Temu Pendidik Nusantara XIII

Select Language

MENUMBUHKAN KEPEMIMPINAN MURID MELALUI PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

MENUMBUHKAN KEPEMIMPINAN MURID MELALUI PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

 

Sebagai guru tentunya saya menginginkan murid-murid saya menjadi murid yang mampu pemimpin dirinya sendiri, murid yang mampu memimpin diri sendiri diharapkan menjadi murid yang mandiri, bertanggungjawab, dan berkolaborasi, berinisiatif, dan inovatif dan terampil dalam memecahkan masalah.

 

Tetapi sayangnya di sekolah, saya melihat sedikit sekali murid yang memiliki karakter seperti yang saya inginkan murid-murid tidak mandiri, selalu menunggu perintah, kurang bertangungjwab,  tidak punya inisiatif, sulit bekerja sama, dan tidak peka terhadap masalah, Hal tersebut membuat saya kewalahan dalam membelajaran murid-murid saya, berdasarkan pengalaman itu saya berpikir untuk merancang pembelajaran yang menjadikan murid-murid mandiri, bertanggung jawab kolaboatif, dan terampil dalam memecahkan masalah.

 

Keinginan saya ini saya implementasikan dalam pembelajaran berbasis proyek, dalam Pembelajaram berbasis proyek hal yang penting dilakukan adalah melibatkan siswa dalam menyelesikan masalah, karena kebetulan saya sebagai fasilitator proyek tentunya saya memiliki kewajiban untuk menanamankan karakter karekater yang penting untuk diterapkan dalam proyek tersebut. Hal pertama yang saya lakukan untuk menumbuhkan kepemiminan murid dalam pembelajaran perbasis proyek adalah membentuk kelompok.

 

Banyak sekali aktivitas aktivitas kelompok yang dilakukan dalam memecahkan masalah dalam proyek, kegiatan membentuk kelompok ini saya lakukan dengan cara menyepakati bersama murid, saya mendiskusikan terlebih dahulu murid maunya membuat kelompok yang seperti apa, bisa dengan teknik berhitung, pengelompokkan berdasarkan tanggal lahir, dengan teknik bermain dan sebagainya murid saya persilahkan untuk memilih, setelah kelompok terbentuk tentunya juga ada penanggungjawab dalam kelompok seperti ketua, bendahara dan sekretaris, dalam pembentukan kepengurusan kelompok ini saya juga mempercayakan kepada masing-masing kelompok siapa yang akan mereka sepakati, begitu juga Ketika ada kegiatan-yang membutuhkan alat dan bahan saya juga menyerahkan sepenuhnya kepada kelompok bagaimana caranya mereka memenuhi alat atau bahan yang dibutuhkan selama proyek berlangsung, saya mendorong dan memberi kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk saling berdiskusi terkait bahan bahan apa saja yang harus mereka lengkapi, saya berupaya memberikan kepercayaan kepada kelompok untuk mengeksekusi sesuai dengan kesepakatan kelompoknya.

 

Dalam pembelajaran berbasia proyek biasanya ada informasi-informasi yang harus diketahui oleh anggota kelompok, nah dalam memberikan infomasi ini bisanya saya hanya memanggil ketuanya saja.   Ketua ini lah yang bertanggung untuk menyampaikan informasi tersebut kepada tim mereka, Sebagai contoh saya menugaskan seluruh kelompok untuk mengidentifikasi sampah organik dan sampah non organik.  Setiap kelompok saya tugaskan untuk mencari masing masing 3 sampah organik dan non organik.  Kemudian sampah yang sudah mereka temukan disusun berdaparkan jenisnya. Informasi ini saya sampaikan kepada ketua kelompoknya saja, saya juga mendiskusikan dengan ketua kelompok berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkkan sampah tersebut, Setiap ketua bertanggungjawab mengkondisikan teman-temannya untuk mengumpulkan sampah dalam waktu yang telah disepakati, ketua juga bertugas membimbing anggota kelompoknya untuk menyusun sampah sampah tersebut berdasarkan jenisnya. Setelah itu masing-masing kelompok mempresentasikan hasil temuan mereka

 

Diawal awal pelaksaan ada tantangan tantangan kecil yang dirasakan seperti  ketua kelompok yang terlihat canggung dan bingung, ada juga ketua yang seperti belum sadar kalau dirinya adalah ketua, dan ada juga yang mengeluhkan kesulitan dalam mengatur anggota kelompok, biasanya untuk menyikapi hal tersebut saya selalu membiasakan untuk melakukan refleksi Bersama diakhir pembelajaran, untuk mengetahui apa yang sudah dilakukan apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaki suoaya lebih baik lagi.

Sedikit demi sedikit dengan terus melakukan pembiasaan saya perlahan mulai melihat perubahan dari diri murid, murid murid perlahan menjadi lebih percaya diri, merasa bertanggungjawab dan menumbuhkan rasa memiliki dan lebih terampil dalam memecahkan masalah, kedepannya masih banyak PR dan tantangan yang dihadapi terutama membiasakan ini kepada seluruh guru dan warga sekolah, karena perubahan itu akan cepat terjadi bila dilakukan secara bersama sama, semoga saya diberi kekuatan untuk mengajak teman teman saya disekolah untuk melakukan hal yang sama dalam hal menumbuhkan kepemimpinan murid.

 

Dari pengalaman ini saya memeroleh pelajaran untuk mewujudkan kepemimpinan murid adalah memberi kesempatan kepada murid untuk mengembangkan kemampuannya dalam mengelola pembelajarannya sendiri, memberikan dorongan mendengarkan, mengurangi control terhadap murid disaat murid telah memiliki control terhadap dirinya ini lah maka murid tersebut sudah mampu menjadi pemimpin dalam pembelajarannya dan kehidupannya.

 

 

 

 

Pesisir Selatan 6 Agustus 2023

 

Rahmiyanti

Penggerak KGBN Pesisir Selatan

 

 

 

 

 

 

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.