Skip to main content

Archipelago Educators Meeting XIII

Select Language

MY HONEY EXPERT (HARVEST OF WORKS, MARKET DAY, AND SHOW OFF STUDENTS' TALENTS) REALIZING STUDENT LEADERSHIP AT SELO KAPANEWON KOKAP STATE PRIMARY SCHOOL

Good practice before revised

[Revision_teru]

Good practice elaboration

Penanaman nilai-nilai karakter di lingkungan sekolah sangat penting demi mendukung kemajuan pendidikan bangsa. Pentingnya pendidikan karakter bagi masyarakat Indonesia haruslah ditanamkan sejak dini pada seluruh masyarakat Indonesia. Pendidikan karakter yang baik memiliki beberapa syarat dan indikator penting yang harus dicapai demi terwujudnya masyarakat dengan karakter yang baik. Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia telah merumuskan 18 nilai-nilai yang ditanamkan dalam diri warga Indonesia, khususnya murid dalam upaya membangun dan menguatkan karakter bangsa, diantaranya adalah religius, jujur, tolerance, discipline, kerja keras, creative, independent, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab.

Sikap kepemimpinan merupakan suatu sikap pribadi yang mampu mengembangkan potensi diri, mampu menempatkan diri serta mampu untuk berfikir terbuka dan positif terhadap diri dan lingkungan. Sikap kepemimpinan tidak dapat hadir dengan sendirinya melainkan dibentuk oleh pilar-pilar pendidikan yaitu keluarga, school and community. Student leadership (student agency) merupakan upaya untuk membangun sikap kepemimpinan dalam diri murid agar menjadi murid yang bertanggung jawab, menjalankan perannya sebagai pelajar serta dapat mengembangkan potensi diri sebagai seorang pribadi.

Nilai kepemimpinan pada murid sangat penting di dalam dunia pendidikan, hal ini dikarenakan murid sebagai “Agent of change” harus dapat memberikan perubahan di dalam masyarakat dan nilai kepemimpinan pada murid penting juga dalam dunia pendidikan. Hal ini sebenarnya memiliki hubungan timbal balik dimana nilai kepemimpinan pada murid dibentuk melalui kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah. Menumbuhkan kepemimpinan murid sejatinya adalah bagian dari sebuah upaya kolaboratif yang seharusnya dilakukan oleh semua pihak yang berkaitan dengan pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Tujuan pendidikan nasional dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Year 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, virtuous, Healthy, knowledgeable, say, creative, independent, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah dan diskusi bersama rekan guru pada 22 Mei 2023, selama ini di SD Negeri Selo belum ada program sekolah yang memantik kepemimpinan murid, program murni berasal dari sekolah, dan belum melibatkan murid secara langsung. Berdasarkan hasil pengamatan, kepemimpinan murid dan rasa percaya diri masih perlu dikembangkan. Hal ini terlihat dari murid yang masih malu dan belum ada kesadaran diri untuk tampil di hadapan teman-temannya. Besides that, SD Negeri Selo juga belum pernah menampilkan projek akhir profil pelajar Pancasila. memotivasi murid untuk percaya diri terhadap minat dan bakatnya, sebagai wujud apresiasi karya murid, serta sebagai ajang promosi sekolah. Program ini akan menjadi program kali pertama di SD Negeri Selo.

Adapun kesesuaian program dengan filosofi Ki Hajar Dewantara yang menumbuhkan student agency, independent, mengembangkan bakat sesuai kodrat dan zamannya; sesuai dengan nilai dan peran CGP yang membangun kolaborasi entitas sekolah; mendukung visi sekolah “MANTUL” (Independent, Active, Nationalism, Piety, Superior, Berbudaya Lingkungan); menjadi budaya positif murid dengan pembiasaan percaya diri dan kreatif; mengimplementasikan pembelajaran diferensiasi dengan menghasilkan karya sesuai bakat murid; adanya pengambilan keputusan berbasis kepemimpinan; memanfaatkan aset yang ada; serta berdampak pada murid. Terkait dengan kepemimpinan murid, murid dilibatkan secara langsung dengan memberikan kesempatan murid untuk voice, choice, And ownership selama perencanaan, implementation, maupun evaluasi program PAKAR MADUKU.

At the level voice, murid menyampaikan murid terkait program impian murid, curah pendapat terkait karya yang akan ditampilkan, dan menyampikan bakat yang akan ditampilkan. At the level choice, murid memilih berbagai karya yang akan ditampilkan, memilih bakat yang akan ditunjukkan, dan memilih olahan makanan yang akan dijual. At the level ownership murid terlibat dalam pembagian tugas serta turut aktif dalam perencanaan, implementation, dan evaluasi program. Thus, penulis tertarik melakukan best practice yang berjudul “PAKAR MADUKU (Panen Karya, Market Day, dan Unjuk Bakat Murid) Wujudkan Kepemimpinan Murid SD Negeri Selo”.

If you experience problems scrolling, scroll outside of the area Live Chat which is black.