Nusantara Educator Meeting XII

Select Language

Literacy Skill With Barungsai

Good practice before revised

[Revision_teru]

Good practice elaboration

Saya adalah guru yang mengajar di sebuah Sekolah Dasar di Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat, tepatnya di SDN 13 Muaro Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung. Saat ini mengajar sebagai guru kelas V yang mengampu 27 orang siswa dengan karakteristik yang berbeda. Selama menjadi guru saya melihat dan mengamati bahwa masih banyak siswa yang belum mampu untuk berkomunikasi dengan baik (mampu berbicara di depan umum). Hal ini terlihat pada saat proses pembelajaran, masih banyak siswa yang enggan untuk berbicara, mengemukakan pendapatnya, mengomentari serta mengajukan pertanyaan. Pada saat melakukan kegiatan presentasi dan diskusi, masih 10% siswa yang terlihat mau berbicara sedangkan 90% lagi masih malu-malu dan cenderung diam atau pasif. Hal ini terjadi terus menerus hingga akhirnya banyak siswa yang sebenarnya mereka mau dan mampu untuk berbicara tetapi merasa tidak percaya diri karena belum pernah melakukan dan belum menjadi hal yang terbiasa untuk dilakukan. From 27 siswa saya hanya 6 orang yang sudah mulai mampu berbicara di depan umum dengan baik dan lancar sedangkan yang lainnya masih enggan dan belum mampu berkomunikasi dengan baik.

Saya berefleksi terhadap kegiatan literasi yang dilakukan selama ini dengan hanya membaca buku 15 menit saja, cenderung kegiatan ini masih belum membawa pengaruh yang signifikan bagi siswa apalagi dalam hal berkomunikasi. Kegiatan membaca buku saja dinilai kurang mengasikkan dan membosankan. Atas dasar inilah saya merasa tertantang dan tergerak untuk melakukan diskusi dengan siswa, hal apa yang bisa membantu mereka untuk dapat melakukan kegiatan literasi asyik dan menyenangkan, mereka dapat memahami dan mendalami apa yang dibaca atau diceritakan temannya. Dan tujuan akhirnya adalah siswa banyak membaca dan menemukan hal baru, meningkatkan kemampuan dan percaya diri untuk mampu berkomunikasi dan berbicara serta bercerita di depan teman-temannya bahkan di depan semua warga sekolah. Saya juga merasa tertantang untuk dapat memberikan keterampilan yang nantinya akan berguna bagi siswa untuk siap hidup di masa yang akan datang dan salah satunya adalah dengan mempersiapkan mereka untuk terampil dan percaya diri dalam hal berkomunikasi dengan baik dan lancar. Namun untuk menyatukan visi misi siswa dalam melaksanakan kegiatan ini butuh tenaga dan waktu karena membutuhkan tim yang mempunyai komitmen tinggi untuk melaksanakan agar dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Terkadang karena banyaknya kegiatan sekolah dan adanya berbagai kendala menjadi salah satu hal sulit untuk melaksanakan kegiatan ini sehingga terkadang mesti diundur dan dicancel. Akibatnya program tidak berjalan menurut semestinya. Bahkan terkadang ada beberapa siswa yang telah ditunjuk tiba-tiba tidak jadi untuk tampil karena masih kurang percaya diri dan masih enggan untuk mencoba tampil bercerita di depan umum.

Hal pertama yang saya lakukan adalah menghimbau dan mengajak siswa yang menyukai literasi untuk mau maju dan mampu berkomunikasi dengan baik. Hingga ada sekitar 15 orang siswa mau ikut terlibat. Kemudian kami mengadakan diskusi tentang program literasi asyik yang menantang yang akan dilakukan siswa. Saat berdiskusi disini saya menemukan banyak potensi siswa yang selama ini belum tersalurkan. Mereka mempunyai ide-ide yang sangat luar biasa. Ternyata selama ini saya menyadari bahwa sebenarnya mereka punya potensi yang perlu digali, tetapi selama ini cenderung guru hanya menerapkan ide dari dirinya saja tanpa pernah melibatkan siswa sedikitpun. Saat berdiskusi mereka mengemukakan dan menyampaikan tentang kegiatan berbicara di depan umum dengan bercerita atau berbagi hal baru. Mereka juga menyampaikan kegiatan ini dengan cara seperti yang dilakukan di televisi seperti acara talkshow. Saya sangat terkagum-kagum mereka punya keinginan dan ide yang diluar dugaan. Kami berdiskusi bagaimana proses pelaksanaannya. Mereka juga mengusulkan bagaimana kalau kegiatan ini juga mengikutsertakan semua kelas dan perlu adanya tim untuk kegiatan ini. Hingga akhirnya kami menyepakati untuk membuat program berbicara seru menyenangkan pada hari Sabtu pagi. Kegiatan ini akan dikelola oleh tim dan akan dibicarakan dengan kepala sekolah dan semua wali kelas 1 sampai dengan kelas 6. Kami menyepakati kegiatan ini dengan nama “BARUNGSAI” Bercerita Seru Menyenagkan Sabtu Pagi. Untuk memunculkan kepemimpinan, siswa yang ikut dalam tim kami tentukan strukturnya dan mereka yang akan membuat jadwal, menyusun siswa yang akan ikut (pembicara dan moderator), membuat poster hingga membagikan poster di papan mading dan media sosial sekolah. Kegiatan diadakan setiap Sabtu pagi dilaksanakan oleh tim yang piket sesuai jadwal dibimbing guru Pembina. Kegiatan ini dilakssanakan di halaman sekolah, mengikutsertakan semua siswa dan diadakan dengan system talkshow oleh moderator dan pembicara.

Dengan adanya ide dan pelaksanaan program ini saya melihat bahwa ketika siswa diberikan panggung dan kesempatan untuk berdiskusi, ternyata mereka punya banyak ide luar biasa, apa yang mereka inginkan dapat tercapai dan terlaksana dengan baik. Dari kegiatan bermakna dan bermanfaat ini akan dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa terutama dalam hal berkomunikasi. Kegiatan BARUNGSAI memberikan nilai kepemimpinan pada tim dan akan jauh lebih meningkatkan rasa percaya diri siswa untuk dapat berkomunikasi dengan baik dan berbicara di depan umum. Kegiatan ini mendapat dukungan dari kepala sekolah dan semua guru dan orang tua siswa. Dan untuk kedepannya kami akan memberikan pelatihan khusus kepada siswa untuk lebih dalam mempelajari public spaking dasar/pemula untuk sekolah dasar. Sehingga nantinya mereka akan siap dan mendapatkan bekal untuk terampil berbicara di depan umum dan siap menjadi calon orang sukses di masa yang akan datang.

If you experience problems scrolling, scroll outside of the area Live Chat which is black.