Skip to main content

Archipelago Educators Meeting XIII

Select Language

METODE MBOLANG, Pembelajaran dengan Berpetualang

Good practice before revised

[Revision_teru]

Good practice elaboration

Pada tahun ajaran 2022-2023, SMKN 3 Madiun menggunakan kurikulum merdeka dengan tipe mandiri berubah. Merdeka belajar berarti bahwa murid dapat memilih cara untuk mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan belajarnya. Sebagai guru yang berperan sebagai fasilitator saya memiliki harapan murid lebih mandiri, aktif dalam belajar, memiliki inisiatif dan berpikir kritis untuk memformulasi atau berinovasi dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan potensinya masing-masing.

Faktanya dalam pembelajaran masih menunjukkan tidak semua murid dapat terlibat secara optimal dalam pembelajaran. Murid saya kurang berani untuk tampil aktif jika merasa tidak menguasai topik atau merasa tidak memiliki skill yang dibutuhkan dalam tugas-tugas pembelajaran misalnya mengkomunikasi hasil diskusi. Khususnya pada mata pelajaran dasar pengetahuan kejuruan kimia analisis yang merupakan mata pelajaran baru di kelas X dimana menuntut murid memahami konsep dasar kimia analis sementara murid kelas X tidak mendapatkan materi kimia Ketika SMP. Banyak istilah dan konsep kimia yang baru mereka dengar. Beragamnya kesiapan belajar dan gaya belajar menentukan kecepatan dan kemandirian belajar mereka.

Berangkat dari latar belakang dan tantangan diatas, saya merancang pembelajaran berdiferensiasi dengan metode Bolang, atau belajar dengan Petualangan. Inovasi ini diambil untuk mengakomodasu beragamnya profil belajar dan gaya belajar murid. Pembelajaran ini berbantuan aplikasi google form dengan memanfaatkan smartphone karena murid terbiasa menggunakan smartphone. Pembelajaran ini dikemas kekinian seperti berpetualang dimana setiap tahapnya murid diberi tantangan sesuai dengan gaya belajarnya.

Saya menerapkan pembelajaran mbolang ini pada materi kalibrasi dan verifikasi alat laboratorium. Metode pembelajaran berdiferensiasi dengan memanfaatkanaplikasi google form yang mengajak siswa belajar menemukan konsep kalibrasi seperti melakukan petualangan.

“ Anak-anak coba perhatikan labu ukur yang Bu Diah pegang. Disini tertulis volume 100 mL. Jika kalian isi aquadest sampai ke tanda batas dan posisi meniskus, apakah kalian yakin isi aquadest tersebut benar- Correct 100 mL?”

“Belum tentu bu”. “ eee tidak tahu bu”.

“Apakah pentingnya kita harus memastikan jika volumenya 100 mL?”

“Lalu bagaimana cara memastikan volume labu ukur tersebut benar-benar 100 mL ?”

Saya memulai pembelajaran dengan memberi pertanyaan pemantik dan murid masih banyak yang belum bisa menjawab cara memastikan volume atau kalibrasi dan verifikasi alat ukur. Saya meminta murid membuka link google form berikut: https://forms.gle/VMcQHfGkCjvSrKpW8 untuk mengarahkan siswa dalam kelompok- kelompok belajar sesuai hasil asesmen diagnostik tipe belajar.

Pada kelompok belajar A atau visual, murid diminta untuk membaca materi pada link powerpoint materi kalibrasi dan pertanyaan pemandu untuk memahami materi dan prosedur kalibrasi. Murid pada kelompok A membaca materi dan membuat catatan. Murid yang telah menyelesaikan tugas membaca, murid diberi pertanyaan dasar tentang kalibrasi alat ukur. Jika murid menjawab benar maka akan dihubungkan pada laman tantangan selanjutnya yaitu halaman kuis pendalaman lanjut. Jika murid gagal menyelesaikan tugas akan dikembalikan ke hal sebelumnya dan murid mengulangi prosesnya lagi. Begitu terus sampai murid berhasil menyelesaikan tantangan dengan benar dan mencapai finish.

Pada kelompok belajar B atau auditory telah disediakan link video youtube tentang materi kalibrasi dan pertanyaan pemandu untuk memahami materi dan prosedur kalibrasi. Selanjutnya murid kelompok B sama dengan kelompok A yaitu harus menyelesaikan petualangan dengan tantangan pertanyaan sampai berhasil dan finish.

Pada kelompok belajar C atau kinestetik, murid diberikan panduan aktivitas yang perlu dilakukan dan pertanyaan panduan untuk memahamai konsep kalibrasi alat ukur. Murid kelompok C diminta untuk memfoto salah satu alat ukur yang ada di laboratorium misalnyanya gelas ukur, pada bagian spesifikasi alat yang berisi volume terukur, faktor koreksi, suhu ruangan dan merk. Dari sini diharapkan murid mengetahui aspek-aspek yang diukur pada kalibrasi alat ukur dan faktor yang mempengaruhinya. Murid kelompok C diminta mengupload poto dan diberi pertanyaan panduan untuk memahami makna informasi yang tertulis di alat ukur yang mereka poto. Kemudian murid kelompok C, diberi panduan untuk melakukan praktek kalibrasi gelas ukur dan melengkapi data yang diminta. Setelah fase eksplorasi murid kelompok C akan masuk laman tantangan yang sama dengan kelompok A dan B untuk mengukur tingkat pemahaman murid pada materi kalibrasi dan verifikasi alat ukur sampai finish.

Hasil praktik pembelajaran berdiferensiasi metode Bolang dengan membedakan konten dan proses pembelajaran yaitu murid mengaku pembelajaran ini menyenangkan karena seperti berpetualang. Murid merasa tertantang dalam setiap segmen di google classroom. Mereka mengaku seperti tidak sedang pembelajaran di kelas tapi seperti bermain game petualangan. Semua siswa berperan aktif dan melakukan aktivitas masing-masing secara merata. Hasil tingkat pemahaman murid menjadi lebih merata tidak didominasi beberapa siswa. Dari sini saya memahami pembelajaran berdiferensiasi sangat berpihak kepada murid karena memberi ruang murid untuk memilih konten dan proses belajar yang mengakomodasi gaya belajarnya.

If you experience problems scrolling, scroll outside of the area Live Chat which is black.