Archipelago Educators Meeting XIII

Select Language

Engaged Students, The Learning Process becomes More Friendly

Good practice before revised

[Revision_teru]

Good practice elaboration

Ini adalah tahun kelima saya mengajar. Melalui bekal asesmen awal pembelajaran non kognitif yang saya buat dan observasi secara langsung, saya berpikir bahwa sudah sangat memahami karakter murid-murid saya. Sehingga dalam setiap pembelajaran saya ingin murid-murid senang dengan apa yang saya ajarkan melalui metode dan media pembelajaran yang beragam tanpa melibatkan mereka dalam menyusun alur atau strategi belajarnya. Minggu pertama tahun ajaran baru (2022) terlihat aman saja, semua murid mengikuti dengan baik. Namun pada minggu kedua hingga akhir semester satu mulai bermunculan masalah dari hal kecil seperti murid berkelahi, kelas gaduh, nangis berjamaah, hingga hal menurut saya besar yaitu terkait dengan pembelajaran misalnya murid-murid saya terlihat sangat bosan, tidak bersemangat, dan pasang wajah takut ketika saya ingin memberikan tugas serta momen paling jleb bagi diri saya ketika murid-murid hanya terjebak dalam ‘kesenangan permainan’ nya saja, mereka terlalu asyik sampai lupa memahami inti dari materi pelajaran dan kesepakatan belajar (dalam bermain) yang telah dibuat bersama.

Melihat kondisi yang demikian, saya pun langsung memperbaikinya dan tidak ingin hal serupa terjadi lagi. Steps First yang saya lakukan adalah mutual reflection. Saya mengajak murid-murid berdiskusi, melatih mereka untuk berpendapat atau menilai bagaimana cara mengajar di kelas serta mengevaluasi pembelajaran yang sudah dilakukan. Jawabannya pun beragam. Ada yang berpendapat, malas – tidak suka dengan cara belajarnya, asyik sih tapi tetap tidak paham dengan materinya, terlalu buru-buru, teman satu kelompoknya tidak membantu, and others. Kemudian langkah second, saya mulai melibatkan murid dalam menentukan proses pembelajaran. Saya meminta ide-ide strategi belajar, menentukan cara belajar dan membuat kesepakatan di setiap proses pembelajaran yang akan dilakukan.

Cukup dua langkah, dan diterapkan secara rutin. Biarpun jalan menuju keberhasilan langkah tersebut benar-benar tidak semulus ketika main prosotan (hehe) – tetapi harus tetap berjalan. Benar saja, di sepanjang semester dua – secercah harapan itu ada. Murid-murid saya lebih menikmati proses pembelajaran, menyenangkannya dapat dirasakan dan dampak materinya pun lebih mudah dipahami.

If you experience problems scrolling, scroll outside of the area Live Chat which is black.