Nusantara Educator Meeting XII

Select Language

My DiaryMotivasi Literasi sang murid

Good practice before revised

[Revision_teru]

Good practice elaboration

“MY DIARY” Motivasi Literasi sang Murid

With : Neneng Diana Puspa SPd.I GR

ROOF .

early:

Pelajaran Agama Islam maupun pelajaran lainnya biasanya tak lepas dari pelajaran membaca dan menulis. Baik membaca Juz’amma ataupun menghafalnya. As a teacher, saya melihat masih banyak peserta didik yang minim minat membaca, jika saya akan memberikan nilai membaca barulah peserta didik akan membaca belum ada kesadaran pribadi untuk membaca.

Dari sanalah saya melihat dan berinisiatif bagaimana cara nya agar para peserta didik tertarik untuk menyukai membaca agar kemampuan literasinya semakin terasah serta berkemampuan berkomunikasi di depan kelas..

Challenge:

First, saya mempunyai gagasan semua murid dari kelas 4 until class 6 mempunyai buku Diary. Akan tetapi saya khawatir dengan membeli buku Diary akan memberatkan wali murid. Terlebih jika ada kakak dan adik yang bersekolah yang sama di sekolah kami.

Second, masih ada beberapa murid kelas 4 yang belum pandai membaca apalagi memahami makna arti sebuah tulisan.

Action:

First:

Gagasan saya inipun saya utarakan kepada kepala sekolah dan beliau mendukungnya. Mulailah saya menyampaikan hal tersebut kepada wali murid bagaimana jika para putra-putri nya mempunyai buku Diary yang berguna untuk kegiatan meningkatkan kemampuan literasi para murid..Alhamdulillah saya mendapatkan respon positif dari wali murid, banyak wali murid yang menghubungi saya tentang buku Diary baik langsung ataupun dengan chat. Ada yang bertanya, apakah buku Diary harus ada kunci nya, gambar cover nya seperti apa, and so on.

Second:

Setelah semua terelalisasi dan para murid mempunyai buku Diary, maka pelaksanaanya di lakukan sebelum mulai pelajaran inti, para murid di beri waktu sekitar sepuluh sampai lima belas menit untuk menulis pada buku Diarynya , Tentang apa saja yang akan di tulis murid semua nya bebas menuangkan ide menulisnya pada buku diary, namun terkadang tema

menulis di dapat dari guru apabila murid bertanya mau menulis apa ya hari ini. Misalnya hari ini tema nya membuat pantun, maka para murid pun membuat pantun karangan mereka sendiri. Bisa juga ide menulis itu di dapatkan dengan melihat you tube misalnya dan masih banyak media lainnya yang bisa di jadikan tulisan oleh para murid. Menulis itu sesuatu yang apabila di tekuni akan menghasilkan suatu hal yang menyenangkan dan keasyikkan tersendiri bagi murid tanpa mereka sadari bahwa mereka telah melakukan pembelajaran literasi.

Pelajaran:

Dari proses pembelajaran ini, kegiatan tersebut memberikan siswa kesempatan untuk melatih kemampuan membaca dan berkomunikasi..Mengapa berkomunikasi ? ya karena satu bulan sekali saya memberikan kesempatan para murid untuk membaca Diary mereka didepan kelas, diary yang di anggap cukup baik dalam segi bahasa tulisannya maupun isi ceritanya yang menarik untuk di simak bersama murid lainnya. Murid lainnya pun di beri kesempatan untuk bertanya ataupun memberi masukan terhadap isi tulisan temannya itu dengan bahasa yang baik dan membuka kepekaan jiwa sosialnya dalam menghargai dan menghormati temannya yang berbicara di depan kelas.

Ada cerita menarik dari program My Diary tersebut, seorang murid pernah bertanya : “Bu Puspa sudah baca buku diary aku ?”. Saya jawab belum. Ia berkata lagi;” Di baca ya Bu Puspa “. Setelah saya membaca nya ternyata tulisan berisi curatan hati nya saat ia di musuhi oleh teman sekelas. Murid terlihat nyaman dengan adanya program My Diary, terbukti ketika saya langsung pada pelajaran inti, murid-murid segera mengingatkan,”My diary nya bu Puspa”.

Dari proses pembelajaran ini pula, guru dapat menemukan potensi peserta didik yang menyukai bidang literasi sehingga guru bisa terus meningkatkan kemampuan menulisnya itu semakin baik.

If you experience problems scrolling, scroll outside of the area Live Chat which is black.