Copy paste administrasi sekolah menjadi polemik tersendiri yang sebenarnya perlu dihindari oleh kalangan kepala sekolah dan guru. Begitupun dengan seperangkat kurikulum atau KOSP yang merupakan buku wajib serta panduan proses pendidikan dan pembelajaran yang harus ada di sekolah. KOSP pada kurikulum merdeka menekankan bahwa harus sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, maka dari itu KOSP tidak bisa copy paste karena karakteristik setiap sekolah berbeda. Melihat atau mempelajari KOSP sekolah lain tidak dilarang atau bahkan dianjurkan, namun hindari penggunaan KOSP sekolah lain secara keseluruhan atau hanya mengganti identitas saja. Amati Tiru Modifikasi (ATM) istilah yang harus kita lakukan, sesuaikan dengan karakteristik satuan pendidikan kita.
Berbicara mengenai tantangan untuk membuat KOSP ini yaitu kekurangpahaman akan satuan pendidikan bagaimana membuat KOSP dan pentingnya KOSP yang sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan. Membuat serangkaian format untuk menganalisa satuan pendidikan serta bagaimana proses untuk pembuatan KOSP ini menjadi sebuah tantangan yang harus dicarikan solusinya.
PDCA merupakan salah satu metode untuk pembuatan KOSP serta dapat memecahkan permasalahan dari tantangan dalam pembuatan KOSP. Dengan alur P (Plan=Perencanaan) D (Do=lakukan) C (Check=Pemeriksaan) dan A (Act=Tindak lanjut) akan memudahkan tim pengembang kurikulum dalam membuat KOSP sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan.
Di alur Plan ini tahap perencanaan yang dimulai dengan identifikasi masalah. Merencanakan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pembuatan KOSP. Ada banyak yang harus direncanakan yaitu mempelajari Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional di Sekolah (Kemendikbudristek), Keputusan Mendikburistek No. 56//M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran, Keputusan Mendikbudristek No. 262/M/2022 tentang Perubahan Atas Keputusan Mendikburistek No. 56//M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran, Naskah Akademik Profil Pelajar Pancasila Kemdikbudristek Tahun 2020, Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila , Kemdikbudristek Tahun 2022 dan Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbudristek Tahun 2022. Selanjutnua merencanakan dan membuat tim pengembang Kurikulum SDN Puncak 2, format refleksi visi dan misi, angket pertanyaan untuk Guru, siswa dan orang tua mengenai pembelajaran dan karakteristik sekolah, format pemetaan asset lingkungan sekolah, Membuat format analisis SWOT dan membuat Rundown Penyusunan KOSP SDN Puncak 2.
Pada alur Do atau lakukan, tim pengembang harus mulai menjalankan hal-hal yang telah direncanakan, meliputi kegiatan-kegiatan yang merupakan solusi yang sudah dirancang pada tahap pertama. Melihat dari program yang telah disusun pada alur Plan atau perencanaan. Dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati. Sedangkan alur Check atau melakukan pemeriksaan alur pada tahap Plan dan Do. Hal ini tentunya sesuai dengan format yang telah dibuat dan disepakati. Pada Alur Act atau tindak lanjut seluruh aspek proses telah diperbaiki berdasarkan evaluasi dari fase Do dan Check yang mengidentifikasi masalah dalam implementasi rencana.
Pembuatan KOSP secara sistematis dan terencana menjadikan sebuah perbaikan dalam pembuatan KOSP pada tahun sebelumnya. Melalui metode PDCA ini pembuatan KOSP semakin mudah dan tentunya sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan. Tim pengembang kurikulum dengan mudah dalam pembuatan KOSP ini. Apalagi dalam perencanaan projek penguatan profil pelajar pancasila, melalui alur ini benar-benar menganalisa permasalahan yang ada di satuan pendidikan untuk dijadikan sebuah projek. Sehingga siswa dan guru akan mudah dalam pelaksanaan projek ini karena faktual dan konstektual