Guru di sekolah binaan saya, kurang memahami cara mengimplementasikan kurikulum merdeka. Kurikulum sudah berubah, namun cara mengajar guru saya masih sama. Mereka mengajar masih menuntaskan konten, mengabaikan kompetensi. Kemudian guru saya mengajar hanya menggunakan metode ceramah dan pembelajaran tidak berpusat pada peserta didik.Sementara di kurikulum merdeka kompetensi inti , materi esensial dan karakter murid sesuai profil pelajar pancasila menjadi fokus utama.Saya ingin guru di sekolah binaan saya dapat memahami cara mengimplementasikan kurikulum merdeka dengan memberdayakan komunitas sekolah. Di komunitas sekolah guru–guru saling berkolaborasi dan berbagi praktik baik.
Sebagian besar guru di sekolah binaan saya belum terbiasa belajar secara mandiri, pada hal pemerintah sudah menyediakan Platform Merdeka Mengajar ( PMM ). Platform ini sebagai sistim yang dirancang agar guru – guru bisa memahami dan mengimplementasikan kurikulum merdeka. Di Platform Merdeka Mengajar ini semua topik sudah tersedia, baik tentang kurikulum, Literasi Numerasi, transisi Paud ke SD, Asesmen Nasional dan lain lainnya. Selain itu, sebagian besar guru kurang mahir menggunakan IT. Umumnya yang sudah berumur di atas 50 tahun.Mereka kurang semangat untuk belajar. Sementara mereka harus mengikuti perkembangan zaman.
Untuk mewujudkan guru – guru yang memahami cara mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di sekolah binaan, saya melakukan beberapa aktivitas :Pertama, secara keseluruhan melalui kelompok kerja guru, saya mensosialisasikan regulasi, cara mengimplementasikan, dan platform yang bisa digunakan guru untuk mempelajari tentang kurikulum merdeka secara mandiri. Pemerintah sudah menyediakan platform merdeka mengajar ini secara gratis, dan semua gagasan terbaru tentang kurikulum merdeka sudah tersedia dalam platform ini.
Kedua, saya melibatkan semua sekolah binaan saya membuat komunitas praktisi. Selaku pengawas saya ikut mendampinginya. Komunitas ini sebagai wadah berkolaborasi dan berbagi dalam menemukan gagasan dan prinsip – prinsip merdeka, memecahkan masalah dan mencari solusinya. Di komunitas ini saya mendampingi guru yang masih gaptek, dan melibatkan guru yang sudah mahir dengan IT. Kegiatan komunitas ini dilaksanakan saat siswa sudah pulang sekolah.
Ketiga, saya melakukan pendampingan ke sekolah binaan secara kontiniu. Sekolah binaan saya umumnya masih meraba – raba tentang IKM. Kegiatan pendampingan sudah saya lakukan menjelang memasuki tahun ajaran baru. Banyak yang harus dipersiapkan guru dalam menyambut tahun ajaran baru. Dalam pendampingan ke sekolah binaan, saya mengajak guru penggerak. Saya sebagai narasumber 1, guru penggerak sebagai nara sumber 2. Saya sebagai pengawas harus memberdayakan guru penggerak.
Dengan usaha yang saya lakukan, sekarang semua sekolah binaan saya sudah paham dengan prinsip kurikulum merdeka dan bisa menerapkannya di kelas. “ Wah ternyata PMM memberikan banyak manfaat bagi kita”, kata bu wiwik.Beberapa sekolah binaan saya, seperti SDN 09 Nilau, SDN 09 Alang Rambah, dan SDN 07 Tanjung Pondok sudah mendaftarkan komunitasnya di PMM. Kegiatan ini bisa berjalan karena saya melibatkan guru-guru penggerak yang ada wilayah binaan saya. Ternyata kolaborasi dengan memberdayakan komunitas sekolah dapat mewujudkan percepatan implementasi kurikulum merdeka di sekolah binaan saya. Selaku pengawas,saya harus mendampingi sekolah binaan dengan kontiniu dan konsisten. Menuju perubahan tidak semudah membalik telapak tangan.Kompetensi pendidik itu beragam. Butuh proses yang berkelanjutan untuk menigkatkan kompetensi dan motivasi dalam belajar dan mengajar.