Temu Pendidik Nusantara XIII

Select Language

Berkendara Dengan Monotrans Energi

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

Pendidikan adalah investasi yang sangat penting dan menjadi prasyarat kemajuan peradaban sebuah negara. Pendidikan Indonesia menerapkan kurikulum baru yaitu kurikulum merdeka sebagai jawaban dari tantangan era digitalisasi yang sejalan dengan pembelajaran abad 21. Pembelajaran abad 21 merupakan sebuah tantangan positif bagi guru. Guru diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup baik dalam mendesain pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Guru tidak hanya berperan sebagai pusat sumber belajar tetapi juga berperan sebagai fasilitator, motivator, dan inspirator bagi siswa. Selain itu, guru diharapkan mampu menelusuri permasalahan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran.

Sebagai seorang guru kelas IV, saya melakukan penelusuran tentang permasalahan yang terjadi di kelas pada mata pelajaran IPAS. Hasil penelusuran yang saya peroleh adalah pemahaman siswa terhadap topik transformasi energi masih rendah sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Beberapa hal yang mempengaruhi permasalahan tersebut yaitu motivasi belajar siswa yang masih rendah, guru belum melaksanakan pembelajaran inovatif, dan fasilitas sekolah yang belum lengkap.

Pada awalnya saya mengajarkan topik transformasi energi hanya dengan menggunakan buku sebagai panduan pembelajaran dan belum menggunakan media pembelajaran yang menarik. Ternyata hal ini kurang efektif bagi siswa untuk memahami topik transformasi energi. Gaya dan minat belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas menjadi tantangan bagi saya. Di sekolah tempat saya mengajar, siswa lebih cenderung menyukai hal-hal yang bersifat permainan yang menyenangkan agar mampu meningkatkan motivasi belajar. Tantangan inilah yang memotivasi saya untuk berinovasi dalam pembuatan media pembelajaran berbasis permainan dan penyusunan modul ajar dengan menerapkan metode pembelajaran yang tepat.

Berkendara (Berpikir kreatif, nalar kritis, dan rasional) dengan monotrans energi merupakan jawaban dari tantangan yang saya hadapi. Monotrans energi adalah alat permainan menyerupai permainan monopoli yang termodifikasi menjadi game edukasi tentang tranformasi energi. Monotrans energi terdiri dari papan kertas transformasi energi, kartu energi, kartu transformasi energi, kartu pertanyaan, kartu jawaban, pion, dadu, dan panduan tata cara bermain. Cara bermain monotrans energi yaitu menentukan giliran bermain dengan menggunakan dadu kemudian menjalankan pion. Apabila pion berada pada area benda yang mengalami transformasi energi maka pemain mencari 2 buah kartu energi yang tepat, jika jawaban benar memperoleh skor 10. Apabila pion berada pada area pertanyaan maka pemain mencari kartu jawaban yang tepat, jika jawaban benar memperoleh skor 20. Apabila pion berada pada area PLTU/ PLTS/ PLTA maka pemain menyebutkan dan menjelaskan proses yang terjadi dengan mencari 2 buah kartu energi yang tepat, jika jawaban benar memperoleh skor 30. Pemain yang memperoleh skor tertinggi akan menjadi pemenang.

Saya memadukan monotrans energi dengan metode pembelajaran Edutainment berbasis Guided Discovery Learning dalam penyusunan modul ajar. Selain media dan modul ajar, saya juga menyajikan video pembelajaran tentang transformasi energi. Hasil dari pembelajaran berkendara dengan monotrans energi yaitu motivasi belajar siswa meningkat terlihat pada saat bermain monotrans energi; siswa mampu memahami konsep tanpa proses menghafal; siswa mampu berpikir kreatif, nalar kritis, dan rasional; dan penilaian hasil belajar siswa meningkat berdasarkan hasil pretest dan post test. Pembelajaran bermakna bagi siswa dapat tercipta apabila guru mampu menerapkan model dan metode pembelajaran yang inovatif, menciptakan media pembelajaran yang menarik, dan memanfaatkan fasilitas sekolah secara maksimal.

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.