Lompat ke konten utama

Temu Pendidik Nusantara XIII

Select Language

Membuat Kalimat Tanya melalui Media Dadu ADIKSIMBA di Kelas 5

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

Membuat Kalimat Tanya melalui Media Dadu ADIKSIMBA di Kelas 5

 

Oleh: Dedi Saeful Anwar

SD Islam Kreatif Muhammadiyah, Cianjur

 

Kemampuan menulis merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Selain penggunaan huruf kapital dan tanda baca yang tepat, teknis menulis yang baik dengan tingkat kerapian yang sesuai kaidah Bahasa Indonesia tentunya memerlukan kemampuan atau skill menulis yang baik. Selain itu materi penting lainnya adalah murid mampu membuat dan menulis kalimat pertanyaan dengan menggunakan kata tanya yang tepat pula. Berangkat dari hal inilah maka perlu upaya yang maksimal untuk mencapai kompetensi yang diharapkan

Ada beberapa kendala pada saat memberikan materi pelajaran yang berhubungan dengan kegiatan menulis. Hal ini akan menjadi sesuatu yang menjenuhkan sandainya hanya dilakukan secara konvensional atau biasa-biasa saja. Misalnya guru menjelaskan kemudian murid disuruh menulis tanpa ada upaya maksimal dan gereget. Berangkat dari hal ini, maka perlu upaya yang sesuai dengan karakter kelas dan gaya belajar murid. Berdasarkan analisis diagnosis kognitif di awal tahun pelajaran, di kelas ternyata ada beberapa murid yang kompetensi menulisnya belum maksimal. Meskipun murid berkemampuan menulisnya baik banyak yang sudah di atas rata-rata, tetapi hal ini perlu terus ditingkatkan.

Selanjutnya upaya yang dilakukan adalah membuat Modul Ajar Berdiferensiasi dengan pendekatan Kompetensi Sosial Emosional (KSE). Kemudian menyiapkan strategi dengan Model Pembelajaran Kooperatif. Dalam model ini diperlukan media permanan berupa dadu yang diberi nama “Dadu ADIKSIMBA”. Media Dadu ADIKSIMBA ini terbuat dari limbah kardus. Kemudian  limbah kardus tersebut dibentuk kubus/dadu dengan ukuran 5 cm x 5 cm sebanyak 4 bh. Setelah terbentuk kubus, kemudian setiap sisi ditempel dengan kertas lipat yang berwarna menarik (merah, kuning, hijau, biru muda, jingga dan merah muda).

Setiap sisi dadu dituliskan 6 kata tanya, yaitu: Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, Kapan, Bagaimana. Jadi, keenam kata tanya tersebut dibuat akronim menjadi ADIKSIMBA. Selanjutnya guru melaksanakan kegiatan dinamika kelompok. Sejumlah 22 orang murid dibagi menjadi 4 kelompok. Pembelajaran berkelompok ini sebagai upaya untuk memupuk sikap kerjasama sesuai dengan dimensi gotong-royong pada Profil Pelajar Pancasila.

Dalam pelaksanaannya, setiap kelompok diberikan satu buah dadu yang disimpan di tengah-tengah setiap kelompok. Sebelumnya setiap murid harus menyiapkan peralatannya yaitu buku tulis Bahasa Indonesia, pensil, dan penghapus. Kemudian masing-masing murid dalam setiap kelompok harus mendapat giliran melempar dadu di tengah-tengah kelompoknya. Setiap bagian atas yang muncul pada setiap dadu yang betuliskan KATA TANYA maka semua anggota kelompok harus membuat kalimat pertanyaan di buku tulisnya masing-masing, dan tidak boleh sama kalimatnya di antara murid.

Contoh permainannya seperti berkut ini: Seorang murid melemparkan dadu, lalu muncul kata “Siapa” setiap anggota kelompok wajib membuat kalimat pertanyaan dari kata tanya “Siapa” tersebut. Misalnya: si A membuat kalimat, Siapa teman yang paling rajin di kelas ini?; si B membuat kalimat, Siapa nama adikmu?; dan seterusnya. Permainan akan selesai setelah enam kalimat tanya tersebut muncul dan menjadi 6 kalimat pertanyan pada buku masing-masing murid.

Dengan media permainan Dadu ADIKSIMBA ini kegiatan belajar di kelas menjadi lebih hidup. Semua murid aktif namun bergembira dan terlihat bersemangat. Tentunya kompetensi menulis pun semakin meningkat .

 

Cianjur, 28 Juli 2023

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.