Lompat ke konten utama

Temu Pendidik Nusantara XIII

Select Language

Jurnal Dialog sebagai media kolaboratif-reflektif untuk mengembangkan kemampuan berbahasa para (maha)siswa

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

Salah satu tantangan yang saya hadapi di kelas menulis Bahasa Inggris bagi mahasiswa baru yaitu kurangnya latihan dan pembiasaan mahasiswa untuk menulis dalam Bahasa Inggris. Selain itu, setelah refleksi, saya melihat latihan menulis di kelas seringkali bersifat satu arah, dimana dosen memberikan tugas kemudian mahasiswa mengerjakan dan mengumpulkannya untuk diperiksa, sehingga tulisan mahasiswa seringkali ‘tanpa jiwa’ karena tulisan mereka difungsikan untuk memenuhi tugas saja.  Dalam hal ini, mahasiswa memerlukan wadah untuk memfungsikan tulisan Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi yang kontekstual dan fungsional melalui wahana yang dialogis dimana mahasiswa memiliki kebebasan yang lebih untuk mengkomunikasikan hasil refleksi mereka berupa pemikiran, ide, gagasan, perasaan dan pemaknaan terhadap hal-hal yang terjadi di sekeliling mereka. Sebagai respon atas tantangan yang dihadapi itulah pemanfaatan jurnal dialog di kelas menulis Bahasa Inggris diadakan.

Lebih jauh lagi, banyak tantangan dan hambatan yang muncul dalam proses menulis karena menulis memang tidak mudah (Graham, 2019; Macklin, 2016; Agesta, 2017). Pertama, dari segi kebiasaan, banyak mahasiswa yang belum terbiasa menulis reflektif dan elaboratif. Sebetulnya, kebanyakan mahasiswa sudah memiliki kebiasaan menulis, terutama tulisan pendek dan ekspresif di media sosial. Namun, untuk menulis reflektif dan elaboratif, mahasiswa masih memerlukan pembiasaan yang konsisten. Selain, itu hambatan lain dari menulis seperti profisiensi menulis yang terbatas, kemampuan pemilihan kata dan penguasaan struktur yang belum kuat, menambah deretan kendala dalam menulis. Dengan jurnal dialog, kendala tersebut diharapakan dapat dijembatani untuk mendapat hasil yang lebih baik.

Jurnal dialog atau Dialogue Journal yang saya terapkan merupakan percakapan dalam bentuk tulisan yang memfasilitasi komunikasi antara dosen/guru dan (maha)siswa (Peyton, 2000) juga antara (maha)siswa dengan (maha)siswa (Rana, 2018) yang dilakukan secara kolaboratif-reflektif dalam Bahasa Inggris, secara berkala.  Dalam pelaksanaannya, jurnal dialog dilakukan satu semester: setengah semester dilakukan antara mahasiswa dengan dosen, setengah semester lagi antara mahasiswa dengan mahasiswa. Media jurnal yang digunakan yaitu Google Doc sehingga komunikasi tulisan dari awal sampai akhir ada di file yang sama. Mahasiswa diperbolehkan menuliskan apapun yang mereka mau, minimal seminggu sekali, namun bagi yang berkeinginan menulis lebih banyak, dipersilahkan. Dalam hal ini, dosen menanggapi tulisan mahasiswa, memberikan motivasi, memberikan pertanyaan reflektif terbuka untuk mendorong mahasiswa mengeksplor pemaknaan terhadap pengalaman mereka dan menulis lebih dan lebih lagi.

Manfaat jurnal dialog di kelas Bahasa Inggris yang dirasakan yaitu kegiatan ini menjadikan menulis sebagai alat komunikasi yang bermakna, juga memfasilitasi mahasiswa untuk menulis ekspresif, elaboratif dan reflektif.  Kemudian, jurnal dialog lebih membuat mahasiswa ‘jujur’ dalam memperihatkan kemampuan menulis mereka sehingga mempermudah identifikasi profisiensi menulis mereka, dan mahasiswa lebih terlibat secara afektif lewat tulisan. Bagi saya sebagai pengajar, saya juga bisa mengenal mereka lebih baik sebagai individu yang unik dan memiliki optimisme lebih untuk mereka ke depannya.

Meskipun kegiatan yang saya bagikan terbatas di kelas Bahasa Inggris untuk mahasiswa baru, dalam konteks pembelajaran bahasa apapun dan di level manapun, jurnal dialog ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan seperti untuk berkomunikasi dan memfasilitasi kelancaran menulis, untuk tujuan transaksi literasi, pengembangan karakter atau Social Emotional Learning (SEL) ataupun melatih apresiasi karya secara kreatif.

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.