Temu Pendidik Nusantara XIII

Select Language

ATAP KU INSPIRASI KU

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

ATAP KU INSPIRASI KU

Pembelajaran  di sekolah bukan tentang “Mendapat Nlai Berapa, Namun Tentang Apa Yang Sudah Murid  Bisa” hal ini yang melandasi metode ATAP KU INSPIRASI KU pada judul praktik baik saya kali ini. murid tumbuh di zaman now tidak sulit mencari pemahaman konsep karena semua konsep  materi pembelajaran mereka bisa  mendapatkan dengan muda saat bersahabat dengan mbah google . yang menjadi titik esensial dalam pembelajaran zaman sekarang adalah bagaimana melitih kecerdasan  emosional murid terhadap situasi dan kondisi  di masyarakat. Kecerdasan emosional murid bisa dilatih melalui pembelajaran Menulis Teks Inspirasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia fase D.

Sebelum mengenalkan metode  ATAP dalam menulis teks inspirasi , siswa merasa kesulitan dalam menuangkan gagasan, dalam bentuk tulisan inspirasi, tidak sedikit tulisan siswa yang strukturnya diulang – ulang ( bulet ). Dari masalah inilah saya mencoba menerapkan metode ATAP pada pembelajaran menulis Teks Inpirasi mata pelajaran bahasa Indonesia. Berikut langkah – langkahnya:

Langkah awal pembelajaran , murid diminta menyiapkan foto/ gambaran tentang kondisi di masyarakat yang mengalami keterpurukan, semisal Banjir langganan saat musim hujan,  rumah warga yang perlu uluran tangan untuk merenovasi, pengemis  usia sekolah, sampah berserakan di kelas dan lain – lain.

Ketika  memirsa foto atau gambar murid diminta menuliskan  harapan apa yang ia ingin kan dari kondisi tersebut, semisal , tidak ada banjir menyapa di desanya, semua warga masyarakat disekitarnya mempunyai hunian yang layak, semua anak Indonesia berhak mendapat pendidikan, kondisi kelas bersih, dan lain – lain.

Setelah menemukan gagasan yang berupa harapan maka murid diminta menulis aksi nyata apa yang bisa ia lakukan untuk mewujudkan harapannya tersebut semisal, mengajak teman- teman sekolah mengadakan kerja bhakti membersihkan selokan di lingkungan tinggal mereka, mengajak teman teman sekolah untuk menabung sedekah setiap hari dari sebagian uang sakunya, membuat kesepakatan kelas agar kelas tetap bersih dan  membuat jadwal piket.

Selanjutnya  siswa diminta mewawancarai masyarakat yang terdampak dari kegiatanya, selain itu murid juga menulis rangkaian kegiatan yang mereka lakukan mulai dari mengumpulkan foto sebagai dokumen awal, menulis harapan sebagai tantangan, dan tindak lanjut sebagai upaya aksi nyata, serta hasil atau pelajaran yang ia dapatkan.

Setelah hasil wawancara didapatkan maka siswa meramu tulisanya menjadi satu kesatuan yang utuh dan di bukukan.  “ aku merasa bangga pada diri sendiri, karena di usia SMP saya punya buku yang sudah ber- ISBN” tutur Humairah, salah satu siswa penulis buku tersebut.  Melihat senyum mereka yang merekah itulah yang membuat saya terus menerapkan metode ATAP dalam pembelajaran menulis teks Inpirasi pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas 7.

 

 

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.