Temu Pendidik Nusantara XIII

Select Language

Mengenali Murid Berkebutuhan Khusus Melalui Insturumen Indentifikasi Sederhana Bagi Guru

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

Judul : “Mengenali Murid Berkebutuhan Khusus Melalui Insturumen Indentifikasi Sederhana Bagi Guru”

Kondisi yang menjadi latar belakang dalam kegiatan ini yaitu kondisi di mana masih banyak guru yang belum memahami mengenai murid berkebutuhan khusus di sekolah. Hal ini terlihat dari kondisi murid berkebutuhan khusus dalam mengikuti proses pembelajaran, di mana guru lebih fokus pada murid regular saja sehingga murid berkebutuhan khusus tidak terlalu difokuskan. Inilah alasan saya untuk memberikan pemahaman dan penguatan kepada guru dalam memahami murid berkebutuhan khusus dan karakteristiknya, mulai dari proses penyampaian pemahaman, mengenali karakteristik dengan cara identifikasi menggunakan model identifikasi sederhana bagi guru dalam mengenali murid berkebutuhan khusus di sekolah umum atau regular.

Saat ini masih banyak guru yang belum memahami bagaimana murid berkebutuhan khusus di sekolah umum, diantaranya : guru masih kurang pemahaman mengenai murid berkebutuhan khusus, guru guru masih memiliki pemahaman yang sempit mengenai murid berkebutuhan khusus yakni yang memiliki kekurangan misalnya secara fisik, sebagian guru masih belum menerima keberadaan murid berkebutuhan khusus, guru tidak memiliki keterampilan dalam membimbing murid berkebutuhan khusus dan belum memilih pemahaman secara khusus.

Pada awal dan tantangn diatas maka saya mencoba melakukan Langkah-langkah tindakan dalam memberikan pemahaman dan penguatan kepada guru dalam melakukan identifikasi pada murid berkebutuhan khusus di antaranya : membuat kelompok kerja (Pokja) Inklusi di sekolah, hal ini di dasari atas inisiatif saya dan mengajar beberapa rekan guru mata pelajaran dimana pada mereka telah memiliki sertifikat guru pembimbing khusus (GPK) dari Kemendikbud, menyediakan intrumen identifikasi murid berkebutuhan khusus yang akan digunakan oleh guru, melakukan sosialisasi kepada gur mengenai identifikasi terhadap murid berkebutuhan khusus, guru mengerjakan identifikasi dengan memilih satu murid berkebutuhan khusus, guru mendiskusikan hasil identifikasi dengan rekan-rekan pokja berdasarkan hasil analisis dari identifikasi tersebut.

Melalui kegiatan ini perubahan yang terjadi pada guru antara lain : guru mulai mengetahui dan memahami bentuk atau karakteristik murid berkebutuhan khusus melalui hasil identifikasi yang dilakukan langsung, guru telah mampu membedakan mengapa disebut murid berkebutuhan khusus yang di tandai dengan beberapa karateristik umum seperti Murid Autis, Hyperaktif, Tuna Daksa. Tuna Netra Ringan, dan beberapa kategori lain sebagaimana yang di sekolah saat ini, guru mulai mengubah cara memberikan pembelajaran kepada murid berkebutuhan khusus di kelas dengan menyesuaikan pada kondisi karakteristik murid, guru sudah dapat mendampingi secara mendiri murid berkebutuhan khusus namun tetap berkoordinasi dengan tim pokja inklusi di sekolah.

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.