiatan Praktik Baik dalam Pembelajaran berdiferensiasi dalam penerapan kurikulum merdeka di SD Negeri 070995 Hiligodu Tanoseo. Pembelajaran berdiferensiasi sangat berkaitan dengan filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, nilai dan peran guru penggerak, visi guru penggerak, serta budaya positif. Salah satu filosofi pendidkan menurut Ki Hajar Dewantara adalah sistem “Kodrat alam dan zaman”, guru harus dapat menuntun murid untuk berkembang sesuai dengan kodratnya, hal ini sangat sesuai dengan pembelajaran berdiferensiasi. Budaya positif juga harus kita bangun agar dapat mendukung pembelajaran berdirensiasi.
Perubahan atau Pelajaran
Murid merasakan perbedaan yang dilakukan dalam pembelajaran secara pembelajaran berdiferensiasi. Melakukan Refleksi/umpan balik. Murid menyampaikan pembelajaran menyenangkan, mudah dipahami dan bisa langsung mengerjakan soal latihan dengan menggunakan kuis dan penugasan untuk dirumah. Murid ingin setiap hari melakukan pembelajaran dengan assemblr dengan prasarana yang ada di sekolah.
Terima kasih kesempatan yang telah diberikan kepada saya sebagai calon Pembicara dalam kelas Kemerdekaan untuk berbagi praktik baik, semoga saya bisa terus tergerak, bergerak dan menggerakkan Penggerak dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Komunitas Guru Belajar Nusantara. Pembelakan ini sangat bermanfaat bagi saya dan murid saya dalam pembelajaran berbagi praktik baik dimana saja dan kapan saja
Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.