Praktik baik kepemimpinan sekolah dalam membangun kolaborasi orangtua dan guru.
Praktik baik kepemimpinan sekolah dalam membangun kolaborasi orangtua dan guru.
Kondisi murid yang beragam dari kelas 1 sampai kelas 6 menjadikan pembelajaran harus disajikan secara bervariasi oleh setiap guru dan permasalahan yang muncul ketika proses pembelajaran pun jadi beragam.
Keberagaman kondisi murid tersebut diantaranya adalah karena latar belakang pendidikan dan pola asuh orang tua yang berbeda sehingga menyebabkan tidak maksimalnya stimulasi yang diberikan kepada anak yang notabene telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kecerdasan yang beragam.
Banyak orang tua yang mengeluh bagaimana cara mengajarkan membaca, menulis, berhitung, dan ilmu pengetahuan lainnya kepada anaknya. Apalagi ketika mereka melihat ada beberapa anak yang begitu mudahnya menguasai beberapa bidang ilmu sekaligus dan terkesan tanpa hambatan. Begitu juga dengan sebagian guru merasakan hal yang sama.
Saya merasa ada sesuatu yang harus dilakukan untuk membantu para orang tua dalam mengatasi permasalahan yang mereka rasakan selama ini. Jika para orang tua dan semua guru memahami cara yang tepat ketika mendampingi anak-anak mereka belajar sesuai dengan bakat dan minat serta modalitas yang dimilikinya juga kecerdasan majemuk yang dianugerahkan Tuhan kepada anak- anaknya, tentu hal ini akan sangat membantu.
Saya juga mendengar orang tua merasa gelisah, bingung, marah, sedih melihat kesulitan belajar yang dihadapi anak- anak mereka, dan juga merasa aneh, heran dan takjub melihat kehebatan beberapa anak yang memiliki kecerdasan ganda atau yang sering dikenal dengan istilah multitalenta.
Anak-anak juga merasa tidak nyaman ketika mereka dibanding-bandingkan dengan teman- temannya atau bahkan saudaranya sendiri.
Saya menginginkan para orang tua dapat menyadari bahwa setiap anak cerdas. Tuhan telah memberikan kepada setiap anak anugerah kecerdasan yang beragam disertai bakat dan minat yang berbeda serta gaya belajar yang berbeda.
Saya juga berharap orang tua dapat mengenali ciri-ciri dari tiap jenis kecerdasan pada diri anak yang bisa diamati dalam sikap kesehariannya. Sehingga para orang tua dapat memahami cara menstimulasi setiap jenis kecerdasan anak yang sudah diketahuinya disesuaikan dengan modalitas yang menyertai minat dan bakat anak tersebut.
Sekolah dapat berkolaborasi dengan orangtua untuk mewujudkan anak yang merasa nyaman dan tenang belajar sesuai dengan kecerdasan yang ia miliki, bakat dan minat serta gaya belajar yang dianugerahkan kepadanya.
Memberikan pemahaman kepada orang tua murid perlu seseorang yang ahli di bidang ilmu kejiwaan yang berprofesi sebagai psikolog. Ilmu psikologi yang dibutuhkan adalah bidang psikologi perkembangan anak usia dini, kecerdasan majemuk, bakat dan minat, serta modalitas atau gaya belajar anak.
Anak- anak jangan sampai menjadi korban ketidaktahuan orang tua dan guru dalam ilmu psikologi sehubungan dengan kecerdasan majemuk, bakat dan minat juga modalitas/ gaya belajar anak.
Sebagian orang tua murid gelisah karena melihat perkembangan anak yang agak lambat dan malas belajar ketika berada di rumah. Sebagian guru juga merasa resah ketika mendampingi anak belajar di sekolah yang terkesan kurang fokus dan agak lambat memahami pelajaran.
Kurang tepatnya stimulus yang diberikan kepada anak atau bahkan tidak diberikan sama sekali ketika mereka memperlihatkan sikap yang mengisyaratkan jenis kecerdasan yang dimilikinya.
Saya mencoba untuk menggerakkan agar sekolah dapat memfasilitasi kolaborasi dengan orangtua dengan menetapkan waktu, tempat pertemuan, dan fasilitas presentasi agar semua materi bisa dengan mudah dipahami.
Saya berupaya mengidentifikasi pekerjaan orang tua murid dari kelas 1 sampai kelas 6 yang berprofesi sebagai psikolog. Ternyata salah satu dari orang tua murid kelas 1 B yang bernama Nur Arimilawati Nababan, M.Psi Psikolog adalah seorang psikolog dan ternyata beliau sangat perhatian terhadap dunia pendidikan khususnya di SD Negeri 1 Barabai Timur.
Mengkomunikasikan permasalahan tersebut kepada orang tua murid yang berprofesi sebagai psikolog. Dari hasil pembicaraan dan pengamatan terhadap sikap anak dan orang tua perlu digelar acara seminar parenting di sekolah.
Mendiskusikan materi yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Menurut Ibu Ari, materi yang dibutuhkan orang tua murid dan guru adalah “Mengenal Kecerdasan Majemuk Anak”.
Saya mencoba untuk menetapkan waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan seminar parenting. Waktu pelaksanaan seminar parenting ditetapkan pada hari Sabtu, 20 Mei 2023. Kegiatan seminar dimulai pukul 10.00 WITA, bertempat di Ruang Pertemuan SD Negeri 1 Barabai Timur.
Untuk mempersiapkan kegiatan, saya membuat flyer acara seminar parenting, undangan dan daftar hadir serta kelengkapan soundsystem, LCD, dan dokumentasi acara. Saya juga mengkoordinasikan keperluan akomodasi kegiatan dalam menyediakan minuman dan snack.
Dalam kegiatan seminar parenting, saya mendampingi orang tua murid dan guru. Saya juga memotivasi orang tua dan guru untuk menyimak materi pada saat pemaparan. Saya juga berupaya memantik orang tua murid dan guru untuk mengajukan pertanyaan sesuai pengalaman masing-masing dalam mendampingi anak belajar.
Agar lebih berdampak dan berkelanjutan, saya membuat rencana program parenting minimal 1 x dalam 1 semester, atau 2 x dalam setahun. Saya juga menggerakkan paguyuban orang tua murid pada tiap kelas agar terjalin komunikasi yang baik dalam usaha pendampingan anak belajar baik di rumah maupun di sekolah.
Saya selalu berupaya menjalin komunikasi positif dengan orang tua murid untuk terus memberikan pemahaman tentang perkembangan anak.
Dampak perubahan yang terjadi, saya melihat pemahaman orang tua murid dan guru tentang semua anak cerdas dan semua anak istimewa mulai terasa.
Kita percaya bahwa Tuhan telah menganugerahkan kepada setiap anak kecerdasan majemuk yang perlu diberikan stimulasi oleh orang-orang dewasa di sekitarnya agar semua jenis kecerdasan itu berkembang maksimal. Tuhan telah menganugerahkan bakat dan minat yang berbeda pada tiap anak. Tuhan juga telah memberikan modalitas dan gaya belajar pada diri anak.
Orang tua dan guru menjadi tenang dalam mendampingi anak belajar baik di rumah maupun di sekolah tanpa membandingkan dengan anak lain.
Orang tua dan guru menyadari bahwa ternyata perlu terus belajar agar bisa mendampingi anak belajar. Karena tanpa ilmu yang relevan, kita tidak akan bisa memberikan layanan terbaik bagi anak- anak dan murid kita.
Orang tua dan guru juga menyadari bahwa setiap anak berkembang sesuai dengan kodratnya. Sehingga tugas orang tua dan guru adalah menuntun mereka agar bisa berkembang secara optimal, dan ini memerlukan ilmu pengetahuan yang relevan.
Dengan kesadaran tersebut, murid jadi nyaman belajar karena orang dewasa di sekitar telah memahami keunikan dan keistimewaannya. Dengan stimulasi tepat disesuaikan dengan gaya belajar dominan anakjuga bakat dan minatnya maka pintu pemahaman murid terbuka lebar ketika menerima informasi yang disampaikan. Murid menjadi cepat dalam menangkap dan memahami materi pelajaran.
Saya merasa senang, bisa menjalin kerja sama dengan orang tua murid untuk memberikan pemahaman tentang kecerdasan majemuk yang dimiliki anak kepada semua warga sekolah khusunya orang tua murid dan guru. Komunikasi terjalin dengan baik sehingga mudah menyampaikan permasalahan yang dihadapkan untuk bersama-sama mencari solusi.
Saya menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu ditingkatkan, terutama kerja sama dengan orang tua murid dalam peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan sekolah, kelengkapan pasilitas sekolah, sarana dan prasarana sekolah menuju era digitalisasi pendidikan, penguasaan bahasa Inggris praktis, pendidikan karakter dan anti perundungan agar anak merasa aman dan nyaman saat belajar di sekolah.
Praktik baik kepemimpinan sekolah dalam membangun kolaborasi orangtua dan guru.
Kondisi murid yang beragam dari kelas 1 sampai kelas 6 menjadikan pembelajaran harus disajikan secara bervariasi oleh setiap guru dan permasalahan yang muncul ketika proses pembelajaran pun jadi beragam.
Keberagaman kondisi murid tersebut diantaranya adalah karena latar belakang pendidikan dan pola asuh orang tua yang berbeda sehingga menyebabkan tidak maksimalnya stimulasi yang diberikan kepada anak yang notabene telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kecerdasan yang beragam.
Banyak orang tua yang mengeluh bagaimana cara mengajarkan membaca, menulis, berhitung, dan ilmu pengetahuan lainnya kepada anaknya. Apalagi ketika mereka melihat ada beberapa anak yang begitu mudahnya menguasai beberapa bidang ilmu sekaligus dan terkesan tanpa hambatan. Begitu juga dengan sebagian guru merasakan hal yang sama.
Saya merasa ada sesuatu yang harus dilakukan untuk membantu para orang tua dalam mengatasi permasalahan yang mereka rasakan selama ini. Jika para orang tua dan semua guru memahami cara yang tepat ketika mendampingi anak-anak mereka belajar sesuai dengan bakat dan minat serta modalitas yang dimilikinya juga kecerdasan majemuk yang dianugerahkan Tuhan kepada anak- anaknya, tentu hal ini akan sangat membantu.
Saya juga mendengar orang tua merasa gelisah, bingung, marah, sedih melihat kesulitan belajar yang dihadapi anak- anak mereka, dan juga merasa aneh, heran dan takjub melihat kehebatan beberapa anak yang memiliki kecerdasan ganda atau yang sering dikenal dengan istilah multitalenta.
Anak-anak juga merasa tidak nyaman ketika mereka dibanding-bandingkan dengan teman- temannya atau bahkan saudaranya sendiri.
Saya menginginkan para orang tua dapat menyadari bahwa setiap anak cerdas. Tuhan telah memberikan kepada setiap anak anugerah kecerdasan yang beragam disertai bakat dan minat yang berbeda serta gaya belajar yang berbeda.
Saya juga berharap orang tua dapat mengenali ciri-ciri dari tiap jenis kecerdasan pada diri anak yang bisa diamati dalam sikap kesehariannya. Sehingga para orang tua dapat memahami cara menstimulasi setiap jenis kecerdasan anak yang sudah diketahuinya disesuaikan dengan modalitas yang menyertai minat dan bakat anak tersebut.
Sekolah dapat berkolaborasi dengan orangtua untuk mewujudkan anak yang merasa nyaman dan tenang belajar sesuai dengan kecerdasan yang ia miliki, bakat dan minat serta gaya belajar yang dianugerahkan kepadanya.
Memberikan pemahaman kepada orang tua murid perlu seseorang yang ahli di bidang ilmu kejiwaan yang berprofesi sebagai psikolog. Ilmu psikologi yang dibutuhkan adalah bidang psikologi perkembangan anak usia dini, kecerdasan majemuk, bakat dan minat, serta modalitas atau gaya belajar anak.
Anak- anak jangan sampai menjadi korban ketidaktahuan orang tua dan guru dalam ilmu psikologi sehubungan dengan kecerdasan majemuk, bakat dan minat juga modalitas/ gaya belajar anak.
Sebagian orang tua murid gelisah karena melihat perkembangan anak yang agak lambat dan malas belajar ketika berada di rumah. Sebagian guru juga merasa resah ketika mendampingi anak belajar di sekolah yang terkesan kurang fokus dan agak lambat memahami pelajaran.
Kurang tepatnya stimulus yang diberikan kepada anak atau bahkan tidak diberikan sama sekali ketika mereka memperlihatkan sikap yang mengisyaratkan jenis kecerdasan yang dimilikinya.
Saya mencoba untuk menggerakkan agar sekolah dapat memfasilitasi kolaborasi dengan orangtua dengan menetapkan waktu, tempat pertemuan, dan fasilitas presentasi agar semua materi bisa dengan mudah dipahami.
Saya berupaya mengidentifikasi pekerjaan orang tua murid dari kelas 1 sampai kelas 6 yang berprofesi sebagai psikolog. Ternyata salah satu dari orang tua murid kelas 1 B yang bernama Nur Arimilawati Nababan, M.Psi Psikolog adalah seorang psikolog dan ternyata beliau sangat perhatian terhadap dunia pendidikan khususnya di SD Negeri 1 Barabai Timur.
Mengkomunikasikan permasalahan tersebut kepada orang tua murid yang berprofesi sebagai psikolog. Dari hasil pembicaraan dan pengamatan terhadap sikap anak dan orang tua perlu digelar acara seminar parenting di sekolah.
Mendiskusikan materi yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Menurut Ibu Ari, materi yang dibutuhkan orang tua murid dan guru adalah “Mengenal Kecerdasan Majemuk Anak”.
Saya mencoba untuk menetapkan waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan seminar parenting. Waktu pelaksanaan seminar parenting ditetapkan pada hari Sabtu, 20 Mei 2023. Kegiatan seminar dimulai pukul 10.00 WITA, bertempat di Ruang Pertemuan SD Negeri 1 Barabai Timur.
Untuk mempersiapkan kegiatan, saya membuat flyer acara seminar parenting, undangan dan daftar hadir serta kelengkapan soundsystem, LCD, dan dokumentasi acara. Saya juga mengkoordinasikan keperluan akomodasi kegiatan dalam menyediakan minuman dan snack.
Dalam kegiatan seminar parenting, saya mendampingi orang tua murid dan guru. Saya juga memotivasi orang tua dan guru untuk menyimak materi pada saat pemaparan. Saya juga berupaya memantik orang tua murid dan guru untuk mengajukan pertanyaan sesuai pengalaman masing-masing dalam mendampingi anak belajar.
Agar lebih berdampak dan berkelanjutan, saya membuat rencana program parenting minimal 1 x dalam 1 semester, atau 2 x dalam setahun. Saya juga menggerakkan paguyuban orang tua murid pada tiap kelas agar terjalin komunikasi yang baik dalam usaha pendampingan anak belajar baik di rumah maupun di sekolah.
Saya selalu berupaya menjalin komunikasi positif dengan orang tua murid untuk terus memberikan pemahaman tentang perkembangan anak.
Dampak perubahan yang terjadi, saya melihat pemahaman orang tua murid dan guru tentang semua anak cerdas dan semua anak istimewa mulai terasa.
Kita percaya bahwa Tuhan telah menganugerahkan kepada setiap anak kecerdasan majemuk yang perlu diberikan stimulasi oleh orang-orang dewasa di sekitarnya agar semua jenis kecerdasan itu berkembang maksimal. Tuhan telah menganugerahkan bakat dan minat yang berbeda pada tiap anak. Tuhan juga telah memberikan modalitas dan gaya belajar pada diri anak.
Orang tua dan guru menjadi tenang dalam mendampingi anak belajar baik di rumah maupun di sekolah tanpa membandingkan dengan anak lain.
Orang tua dan guru menyadari bahwa ternyata perlu terus belajar agar bisa mendampingi anak belajar. Karena tanpa ilmu yang relevan, kita tidak akan bisa memberikan layanan terbaik bagi anak- anak dan murid kita.
Orang tua dan guru juga menyadari bahwa setiap anak berkembang sesuai dengan kodratnya. Sehingga tugas orang tua dan guru adalah menuntun mereka agar bisa berkembang secara optimal, dan ini memerlukan ilmu pengetahuan yang relevan.
Dengan kesadaran tersebut, murid jadi nyaman belajar karena orang dewasa di sekitar telah memahami keunikan dan keistimewaannya. Dengan stimulasi tepat disesuaikan dengan gaya belajar dominan anakjuga bakat dan minatnya maka pintu pemahaman murid terbuka lebar ketika menerima informasi yang disampaikan. Murid menjadi cepat dalam menangkap dan memahami materi pelajaran.
Saya merasa senang, bisa menjalin kerja sama dengan orang tua murid untuk memberikan pemahaman tentang kecerdasan majemuk yang dimiliki anak kepada semua warga sekolah khusunya orang tua murid dan guru. Komunikasi terjalin dengan baik sehingga mudah menyampaikan permasalahan yang dihadapkan untuk bersama-sama mencari solusi.
Saya menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu ditingkatkan, terutama kerja sama dengan orang tua murid dalam peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan sekolah, kelengkapan pasilitas sekolah, sarana dan prasarana sekolah menuju era digitalisasi pendidikan, penguasaan bahasa Inggris praktis, pendidikan karakter dan anti perundungan agar anak merasa aman dan nyaman saat belajar di sekolah.
Praktik baik Sebelum Direvisi
Elaborasi Praktik Baik
Kondisi murid yang beragam dari kelas 1 sampai kelas 6 menjadikan pembelajaran harus disajikan secara bervariasi oleh setiap guru dan permasalahan yang muncul ketika proses pembelajaran pun jadi beragam.
Keberagaman kondisi murid tersebut diantaranya adalah karena latar belakang pendidikan dan pola asuh orang tua yang berbeda sehingga menyebabkan tidak maksimalnya stimulasi yang diberikan kepada anak yang notabene telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kecerdasan yang beragam.
Banyak orang tua yang mengeluh bagaimana cara mengajarkan membaca, menulis, berhitung, dan ilmu pengetahuan lainnya kepada anaknya. Apalagi ketika mereka melihat ada beberapa anak yang begitu mudahnya menguasai beberapa bidang ilmu sekaligus dan terkesan tanpa hambatan. Begitu juga dengan sebagian guru merasakan hal yang sama.
Saya merasa ada sesuatu yang harus dilakukan untuk membantu para orang tua dalam mengatasi permasalahan yang mereka rasakan selama ini. Jika para orang tua dan semua guru memahami cara yang tepat ketika mendampingi anak-anak mereka belajar sesuai dengan bakat dan minat serta modalitas yang dimilikinya juga kecerdasan majemuk yang dianugerahkan Tuhan kepada anak- anaknya, tentu hal ini akan sangat membantu.
Saya juga mendengar orang tua merasa gelisah, bingung, marah, sedih melihat kesulitan belajar yang dihadapi anak- anak mereka, dan juga merasa aneh, heran dan takjub melihat kehebatan beberapa anak yang memiliki kecerdasan ganda atau yang sering dikenal dengan istilah multitalenta.
Anak-anak juga merasa tidak nyaman ketika mereka dibanding-bandingkan dengan teman- temannya atau bahkan saudaranya sendiri.
Saya menginginkan para orang tua dapat menyadari bahwa setiap anak cerdas. Tuhan telah memberikan kepada setiap anak anugerah kecerdasan yang beragam disertai bakat dan minat yang berbeda serta gaya belajar yang berbeda.
Saya juga berharap orang tua dapat mengenali ciri-ciri dari tiap jenis kecerdasan pada diri anak yang bisa diamati dalam sikap kesehariannya. Sehingga para orang tua dapat memahami cara menstimulasi setiap jenis kecerdasan anak yang sudah diketahuinya disesuaikan dengan modalitas yang menyertai minat dan bakat anak tersebut.
Sekolah dapat berkolaborasi dengan orangtua untuk mewujudkan anak yang merasa nyaman dan tenang belajar sesuai dengan kecerdasan yang ia miliki, bakat dan minat serta gaya belajar yang dianugerahkan kepadanya.
Memberikan pemahaman kepada orang tua murid perlu seseorang yang ahli di bidang ilmu kejiwaan yang berprofesi sebagai psikolog. Ilmu psikologi yang dibutuhkan adalah bidang psikologi perkembangan anak usia dini, kecerdasan majemuk, bakat dan minat, serta modalitas atau gaya belajar anak.
Anak- anak jangan sampai menjadi korban ketidaktahuan orang tua dan guru dalam ilmu psikologi sehubungan dengan kecerdasan majemuk, bakat dan minat juga modalitas/ gaya belajar anak.
Sebagian orang tua murid gelisah karena melihat perkembangan anak yang agak lambat dan malas belajar ketika berada di rumah. Sebagian guru juga merasa resah ketika mendampingi anak belajar di sekolah yang terkesan kurang fokus dan agak lambat memahami pelajaran.
Kurang tepatnya stimulus yang diberikan kepada anak atau bahkan tidak diberikan sama sekali ketika mereka memperlihatkan sikap yang mengisyaratkan jenis kecerdasan yang dimilikinya.
Saya mencoba untuk menggerakkan agar sekolah dapat memfasilitasi kolaborasi dengan orangtua dengan menetapkan waktu, tempat pertemuan, dan fasilitas presentasi agar semua materi bisa dengan mudah dipahami.
Saya berupaya mengidentifikasi pekerjaan orang tua murid dari kelas 1 sampai kelas 6 yang berprofesi sebagai psikolog. Ternyata salah satu dari orang tua murid kelas 1 B yang bernama Nur Arimilawati Nababan, M.Psi Psikolog adalah seorang psikolog dan ternyata beliau sangat perhatian terhadap dunia pendidikan khususnya di SD Negeri 1 Barabai Timur.
Mengkomunikasikan permasalahan tersebut kepada orang tua murid yang berprofesi sebagai psikolog. Dari hasil pembicaraan dan pengamatan terhadap sikap anak dan orang tua perlu digelar acara seminar parenting di sekolah.
Mendiskusikan materi yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Menurut Ibu Ari, materi yang dibutuhkan orang tua murid dan guru adalah “Mengenal Kecerdasan Majemuk Anak”.
Saya mencoba untuk menetapkan waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan seminar parenting. Waktu pelaksanaan seminar parenting ditetapkan pada hari Sabtu, 20 Mei 2023. Kegiatan seminar dimulai pukul 10.00 WITA, bertempat di Ruang Pertemuan SD Negeri 1 Barabai Timur.
Untuk mempersiapkan kegiatan, saya membuat flyer acara seminar parenting, undangan dan daftar hadir serta kelengkapan soundsystem, LCD, dan dokumentasi acara. Saya juga mengkoordinasikan keperluan akomodasi kegiatan dalam menyediakan minuman dan snack.
Dalam kegiatan seminar parenting, saya mendampingi orang tua murid dan guru. Saya juga memotivasi orang tua dan guru untuk menyimak materi pada saat pemaparan. Saya juga berupaya memantik orang tua murid dan guru untuk mengajukan pertanyaan sesuai pengalaman masing-masing dalam mendampingi anak belajar.
Agar lebih berdampak dan berkelanjutan, saya membuat rencana program parenting minimal 1 x dalam 1 semester, atau 2 x dalam setahun. Saya juga menggerakkan paguyuban orang tua murid pada tiap kelas agar terjalin komunikasi yang baik dalam usaha pendampingan anak belajar baik di rumah maupun di sekolah.
Saya selalu berupaya menjalin komunikasi positif dengan orang tua murid untuk terus memberikan pemahaman tentang perkembangan anak.
Dampak perubahan yang terjadi, saya melihat pemahaman orang tua murid dan guru tentang semua anak cerdas dan semua anak istimewa mulai terasa.
Kita percaya bahwa Tuhan telah menganugerahkan kepada setiap anak kecerdasan majemuk yang perlu diberikan stimulasi oleh orang-orang dewasa di sekitarnya agar semua jenis kecerdasan itu berkembang maksimal. Tuhan telah menganugerahkan bakat dan minat yang berbeda pada tiap anak. Tuhan juga telah memberikan modalitas dan gaya belajar pada diri anak.
Orang tua dan guru menjadi tenang dalam mendampingi anak belajar baik di rumah maupun di sekolah tanpa membandingkan dengan anak lain.
Orang tua dan guru menyadari bahwa ternyata perlu terus belajar agar bisa mendampingi anak belajar. Karena tanpa ilmu yang relevan, kita tidak akan bisa memberikan layanan terbaik bagi anak- anak dan murid kita.
Orang tua dan guru juga menyadari bahwa setiap anak berkembang sesuai dengan kodratnya. Sehingga tugas orang tua dan guru adalah menuntun mereka agar bisa berkembang secara optimal, dan ini memerlukan ilmu pengetahuan yang relevan.
Dengan kesadaran tersebut, murid jadi nyaman belajar karena orang dewasa di sekitar telah memahami keunikan dan keistimewaannya. Dengan stimulasi tepat disesuaikan dengan gaya belajar dominan anakjuga bakat dan minatnya maka pintu pemahaman murid terbuka lebar ketika menerima informasi yang disampaikan. Murid menjadi cepat dalam menangkap dan memahami materi pelajaran.
Saya merasa senang, bisa menjalin kerja sama dengan orang tua murid untuk memberikan pemahaman tentang kecerdasan majemuk yang dimiliki anak kepada semua warga sekolah khusunya orang tua murid dan guru. Komunikasi terjalin dengan baik sehingga mudah menyampaikan permasalahan yang dihadapkan untuk bersama-sama mencari solusi.
Saya menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu ditingkatkan, terutama kerja sama dengan orang tua murid dalam peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan sekolah, kelengkapan pasilitas sekolah, sarana dan prasarana sekolah menuju era digitalisasi pendidikan, penguasaan bahasa Inggris praktis, pendidikan karakter dan anti perundungan agar anak merasa aman dan nyaman saat belajar di sekolah.
Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.