Hasnawati, S.Ag. M.Pd.
Guru SMAN 4 Wajo
INTERNALISASI NILAI-NILAI KEAGAMAAN MELALUI PROGRAM SENTER
DALAM MENGATASI DEKADENSI MORAL SISWA
ALASAN
Pada era globalisasi ini, kemodernan berkembang begitu cepat dan pesat ruang dan waktu bukan lagi jadi pembatas, namun dibalik kemajuan itu juga menimbulkan banyak problematika yang menjadi keresahan, khususnya di dunia pendidikan. Efek dari pengaruh globalisasi adalah salah satunya nilai-nilai yang menjadi karakter bangsa terabaikan tergilas oleh pengaruh kemodernan, khususnya nilai-nilai keagamaan yang semakin hari semakin merosok yang imbasnya bedampak pada moralitas anak bangsa. Pemberitaan dari berbagai media terdapat banyak kasus-kasus prilaku menyimpang terjadi dikalangan remaja, baik dilokasi sekolah, masyarakat bahkan di keluarga sendiri, seperti bolos masuk sekolah, merokok, tawuran antar pelajar, narkotika, minuman keras dan pergaulan bebas.
TANTANGAN
Beranjak dari kasus-kasus tersebut di atas, menjadi suatu tantangan bagi guru, sekolah sebagai tempat pendidikan dan pendidikan merupakan elemen terpenting dalam membangun suatu bangsa harus menyusun program-program andalan sebagai langkah pembenahan dengan melirik model-model pendidikan berbasis keagamaan melalui internalisasi nilai-nilai keagamaan, dengan menghadirkan pembiasaan-pembiasaan pesantren di sekolah umum, ini diyakini mampu mengatasi dekadensi moral peserta didik .
AKSI
Program SENTER, dengan menginternalisasi nilai-nilai agama disekolah-sekolah umum sejalan dengan 4 program andalan gubernur provensi Sulawesi Selatan diantaranya, literasi kitab suci, muatan lokal agama, shalat berjamaah, dan jumat berkah. Adapun bentuk-bentuk kegiatan keagamaan dalam pembiasaan budaya religius adalah
- Literasi Kitab suci
Kegiatan literasi kitab suci dilaksanakan secara turin setiap hari mengawali pembelajaran secara serentak di kelas masing-masing dipandu oleh guru mapel jam pertama. Kegiatan ini membimbing siswa agar lebih lancar membaca al-Qur’an, adapun nilai-nilai yang ditanamkan dalam kegiatan ini adalah mendekatkan peserta didik dengan al-Qur’an agar mendapatkan cahaya kehidupan.
- Jumat Berkah
Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari jum’at dengan cara, setiap siswa menyisihkan sebagian uang sakunya ketemannya yang diberi tugas mengedar sumbangan, kemudia hasil sumbangan dikumpulkan lalu dibagikan kembali kepada siswa yang kurang mampu. Kegiatan ini mengajarkan siswa melakukan sifat terpuji yaitu beramal dan saling berbagi.
- Muatan lokal Agama.
Muatan lokal agama dikemas dalam bentuk eskul, materinya mengkhusus pada pemantapan bacaan al- Qur,an, peserta didik diklasifikasi berdasarkan kemampuan bacaan. Terdiri dari empat kelompok pembelajaran yaitu, buta huruf hijaiyah akan diberi pelajaran buku iqro’ 1, 2, 3, yang terbata-bata bacaanya diberi pelajaran iqro’ 4, 5, 6, yang sudah lancar namun tidak sesuai kaidah ilmu tajwid diberi pelajaran hukum2 tajwid dan yang sudah bagus bacaannya menghafal juz 30. Setiap kali sebulan adakan kegiatan tadabbur al-Qur’an Tujuan dari kegiatan ini adalah pemberantasan buta huruf hijaiyah dan membumikan al-Quran.
- Shalat Berjamaan.
Kegiatan shalat dhuhur dilaksanakan secara berjamaah di masjid sekolah oleh seluruh warga sekolah, baik siswa, pegawai, guru maupun kepala sekolah, apabila ada siswa yang tidak ikut akan mendapat sanksi. Antara azan dan iqamat diisi kegiatan kultum yang dilaksanakan oleh siswa secara bergiliran.
PELAJARAN
Internalisasi nilai-nilai keagamaan melalui program SENTER terbukti dapat memberikan pencerahan peserta didik sehingga tampak perubahan pada diri peserta didik dan menjadi perisai terhadap pengaruh-pengaruh negatif dari globalisasi. Pembiasaan-pembiasaan beragama dan diintegrasikan oleh seluruh guru mata pelajaran akan menjadi tradisi sehingga mempersempit ruang prilaku dan aktivitas yang tidak bermafaat bagi peserta didik yang dapat mengakibatkan dekadensi moral.