BERSERI Asik, merupakan program yang dilaksanakan dalam rangka menumbuhkan ekosistem sekolah positif, dengan mengoptimalkan keberadaan potensi yang dimiliki sekolah (SDN 35 Pontianak Selatan.
BERSERI Asik, merupakan program yang dilaksanakan dalam rangka menumbuhkan ekosistem sekolah positif, dengan mengoptimalkan keberadaan potensi yang dimiliki sekolah (SDN 35 Pontianak Selatan.
Sekolah sebagai tempat bersemainya benih benih kebaikan, perlu dioptimalkan keberadaannya dalam mendorong tumbuh dan berkembangnya budaya positif di kalangan murid. SDN 35 Pontianak Selatan sebagai salah satu instusi pendidikan turut bertanggung jawab dalam menyediakan lingkungan positif aman dan nyaman bagi murid, dengan memaksimalkan keberadan semua aset yang dimiliki sekolah mulai dari aset/modal yang dimiliki antara lain potensi SDM, lingkungan dan fisik. Lingkungan positif tersebut diharapkan mendorong murid untuk mampu berpikir, bertindak dan menghasilkan karya karya secara merdeka, mandiri serta bertanggung jawab, melalui kegiatan-kegiatan yang berdampak bagi warga sekolah secara umum dan murid secra khusus.
Dalam prakteknya upaya tersebut kerap dihadapkan dengan beragam permasalahan maupun tantangan yang mestinya bisa terjawab ketika usaha mewujudkan lingkungan positif tersebut digulirkan. Misalnya bagaimana dukungan pihak pemangku kebijakan dalam hal ini kepala sekolah sebagai pemimpin tertinggi pada institusi pendidikan khususnya sekolah? Seperti apa respon warga sekolah (rekan sejawat, orang tua dan murid) dalam merespon program yang di gulirkan? Serta bagaimana respon dan konsistensi murid dalam berpatisipasi mewujudkan upaya penerapan budaya positif sekolah.
Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan, maka digulirkannlah sebuah program dengan yang mengoptimalkan potensi potensi yang dimiliki sekolah untuk menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi melalui beragam kegiatan dalam rangka menciptakan ekosistem sekolah yang positif dalam rangka menumbuh kembangkan karakter-karakter positif pada murid. Program yang digulirkan adalah BERSERI, Asik. BERSERI sendiri merupakan akronim dari (Bersih, Rapi dan Berbudi Pekerti), dilaksanakan dengan beragam kegiatan yang ringan, menyenangkan (asik) untuk dilakukan oleh warga sekolah termasuk murid. Ragam kegiatan dan program BERSERI tersebut antara lain, membuat kesepakatan kelas bersama murid, melaksanakan restitusi untuk disiplin positif, melaksanakan agenda Jum’at berseri yang didalamnya meliputi baktivitas senam pagi bersama, literasi budi pekerti, kerja bakti (operasi semut) dan beragam permainan yang menyenangkan.
Tiada usaha yang tak membuahkan hasil, begitupun dengan program BERSERI tersebut. Beberapa hal positif yang muncul dengan dilaksanakannya kegiatan demi kegiatan dari pogram tersebut antara lain. Dukungan yang semakin kuat dari kepala sekolah terhadap program-program merdeka belajar lainnya. Meningkatnya kolaborasi antar warga sekolah dalam mewujudkan program-program merdeka belajar yang ditandai dengan bertambahnya guru-guru disekolah yang mencoba menerapkan kesepakatan kelas, melakukan restitusi dalam rangka mewujudkan disiplin positif. Tumbuhnya kesadaran murid untuk bertindak dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini, serta terwujudnya budaya positif di sekolah secara bertahap.
BERSERI Asik, merupakan program yang dilaksanakan dalam rangka menumbuhkan ekosistem sekolah positif, dengan mengoptimalkan keberadaan potensi yang dimiliki sekolah (SDN 35 Pontianak Selatan.
Sekolah sebagai tempat bersemainya benih benih kebaikan, perlu dioptimalkan keberadaannya dalam mendorong tumbuh dan berkembangnya budaya positif di kalangan murid. SDN 35 Pontianak Selatan sebagai salah satu instusi pendidikan turut bertanggung jawab dalam menyediakan lingkungan positif aman dan nyaman bagi murid, dengan memaksimalkan keberadan semua aset yang dimiliki sekolah mulai dari aset/modal yang dimiliki antara lain potensi SDM, lingkungan dan fisik. Lingkungan positif tersebut diharapkan mendorong murid untuk mampu berpikir, bertindak dan menghasilkan karya karya secara merdeka, mandiri serta bertanggung jawab, melalui kegiatan-kegiatan yang berdampak bagi warga sekolah secara umum dan murid secra khusus.
Dalam prakteknya upaya tersebut kerap dihadapkan dengan beragam permasalahan maupun tantangan yang mestinya bisa terjawab ketika usaha mewujudkan lingkungan positif tersebut digulirkan. Misalnya bagaimana dukungan pihak pemangku kebijakan dalam hal ini kepala sekolah sebagai pemimpin tertinggi pada institusi pendidikan khususnya sekolah? Seperti apa respon warga sekolah (rekan sejawat, orang tua dan murid) dalam merespon program yang di gulirkan? Serta bagaimana respon dan konsistensi murid dalam berpatisipasi mewujudkan upaya penerapan budaya positif sekolah.
Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan, maka digulirkannlah sebuah program dengan yang mengoptimalkan potensi potensi yang dimiliki sekolah untuk menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi melalui beragam kegiatan dalam rangka menciptakan ekosistem sekolah yang positif dalam rangka menumbuh kembangkan karakter-karakter positif pada murid. Program yang digulirkan adalah BERSERI, Asik. BERSERI sendiri merupakan akronim dari (Bersih, Rapi dan Berbudi Pekerti), dilaksanakan dengan beragam kegiatan yang ringan, menyenangkan (asik) untuk dilakukan oleh warga sekolah termasuk murid. Ragam kegiatan dan program BERSERI tersebut antara lain, membuat kesepakatan kelas bersama murid, melaksanakan restitusi untuk disiplin positif, melaksanakan agenda Jum’at berseri yang didalamnya meliputi baktivitas senam pagi bersama, literasi budi pekerti, kerja bakti (operasi semut) dan beragam permainan yang menyenangkan.
Tiada usaha yang tak membuahkan hasil, begitupun dengan program BERSERI tersebut. Beberapa hal positif yang muncul dengan dilaksanakannya kegiatan demi kegiatan dari pogram tersebut antara lain. Dukungan yang semakin kuat dari kepala sekolah terhadap program-program merdeka belajar lainnya. Meningkatnya kolaborasi antar warga sekolah dalam mewujudkan program-program merdeka belajar yang ditandai dengan bertambahnya guru-guru disekolah yang mencoba menerapkan kesepakatan kelas, melakukan restitusi dalam rangka mewujudkan disiplin positif. Tumbuhnya kesadaran murid untuk bertindak dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini, serta terwujudnya budaya positif di sekolah secara bertahap.
Praktik baik Sebelum Direvisi
Elaborasi Praktik Baik
Sekolah sebagai tempat bersemainya benih benih kebaikan, perlu dioptimalkan keberadaannya dalam mendorong tumbuh dan berkembangnya budaya positif di kalangan murid. SDN 35 Pontianak Selatan sebagai salah satu instusi pendidikan turut bertanggung jawab dalam menyediakan lingkungan positif aman dan nyaman bagi murid, dengan memaksimalkan keberadan semua aset yang dimiliki sekolah mulai dari aset/modal yang dimiliki antara lain potensi SDM, lingkungan dan fisik. Lingkungan positif tersebut diharapkan mendorong murid untuk mampu berpikir, bertindak dan menghasilkan karya karya secara merdeka, mandiri serta bertanggung jawab, melalui kegiatan-kegiatan yang berdampak bagi warga sekolah secara umum dan murid secra khusus.
Dalam prakteknya upaya tersebut kerap dihadapkan dengan beragam permasalahan maupun tantangan yang mestinya bisa terjawab ketika usaha mewujudkan lingkungan positif tersebut digulirkan. Misalnya bagaimana dukungan pihak pemangku kebijakan dalam hal ini kepala sekolah sebagai pemimpin tertinggi pada institusi pendidikan khususnya sekolah? Seperti apa respon warga sekolah (rekan sejawat, orang tua dan murid) dalam merespon program yang di gulirkan? Serta bagaimana respon dan konsistensi murid dalam berpatisipasi mewujudkan upaya penerapan budaya positif sekolah.
Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan, maka digulirkannlah sebuah program dengan yang mengoptimalkan potensi potensi yang dimiliki sekolah untuk menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi melalui beragam kegiatan dalam rangka menciptakan ekosistem sekolah yang positif dalam rangka menumbuh kembangkan karakter-karakter positif pada murid. Program yang digulirkan adalah BERSERI, Asik. BERSERI sendiri merupakan akronim dari (Bersih, Rapi dan Berbudi Pekerti), dilaksanakan dengan beragam kegiatan yang ringan, menyenangkan (asik) untuk dilakukan oleh warga sekolah termasuk murid. Ragam kegiatan dan program BERSERI tersebut antara lain, membuat kesepakatan kelas bersama murid, melaksanakan restitusi untuk disiplin positif, melaksanakan agenda Jum’at berseri yang didalamnya meliputi baktivitas senam pagi bersama, literasi budi pekerti, kerja bakti (operasi semut) dan beragam permainan yang menyenangkan.
Tiada usaha yang tak membuahkan hasil, begitupun dengan program BERSERI tersebut. Beberapa hal positif yang muncul dengan dilaksanakannya kegiatan demi kegiatan dari pogram tersebut antara lain. Dukungan yang semakin kuat dari kepala sekolah terhadap program-program merdeka belajar lainnya. Meningkatnya kolaborasi antar warga sekolah dalam mewujudkan program-program merdeka belajar yang ditandai dengan bertambahnya guru-guru disekolah yang mencoba menerapkan kesepakatan kelas, melakukan restitusi dalam rangka mewujudkan disiplin positif. Tumbuhnya kesadaran murid untuk bertindak dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini, serta terwujudnya budaya positif di sekolah secara bertahap.
Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.