Lompat ke konten utama

Temu Pendidik Nusantara XIII

Select Language

Chemistry Game Tournament (Turnamen Game Kimia)

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

Setelah melakukan assessmen diagnostik ke peserta didik saya ternyata saya menemukan fakta bahwa ternyata kami “sefrekuensi”. Kami memiliki gaya belajar yang sama, dominan visual dan kinestetik. Hal ini tentu saja menjadi aset penting bagi saya untuk mewujudkan prakarsa perubahan saya sebagai calon guru penggerak saat itu, mewujudkan pembelajaran kimia berbasis lingkungan hidup (green chemistry) yang efektif seru dan menyenangkan. Salah satu upaya yang saya lakukan untuk mewujudkankannya adalah merancang sistem penilaian digital berbasis game online menggunakan aplikasi wordwall. Saya tidak serta merta memilih tapi didasarkan pads suara, pilihan dan kepemilikan siswa saya. Kami terlebih dahulu sharing pendapat dan mendiskusikan hal ini. Setelah kami mengadakan uji coba dan berhasil, saya lalu konsultasi ke wakasek kurikulum dan kepala sekolah karena waktu itu saya juga menjadi sekertaris panitia penilaian akhir tahun, saya ingin agar rekan-rekan saya bisa menerapkan hal ini juga. Umumnya di sekolah saya masih melakukan evaluasi dengan tes tertulis yang menurut saya tidak ramah lingkungan karena membutuhkan kertas yang banyak untuk menggandakan soal dan lembar jawaban. Semakin banyak kertas yang digunakan semakin banyak pohon yang ditebang dan tentu saja merusak lingkungan. Awalnya ada beberapa rekan guru yang enggan meninggalkan zona nyamannya tapi berkat kolaborasi dari berbagai pihak dan setelah melakukan simulasi dan merasakan manfaatnya akhir nya banyak yang mulai mengajak diskusi dan berusaha beralih dari paper and pencil test ke penilaian digital. Setelah melakukan assessmen diagnostik ke peserta didik saya ternyata saya menemukan fakta bahwa ternyata kami “sefrekuensi”. Kami memiliki gaya belajar yang sama, dominan visual dan kinestetik. Hal ini tentu saja menjadi aset penting bagi saya untuk mewujudkan prakarsa perubahan saya sebagai calon guru penggerak saat itu, mewujudkan pembelajaran kimia berbasis lingkungan hidup (green chemistry) yang efektif seru dan menyenangkan. Salah satu upaya yang saya lakukan untuk mewujudkankannya adalah merancang sistem penilaian digital berbasis game online menggunakan aplikasi wordwall. Saya tidak serta merta memilih tapi didasarkan pada suara, pilihan dan kepemilikan siswa saya. Kami terlebih dahulu sharing pendapat dan mendiskusikan hal ini. Kami memilih wordwall karena tidak berbentuk aplikasi yang harus diinstal terlebih dahulu oleh siswa sehingga lebih ringan dan menghemat kuota data mereka.Setelah kami mengadakan uji coba dan berhasil, saya lalu konsultasi ke wakasek kurikulum dan kepala sekolah karena waktu itu saya juga menjadi sekertaris panitia penilaian akhir tahun, saya ingin agar rekan-rekan saya bisa menerapkan hal ini juga. Umumnya di sekolah saya, masih melakukan evaluasi dengan tes tertulis yang menurut saya tidak ramah lingkungan karena membutuhkan kertas yang banyak untuk menggandakan soal dan lembar jawaban. Semakin banyak kertas yang digunakan semakin banyak pohon yang ditebang dan tentu saja merusak lingkungan. Awalnya ada beberapa rekan guru yang enggan meninggalkan zona nyamannya tapi berkat kolaborasi dari berbagai pihak dan setelah melakukan simulasi dan merasakan manfaatnya, akhirnya banyak yang mulai mengajak diskusi dan berusaha beralih dari paper and pencil test ke penilaian digital. Alhamdulillah sekalipun belum semua bisa menggunakan wordwall setidaknya tidak ada lagi guru yang menggunakan penilaian manual secara tertulis. Tidak ada perubahan yang instant, harus dimulai secara bertahap, mungkin tahun lalu beberapa guru masih lebih suka menggunakan google form karena masih pemula, semoga ke depannya mereka sudah mulai tergerak menggunakan penilaian harian berbasis game yang menurut siswa millennial lebih seru dan menantang.

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.