Lompat ke konten utama

Temu Pendidik Nusantara XIII

Select Language

Meningkatkan Kepemimpinan Murid dengan “mang diki” Majalah Dinding Digital Interaktif

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

Awal :

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh PISA yang dirilis Organization For Economic Co-Operation and Development (OECD) pada tahun 2019, Indonesia menempati rangking ke 62 dari 70 Negaraberkaitan dengan tingkat literasi  atau berada di 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Survei pemeringkatan international “Most Literate Nation in The World” yang dilakukan oleh Central Connectitut State University juga menempatkan tingkat membaca dan menulis masyarakat Indonesia msih rendah yang berada di posisi 60 dari 61 negara. Kegiatan menulis dan membaca merupakan dua kegiatan yang saling mempengaruhi. Membaca merupakan refrensi untuk menulis. Bagaimana orang dapat menulis dengan baik kalau tidak gemar membaca. Sekolah yang menjadi lembaga pendidikan tentu harus menemukan solusi atas keprihatinan tersebut. Sayangnya, aroma segar tulisan siswa yang dipublikasikan dan dibaca oleh masyarakat sekolah tak lagi tercium hangat di SMA Negeri 1 Welahan. Majalah dinding yang dulu terasa segar ketika berjalan didepanya tak lagi bersuara. Tulisan-tulisan yang ada terasa lesu karena usang. Kreatifitas siswa dalam mengolah kata dan berkomunikasi melalui majalah dinding tak lagi berisik di telinga. Hasil belajar siswa di dalam kelas hanya menjadi kenangan yang tak bisa di kenang. Karya tersebut tentu dapat lebih bermanfaat jika dipamerkan sebagai bahan refrensi yang lain. Hal-hal yang dilakukan siswa selama pembelajaran di kelas hanya menjadi pengalaman yang hilang begitu saja. Berbicara jangka panjang, pengalaman dan capaian siswa tentu dapat diabadikan dalam sebuah karya yang dapat di buka kembali pada 5 atau 10 tahun yang akan datang. Mereka dapat bercerita kepada anak bahkan cucu mereka tentang pengalaman dan capaianya selama berseragam putih abu.

 

Tantangan

Siswa SMAN 1 Welahan mempunyai rentan usia 15-18 tahun. Mereka masuk pada penggolongan generasi Z yang lahir pada tahun 1997 – 2012. Dalam situs pewresearch.org, Gen Z didefinisikan sebagai generasi yang lahir dan tumbuh dengan teknologi internet dan media sosial. Kondisi tersebut menjadikan mereka sebagai pecandu teknologi. Sayangnya Gen Z ini memiliki karakteristik yang lain dalam penggunakan internet. Mereka menggunakan internet untuk mencari kesenangan dan hiburan. Beberapa situs video berbagi dan game menjadi kegemaran dan mampu membuat mereka betah berlama-lama didepan layer. Beberapa jurnal penelitian menunjukan korelasi positif antara penggunaan gawai dan minat menulis generasi ini. Kegermaran berselancar di video berbagi dan game menjadikan siswa SMAN 1 welahan dimungkinkan dapat menurunkan minat membaca dan menulis. Ketertarikan siswa SMAN 1 Welahan dalam hal menulis menjadi tantangan sendiri dalam melakukan program ini. Feed Back yang dapat diperoleh siswa setelah melaksanakan program secara nyata tak dapat dirasakan dalam jangka pendek.

 

Aksi Nyata

Dalam menghadapi situasi awal tersebut, saya menghadapi berbagai tantangan dan mengambil langkah pertama dengan mengumpulkan perwakilan murid untuk mendengar suara mereka. Saya menyajikan stimulus tentang kondisi awal, dan dengan gembira saya menyaksikan murid memberikan respon yang sangat positif.

Setelah berhasil mengumpulkan suara dari para murid, saya melangkah lebih jauh dengan membuat Google Form untuk memahami pandangan dan pilihan mereka secara lebih luas. Akhirnya, setelah proses kolaboratif, disepakati untuk menciptakan majalah dinding digital yang akan dihadirkan melalui sebuah Blog sebagai medianya.

Kolaborasi dengan rekan pengelola web sekolah dan guru TIK sebagai pengelola Lab Komputer merupakan langkah krusial dalam pelaksanaan proyek Majalah Dinding Digital Interaktif ini. Rekan pengelola web memainkan peran penting sebagai penghubung antara web sekolah dan majalah dinding digital interaktif yang dibuat oleh siswa. Sementara itu, pengelola Lab Komputer membantu sebagai penyedia jasa untuk membimbing siswa-siswa dalam pembuatan ruang majalah dinding digital interaktif yang mereka ciptakan.

Menariknya, dalam proyek ini, para murid diberdayakan untuk mengelola majalah dinding digital interaktifnya masing-masing. Dalam pengelolaannya, kepemimpinan mereka telah terlatih dengan baik, dan mereka dapat menentukan sendiri siapa yang akan menjadi admin, bagaimana tampilan halaman, serta mengelola konten yang ingin dibuat.

Selama proses berlangsung, saya juga berkoordinasi dengan tim kesiswaan dan kepala sekolah, untuk memastikan dukungan penuh dan persetujuan atas proyek ini. Majalah dinding digital interaktif yang kami hasilkan, kami beri nama “mang diki,” dan dengan bangga kami mengikutsertakannya dalam ajang lomba kreasi siswa akhir tahun.

Semoga “mang diki” mendapat apresiasi yang layak, dan proyek ini menjadi bukti nyata tentang bagaimana melibatkan siswa secara aktif dalam proses kreatif dan memanfaatkan teknologi secara efektif untuk mengekspresikan ide-ide mereka.

Perubahan

“Mang Diki” menjadi perwujudan kegiatan siswa yang terorganisir dengan baik sepanjang tahun. Di dalamnya, terdapat berbagai prestasi, karya, dan tulisan dari para murid yang dapat kita lihat dan nikmati. Proyek majalah dinding digital interaktif ini telah membantu mengasah dan mengembangkan daya kepemimpinan siswa, sehingga mereka dapat mengelola dan menyusun konten majalah ini seakan-akan mereka sedang membuat jurnal kelas yang terhormat.

Namun, nilai lebih dari “Mang Diki” tidak hanya sebatas menjadi konsumsi pribadi para siswa. Majalah ini telah memberikan kesempatan untuk berbagi dan menginspirasi orang lain. Prestasi dan hasil belajar siswa yang diabadikan di dalam majalah ini menjadi inspirasi bagi rekan-rekan mereka dan juga dapat menjadi pendorong semangat bagi para pembaca yang lain. Dengan demikian, “Mang Diki” menjadi wadah yang mampu memupuk semangat belajar dan keberhasilan di kalangan siswa, serta memperluas manfaat positif dari kreativitas dan pencapaian mereka.

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.