Murid saya sering bertanya untuk apa matematika dipelajari. Pertanyaan ini muncul ketika mereka sudah merasa sulit dalam belalar matematika. untuk itu saya membuat Pembelajaran proyek matematika Invoice ini.
Murid saya sering bertanya untuk apa matematika dipelajari. Pertanyaan ini muncul ketika mereka sudah merasa sulit dalam belalar matematika. untuk itu saya membuat Pembelajaran proyek matematika Invoice ini.
Matematika merupakan ilmu yang abstrak. semakin tinggi jenjangnya maka semakin abstrak pula materi matematika. Sebagai guru matematika SMA saya sering menerima pertanyaan dari murid-murid. “Bu untuk apa to kita belajar matematika?”. Atau komentar yang lain “ Di kehidupan saya nanti paling hanya membutuhkan keterampilan mengali, membagi, mengurang, menambah bu’. Dan biasanya mereka melontarkan ini setelah menemui kesulitan dalam belajar matematika.
Tahun lalu di semester 2 saya mengajar fungsi dan komposisi fungsi. Materi ini menjadi dasar dalam berbagai disiplin ilmu seperti ekonomi, fisika, kimia dan masih banyak lagi yang lainnya. Untuk itu saya ingin murid-murid saya benar-benar memahami konsep fungsi dan komposisi fungsi ini.
Tantangannya adalah bagaimana saya harus merancang pembelajaran fungsi dan komposisi fungsi ini agar pertanyaan-pertanyaan seperti diatas tidak akan terjadi lagi. Bagaimana saya bisa memahamkan murid bahwa matematika terutama materi fungsi dan komposisi ini sangat dekat dengan kehidupannya. Sehingga mereka tidak merasa bahwa matematika ilmu yang hanya ada di awang-awang.
Akhirnya saya mulai mencari-cari bagaimana fungsi dan komposisi fungsi ini dekat dengan kehidupan. Memang tidak mudah, saya harus rela meluangkan waktu untuk mencari sumber materi. Saya menemukan bahwa fungsi dalam kehidupan sehari-hari berkaitan erat dengan sistem pembayaran peminjaman bank, pembayaran belanja setelah diskon tunggal ataupun diskon ganda, merubah satuan suhu udara dari Fahrenheit ke celcius, menghitung jarak tempuh kendaraan, dan masih banyak lagi yang lain.
Pada materi fungsi saya perkenalkan mereka dengan masalah-masalah tersebut utamanya yang menghitung diskon. Karena diskon ini hal yang menarik ketika mereka jalan-jalan ke mall. Saya memantiknya dengan pertanyaan ,” Apa sih yang kamu suka ketika kamu jalan-jalan ke mall?’. Hasil jawaban mereka beragam. Ada yang menjawab baju model baru, mencari food court, dan bermain di pusat permainan. Saya terus bertanya sampai ada yang menjawab diskon. Hal ini sangat menantang, karena kita harus membuat pertanyaan yang jawabannya sesuai dengan yang kita harapkan. Ini juga melatih anak untuk terus mengingat pengalamannya dan mengamati dunia sekitarnya.
Setelah materi fungsi, kemudian murid-murid masuk materi komposisi fungsi. Saya awali materi ini dengan pertanyaan,” Apa saja macam-macam diskon yang diberikan di mall?”. Jawaban yang muncul diantaranya diskon 50%, diskon 30%, diskon 20%. Diskon 10%. Saya terus bertanya sampai jawaban anak muncul diskon 50% + 20% ataupun diskon lain yang berkaitan dengan dengan diskon ganda. Misal diskon 50% ditambah diskon voucher belanja. Diskon ganda ini merupakan aplikasi dari komposisi fungsi .
Kemudian murid-murid mengerjakan aktivitas menghitung diskon tunggal dan diskon ganda pada Lembar kerja. Dan di akhir materi mereka mengerjakan proyek membuat Invoice perusahaan secara berkelompok. Didalam Invoice tersebut harus ada barang-barang yang mendapatkan diskon, baik itu diskon tunggal maupun diskon ganda. Mereka membuat Invoice dengan menggunakan excel atau spreadsheet. Dari aktivitas ini saya menjadi tahu bahwa ternyata murid-murid saya banyak yang tidak bisa menggunakan excel atau spreadsheet. Tampaknya generasi yang sangat dekat dengan gadget ini hanya menggunakan gadget untuk game dan media social. Akhirnya saya menambahkan aktivitas pada lembar kerja yaitu menghitung dengan menggunakan aplikasi Excel atau spreadsheet. Dari aktivitas ini mereka menyadari bahwa menghitung dengan excel atau spreadsheet itu lebih cepat walaupun dengan rumus fungsi yang rumit. Hal lain yang mereka sadari adalah pentingnya letak tanda kurung pada rumus fungsi. Karena hal ini mempengaruhi urutan penghitungan matematika.
Dari aktivitas proyek matematika membuat Invoice ini murid murid memahami bahwa matematika itu sangat dekat dengan kehidupan. Hanya kita belum mengeksplore lebih jauh saja. Dan sudah tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan seperti untuk apa matematika dipelajari pada kelas fungsi dan komposisi ini.
Murid saya sering bertanya untuk apa matematika dipelajari. Pertanyaan ini muncul ketika mereka sudah merasa sulit dalam belalar matematika. untuk itu saya membuat Pembelajaran proyek matematika Invoice ini.
Matematika merupakan ilmu yang abstrak. semakin tinggi jenjangnya maka semakin abstrak pula materi matematika. Sebagai guru matematika SMA saya sering menerima pertanyaan dari murid-murid. “Bu untuk apa to kita belajar matematika?”. Atau komentar yang lain “ Di kehidupan saya nanti paling hanya membutuhkan keterampilan mengali, membagi, mengurang, menambah bu’. Dan biasanya mereka melontarkan ini setelah menemui kesulitan dalam belajar matematika.
Tahun lalu di semester 2 saya mengajar fungsi dan komposisi fungsi. Materi ini menjadi dasar dalam berbagai disiplin ilmu seperti ekonomi, fisika, kimia dan masih banyak lagi yang lainnya. Untuk itu saya ingin murid-murid saya benar-benar memahami konsep fungsi dan komposisi fungsi ini.
Tantangannya adalah bagaimana saya harus merancang pembelajaran fungsi dan komposisi fungsi ini agar pertanyaan-pertanyaan seperti diatas tidak akan terjadi lagi. Bagaimana saya bisa memahamkan murid bahwa matematika terutama materi fungsi dan komposisi ini sangat dekat dengan kehidupannya. Sehingga mereka tidak merasa bahwa matematika ilmu yang hanya ada di awang-awang.
Akhirnya saya mulai mencari-cari bagaimana fungsi dan komposisi fungsi ini dekat dengan kehidupan. Memang tidak mudah, saya harus rela meluangkan waktu untuk mencari sumber materi. Saya menemukan bahwa fungsi dalam kehidupan sehari-hari berkaitan erat dengan sistem pembayaran peminjaman bank, pembayaran belanja setelah diskon tunggal ataupun diskon ganda, merubah satuan suhu udara dari Fahrenheit ke celcius, menghitung jarak tempuh kendaraan, dan masih banyak lagi yang lain.
Pada materi fungsi saya perkenalkan mereka dengan masalah-masalah tersebut utamanya yang menghitung diskon. Karena diskon ini hal yang menarik ketika mereka jalan-jalan ke mall. Saya memantiknya dengan pertanyaan ,” Apa sih yang kamu suka ketika kamu jalan-jalan ke mall?’. Hasil jawaban mereka beragam. Ada yang menjawab baju model baru, mencari food court, dan bermain di pusat permainan. Saya terus bertanya sampai ada yang menjawab diskon. Hal ini sangat menantang, karena kita harus membuat pertanyaan yang jawabannya sesuai dengan yang kita harapkan. Ini juga melatih anak untuk terus mengingat pengalamannya dan mengamati dunia sekitarnya.
Setelah materi fungsi, kemudian murid-murid masuk materi komposisi fungsi. Saya awali materi ini dengan pertanyaan,” Apa saja macam-macam diskon yang diberikan di mall?”. Jawaban yang muncul diantaranya diskon 50%, diskon 30%, diskon 20%. Diskon 10%. Saya terus bertanya sampai jawaban anak muncul diskon 50% + 20% ataupun diskon lain yang berkaitan dengan dengan diskon ganda. Misal diskon 50% ditambah diskon voucher belanja. Diskon ganda ini merupakan aplikasi dari komposisi fungsi .
Kemudian murid-murid mengerjakan aktivitas menghitung diskon tunggal dan diskon ganda pada Lembar kerja. Dan di akhir materi mereka mengerjakan proyek membuat Invoice perusahaan secara berkelompok. Didalam Invoice tersebut harus ada barang-barang yang mendapatkan diskon, baik itu diskon tunggal maupun diskon ganda. Mereka membuat Invoice dengan menggunakan excel atau spreadsheet. Dari aktivitas ini saya menjadi tahu bahwa ternyata murid-murid saya banyak yang tidak bisa menggunakan excel atau spreadsheet. Tampaknya generasi yang sangat dekat dengan gadget ini hanya menggunakan gadget untuk game dan media social. Akhirnya saya menambahkan aktivitas pada lembar kerja yaitu menghitung dengan menggunakan aplikasi Excel atau spreadsheet. Dari aktivitas ini mereka menyadari bahwa menghitung dengan excel atau spreadsheet itu lebih cepat walaupun dengan rumus fungsi yang rumit. Hal lain yang mereka sadari adalah pentingnya letak tanda kurung pada rumus fungsi. Karena hal ini mempengaruhi urutan penghitungan matematika.
Dari aktivitas proyek matematika membuat Invoice ini murid murid memahami bahwa matematika itu sangat dekat dengan kehidupan. Hanya kita belum mengeksplore lebih jauh saja. Dan sudah tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan seperti untuk apa matematika dipelajari pada kelas fungsi dan komposisi ini.
Good practice before revised
Good practice elaboration
Matematika merupakan ilmu yang abstrak. semakin tinggi jenjangnya maka semakin abstrak pula materi matematika. Sebagai guru matematika SMA saya sering menerima pertanyaan dari murid-murid. “Bu untuk apa to kita belajar matematika?”. Atau komentar yang lain “ Di kehidupan saya nanti paling hanya membutuhkan keterampilan mengali, membagi, mengurang, menambah bu’. Dan biasanya mereka melontarkan ini setelah menemui kesulitan dalam belajar matematika.
Tahun lalu di semester 2 saya mengajar fungsi dan komposisi fungsi. Materi ini menjadi dasar dalam berbagai disiplin ilmu seperti ekonomi, fisika, kimia dan masih banyak lagi yang lainnya. Untuk itu saya ingin murid-murid saya benar-benar memahami konsep fungsi dan komposisi fungsi ini.
Tantangannya adalah bagaimana saya harus merancang pembelajaran fungsi dan komposisi fungsi ini agar pertanyaan-pertanyaan seperti diatas tidak akan terjadi lagi. Bagaimana saya bisa memahamkan murid bahwa matematika terutama materi fungsi dan komposisi ini sangat dekat dengan kehidupannya. Sehingga mereka tidak merasa bahwa matematika ilmu yang hanya ada di awang-awang.
Akhirnya saya mulai mencari-cari bagaimana fungsi dan komposisi fungsi ini dekat dengan kehidupan. Memang tidak mudah, saya harus rela meluangkan waktu untuk mencari sumber materi. Saya menemukan bahwa fungsi dalam kehidupan sehari-hari berkaitan erat dengan sistem pembayaran peminjaman bank, pembayaran belanja setelah diskon tunggal ataupun diskon ganda, merubah satuan suhu udara dari Fahrenheit ke celcius, menghitung jarak tempuh kendaraan, dan masih banyak lagi yang lain.
Pada materi fungsi saya perkenalkan mereka dengan masalah-masalah tersebut utamanya yang menghitung diskon. Karena diskon ini hal yang menarik ketika mereka jalan-jalan ke mall. Saya memantiknya dengan pertanyaan ,” Apa sih yang kamu suka ketika kamu jalan-jalan ke mall?’. Hasil jawaban mereka beragam. Ada yang menjawab baju model baru, mencari food court, dan bermain di pusat permainan. Saya terus bertanya sampai ada yang menjawab diskon. Hal ini sangat menantang, karena kita harus membuat pertanyaan yang jawabannya sesuai dengan yang kita harapkan. Ini juga melatih anak untuk terus mengingat pengalamannya dan mengamati dunia sekitarnya.
Setelah materi fungsi, kemudian murid-murid masuk materi komposisi fungsi. Saya awali materi ini dengan pertanyaan,” Apa saja macam-macam diskon yang diberikan di mall?”. Jawaban yang muncul diantaranya diskon 50%, diskon 30%, diskon 20%. Diskon 10%. Saya terus bertanya sampai jawaban anak muncul diskon 50% + 20% ataupun diskon lain yang berkaitan dengan dengan diskon ganda. Misal diskon 50% ditambah diskon voucher belanja. Diskon ganda ini merupakan aplikasi dari komposisi fungsi .
Kemudian murid-murid mengerjakan aktivitas menghitung diskon tunggal dan diskon ganda pada Lembar kerja. Dan di akhir materi mereka mengerjakan proyek membuat Invoice perusahaan secara berkelompok. Didalam Invoice tersebut harus ada barang-barang yang mendapatkan diskon, baik itu diskon tunggal maupun diskon ganda. Mereka membuat Invoice dengan menggunakan excel atau spreadsheet. Dari aktivitas ini saya menjadi tahu bahwa ternyata murid-murid saya banyak yang tidak bisa menggunakan excel atau spreadsheet. Tampaknya generasi yang sangat dekat dengan gadget ini hanya menggunakan gadget untuk game dan media social. Akhirnya saya menambahkan aktivitas pada lembar kerja yaitu menghitung dengan menggunakan aplikasi Excel atau spreadsheet. Dari aktivitas ini mereka menyadari bahwa menghitung dengan excel atau spreadsheet itu lebih cepat walaupun dengan rumus fungsi yang rumit. Hal lain yang mereka sadari adalah pentingnya letak tanda kurung pada rumus fungsi. Karena hal ini mempengaruhi urutan penghitungan matematika.
Dari aktivitas proyek matematika membuat Invoice ini murid murid memahami bahwa matematika itu sangat dekat dengan kehidupan. Hanya kita belum mengeksplore lebih jauh saja. Dan sudah tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan seperti untuk apa matematika dipelajari pada kelas fungsi dan komposisi ini.
If you experience problems scrolling, scroll outside of the area Live Chat which is black.