MEMBUAT PROTOTIPE PENGHASIL ENERGI SEDERHANA
(STRATEGI PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DI KELAS MELALUI PENERAPAN RPP PLUS MODUL AJAR MERDEKA BELAJAR)
Oleh ARNI IDAWATI
Saya Arni Idawati guru di SMAN 5 Sinjai. Saya mengajar mata pelajaran fisika di kelas X tahun pelajaran 2022-2023 dimana sekolah saya baru menerapkan kurikulum merdeka di kelas X . Saya mendesain RPP Plus (modul ajar merdeka belajar) dengan harapan saya dapat menyesuaikan materi dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman murid dengan penerapan materi yang relevan.
RPP plus ini di desain berdasarkan acuan memberikan pengalaman bermakna bagi murid untuk mencapai kompetensi dalam Capaian Pembelajaran (CP), dengan memberikan kegiatan dan pengalaman belajar bermakna dan mewujudkan profil pelajar Pancasila diantaranya; mandiri, gotong royong, bernalar kritis, kreatif.
Pada materi Sumber energi, dengan indikator pencapaian materi; murid dapat membuat alat prototipe penghasil energi sederhana.
Capaian Pembelajaran murid merencanakan penyelidikan ilmiah dan melakukan langkah-langkah operasinal berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan.
Strategi yang dilakukan adalah menayangkan video dan memberi pertanyaan pemantik mengenai materi energi “adakah sesuatu yang dapat dijadikan sebagai sumber energi sederhana yang tidak harus menjadi energi listrik yang dapat menekan penggunaan energi listrik”. Dengan pemantik melihat video terkait materi sebagai sumber ide, kemudian guru memberikan permasalahan terkait video yang ditayangkan, dilanjutkan dengan tanya jawab. Kemudian saya membagi kelompok dalam kelompoknya murid berdiskusi tentang proyek yang akan dirancang. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah;
- Membuat prototipe alat yang dimulai dari langkah mendesain,
- Merancang langkah-langkah serta cara pembuatan,
- Menggambarkan desain alat yang akan dirancang.
- Membuat daftar alat dan bahan yang dibutuhkan
- Menuliskan langkah cara membuat rancangan.
- Menghubungkan prinsip kerja dengan materi.
- Menentukan waktu yang disepakati untuk menyelesaikan rancangan yang dibuat.
- Mempresentasikan hasil diskusi dalam kelompoknya.
- Mengisi lembar kerja terkait materi yang telah disiapkan.
Saya kemudian membuat kesepakatan Bersama murid terkait waktu mengerjakan rancangan yang telah dipresentasikan dengan mempertimbangkan waktu uji coba alat rancangan. Hasil karya prototipe murid beragam diantaranya; membuat kincir air sederhana dari alat dan bahan bekas, air mancur dari botol minuman, perahu sederhana dengan prinsip kincir.
Perasaan saya saat murid mempresentasikan hasil rancangannya melakukan aksi nyata adalah sangat senang karena melihat perubahan yang terjadi terkait minat belajar murid yang meningkat. Pembelajaran sebelumnya rata-rata murid yang terlibat sekitar 5 orang per kelas. Setelah saya menerapkan strategi pembelajaran ini rata-rata murid yang terlibat dalam aktivitas.
Hal baru yang didapatkan murid adalah mandiri dalam belajar, termasuk saya harus menambah waktu pembimbingan diluar jam belajar. Kendala atau tantangan yang dihadapi diantaranya menambah waktu pebimbingan, memberikan motivasi kepada murid yang belum terlibat aktif dalam kelompoknya. Memberikan penguatan kepada murid yang mengalami kendala pada saat merancang dan mengujicoba hasil rancangan.
Hal yang menarik dari penerapan RPP plus yang saya rancang adalah saya melihat aktivitas dan antusias murid di kelas meningkat yang selama ini ada murid yang tidak terakomodir kemampuannya mereka bisa mengeksplor kemampuannya dengan menggambar, merancang serta menghubungkan dengan materi serta berlatih mempresentasikan hasil diskusi. Dari hasil umpan balik refleksi murid mengatakan bahwa mereka mendapatkan pengalaman seru bekerja sama dengan teman kelompoknya, mereka juga dilatih kreatif dalam merancang, teliti dalam bekerja.