Lompat ke konten utama

Temu Pendidik Nusantara XIII

Select Language

Konsultan Program Pendampingan Sekolah Merdeka Belajar

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

Awal: Sebelumnya saya adalah seorang guru sekaligus vice principal dari sebuah sekolah di Surabaya.Kemudian saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi pelatih dibeberapa sesi Siap Kurikulum dari KPM. Kemudian, datanglah kesempatan dimana ada sebuah yayasan di pelosok Jember yang ingin didampingi oleh KPM. Dari situlah, saya mulai berkecimpung dalam dunia konsultansi pendidikan.

Tantangan: Banyak tantangan yang dihadapi selama mendampingi di yayasan tersebut, diantaranya terdapat banyak jenjang mulai dari PAUD-SMK sehingga membutuhkan ekstra tenaga dan pikiran untuk tetap bisa mendampingi dan fokus pada tujuan, alur komunikasi antara pihak pimpinan Yayasan dan guru yang masih perlu ditingkatkan, variasi kemampuan dan karakter guru dalam menerima pemahaman dan cara pandang baru dalam pembelajaran dengan anak, komitmen para penggerak komunitas di yayasan tersebut.

Aksi: Konsultan memiliki jadwal secara rutin untuk pendampingan yakni setiap satu minggu sekali di setiap jenjangnya dengan variasi waktu pendampingan masing-masing. Kemudian selama 1 bulan sekali, konsultan mengunjungi yayasan untuk melakukan pelatihan maupun pendampingan. Namun, di semester 2 pendampingan (sejak bulan Juli), para guru dan konsultan menyepakati bahwa intensitas kunjungan offline perlu ditingkatkan (2x sebulan) diantaranya untuk melakukan supervisi ke kelas-kelas. Pelatihan maupun pendampingan yang sudah diberikan diantaranya penyusunan KOSP, perencanaan pembelajaran, penyusunan ATP, pembuatan kesepakatan kelas,P5, asesmen berbasis kinerja, pembelajaran inkuiri dan pelaksanaan TWC.

Perubahan: Hal yang saya rasakan tentu saja perubahan yang berarti di setiap ruang kelas dari sekolah-sekolah yang saya dampingi. Guru-guru menjadi lebih memperhatikan dan memahami muridnya, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan bermakna, asesmen yang dilakukan menjadi lebih otentik, ada keterlibatan murid dan orang tua saat sesi pelaporan hasil perkembangan. Karena saya mendampingi sekolah dalam bertransformasi untuk menjadi lebih baik , maka saya sendiri pun perlu untuk terus belajar dan mengasah segala ketrampilan saya agar lebih baik juga, misalnya ketrampilan dalam berkomunikasi (berbicara, mendengarkan),ketrampilan pedagogi, ketrampilan coaching, b refleksi, pengelolaan emosi, open minded, dan empati  perlu terus dikembangkan agar mampu terus memberikan manfaat bagi seluruh komunitas yang ada.

Apabila ingin menjalani karir sebagai konsultan maka diperlukan ketrampilan maupun profilyang saya sebutkan diatas. Teman-teman bisa bergabung kedalam komunitas/organisasi profesi misalnya KGBN, KPBN, JSMB atau menjadi pelatih sebagai starter untuk menjadi konsultan.

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.