Lompat ke konten utama

Temu Pendidik Nusantara XIII

Select Language

Pemahaman Konsep Pecahan Melalui Fun Cooking di SDN Cipinang Muara 05 Pagi

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

Pemahaman Konsep Pecahan Melalui Fun Cooking di SDN Cipinang Muara 05 Pagi

Oleh Masitoh Lilulidesi

 

Pelajaran matematika merupakan mata pelajaran yang diakui penting sehingga tak heran jika setiap jenjang pendidikan mulai dari pendidikan dasar, menengah sampai tingkat pendidikan tinggi, matematika selalu ada dalam kurikulumnya, Pada murid Sekolah dasar dan menengah matematika perlu diajarkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir, logis, sistematis, analitis, kreatif dan kritis serta kemampuan berkerja sama dengan orang lain. Terdapat berbagai materi dalam pembelajaran matematika yang konsepnya penting untuk dipahami di sekolah dasar, salah satunya adalah konsep pecahan. Dalam pembelajarannya pecahan dapat diawali dari kongkrit ke abstrak, dari sederhana ke kompleks, dan dari mudah ke sulit, dengan menggunakan berbagai sumber belajar.

Dalam pembelajarannya matematika sering dianggap sulit dan tidak nyamannya murid  sehingga banyak murid yang tidak suka pelajaran matematika. Salah satu permasalahan adalah rendahnya pemahaman murid terhadap materi yang disampaikan perlu ditangani dengan baik dan benar. Pecahan merupakan salah satu materi matematika yang esensial dan perlu dikuasai murid khususnya di tingkat sekolah dasar. Untuk membuat murid menguasai materi pecahan dan tujuan pembelajaran matematika dapat dicapai, perlunya pendekatan dan strategi pembelajaran yang mengikuti kaidah pedagogik secara umum.

Di SDN Cipinang Muara 05 Pagi, khususnya murid kelas VI masih mengalami kesulitan dalam memahami  materi pecahan.  Hal ini disebabkan karena minat belajar murid yang masih kurang. Selain itu juga karena metode yang digunakan oleh guru dalam pengajaran masih menggunakan cara yang konvensional tanpa menggunakan metode yang tepat. Penugasan yang sering diterapkan guru lebih kepada latihan-latihan soal untuk mengasah keterampilan, khususnya berhitung, dan sedikit yang berbasis konsep yang secara implisit terkandung dalam penugasan tersebut. Hal ini yang mengakibatkan banyak para murid tidak dapat memahami konsep pecahan tersebut. Perlu adanya metode yang tepat dan menyenangkan sehingga dapat membantu para murid dalam memahami materi pecahan.

Banyak metode yang menarik untuk diterapkan pada murid untuk materi pecahan. Salah  satu metode yang dapat di manfaatkan dan masih jarang diterapkan  adalah metode Fun Cooking.  Istilah fun cooking diambil dari bahasa Inggris yaitu “fun yang artinya kesenangan, kegembiraan, atau bersifat senang” dan “cooking artinya kata kerja untuk memasak”. Kegiatan fun Cooking yaitu kegiatan mengolah bahan makanan dengan cara yang menyenangkan. Pada pembelajaran matematika materi konsep pecahan, murid diberikan kuis tentang konsep pecahan untuk mengetahui kemampuan awal murid. Setelah itu, murid diberikan pemahaman konsep pecahan dan langkah-langkah fun cooking. Murid diminta mempersiapkan bahan dasar fun cooking, yaitu tahu, tempe, saos atau kecap, dan minyak goreng. Murid juga  mempersiapkan alat masak berupa kompor dan penggorengan.  Ada murid yang bertanya, “ Mulai dari mana belajar pecahan dengan memasak?”. Untuk konsep awal murid menerapkan konsep nilai pecahan dengan menggunakan tahu sebagai bahan dasar fun cooking. Sebagian murid sudah melakukan sendiri dan ada juga ketika memasak masih dibantu oleh orang tuanya Murid menentukan nilai pecahan melalui tahu yang sudah digoreng dan diberi sambal, kecap atau saos. Contoh : satu tahu dibagi dua berarti jika satu bagian diberi kecap atau saos itu bernilai satu per dua atau setengah.. Dilanjutkan murid menentukan pecahan senilai. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan  dari penentuan nilai pecahan. Murid melakukan fun cooking dengan menggunakan bahan dasar  tempe yang digoreng dan diberi saos, sambal atau kecap. Contoh : Murid mensejajarkan tempe yang sudah digoreng, satu tempe dipotong menjadi dua dan satu lagi dibagi empat. Murid dapat menyimpulkan bahwa satu per dua itu senilai dengan dua per empat.

Kegiatan ini berlangsung seru, karena saat prosesnya menarik, murid dapat mencoba langsung konsep pecahan dengan memasak, membuat makanan dari bahan yang mentah hingga menjadi matang. Murid membuat video nya dan ditayangkan di kelas, Dari video terlihat kesenangan murid dan dan ini membuat murid ketagihan. Salah satu murid berkata ” Bu guru, ini seru, masak bersama mamah sambil belajar juga…lanjut terusin lagi masaknya ya bu.”  Mereka minta dilanjutkan untuk pembahasan konsep pecahan selanjutnya baik penjumlahan pecahan juga menggunakan kegiatan fun cooking. Bahagia hati saya sebagai guru,karena murid merasa belajar matematika jadi menyenangkan.

Penerapan konsep pecahan melalui fun cooking ini menggunakan bahan dasar yang sederhana, mudah didapat dan mudah dalam prosesnya. Murid boleh memilih bahan dasar dari tahu atau tempe yang diolah dengan digoreng atau dikukus. Variasi penyajian juga diberi kebebasan berkolaborasi dengan orang tua di rumah. Pemahaman konsep pecahan dimulai dari persiapan, saat dan setelah proses masak. Dalam pemahamannya murid diberi kesempatan untuk berpendapat dan mempresentasikan hasil berfikirnya dengan cara yang menyenangkan. Diakhiri dengan makan bersama keluarga. Pembelajaran  dari penerapan konsep pecahan melalui fun cooking ini, murid mendapat pengalaman belajar baru yang menyenangkan.Murid dapat memahami konsep matematika tentang pecahan dan mampu   meningkatkan   hasil belajarnya dan melatih berfikir kritisnya, kreasinya juga gotong royong dalam melakukan prosesnya. Bagi guru pembelajaran yang dapat diperoleh dalam  kegiatan ini adalah dapat mengetahui kelemahan, kelebihan dan kemampuan murid dalam memahami konsep pecahan. Selain itu juga mampu meningkatkan wawasan dan keterampilan guru dalam mengajar dengan metode yang bervariasi.

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.