Lompat ke konten utama

Temu Pendidik Nusantara XIII

Select Language

Mencetak Anak PAUD yang Hebat, Penuh Tanggungjawab

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

Awalnya, pengetahuan kami mengenai budaya positif, kami akui dirasa kurang dan itu menjadi sebuah catatan penting untuk dapat membuat kelas pada khususnya, dan Lingkungan Sekolah pada umumnya untuk menerapkan budaya positif hingga membentuk karakter anak yang penuh tanggung jawab.

Tantangan yang terjadi dimana beberapa anak belum dapat antri, dan masih adanya anak yang menguasai kelas. Backround pendidikan bukan dari “keguruan” menjadi alasan sekaligus tantangan tersendiri. belum lagi perihal transisi dari daring menjadi luring dirasa tantangan tersendiri untuk menumbuhkan karakter anak.

Pada Akhirnya, suatu saat kami melihat adanya salah satu episode Merdeka Belajar yaitu “Pendidikan Guru Penggerak”. alhamdulillah, kami berhasil lolos dan dinyatakan berhak mengikuti Pendidikan Guru Penggerak (PGP) tersebut. menarik, dalam suatu modul dibahas mengenai “Budaya Positif”. diberikan contoh konkrit hingga dituntun mengerjakan aksi nyata. bertemu rekan-rekan hebat yang kental dengan auro positif menjadi pemicu semangat tersendiri bagi diri ini. selain itu, kami memprogramkan untuk semacam studi banding. Kami mengunjungi salah satu Sekolah Alam di Bandung. Pengalaman menarik, ketika kami disana dituntun untuk melihat, mencatat, mengamati, menganalisa, mempotret segala kegiatan dari awal hingga akhir. Point “Budaya Positif” banyak saya temukan yang saya rasa dapat saya tiru maupun modifikasi. Itu semua menjadi bekal bagi saya.

Dengan Penerapan Kesepakatan kelas, anak faham tanggungjawab. Tanpa hukuman, anak Bahagia. Dengan kalimat positif anak memahami dan mengingat hal positif tersebut. Dengan lagu, anak terbiasa. Dengan diberikan contoh, anak tumbuh.

Banyak perubahan yang patut saya syukuri.. seperti,

Anak mulai mengantri karena itu suatu kewajiban yang telah disepakati. Namun, pastinya perlu pendampingan tanpa Lelah dalam hal ini. Dengan senang anak masuk ke kelas antri memakai “Password Kelas”. Anak diberi pilihan untuk memilih gambar dan melakukan hal sesuai gambar. Entah itu, salam budaya, atau pelukan ataupun pilihan lainnya.

Anak terbiasa meminta maaf ketika salah, terbiasa meminta tolong saat membutuhkan bantuan, terbiasa mengucapkan terima kasih atas bantuan ataupun hadiah yang mereka terima serta terbiasa mengucapkan permisi saat mau lewat dengan sebuah lagu.

Anak terbiasa membereskan mainan yang telah mereka mainkan ketika bel selesai istirahat berbunyi dengan nyanyian dan bentuk tanggungjawab serta kewajiban atas kesepakatan kelas yang telah disepakati bersama.

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.