Temu Pendidik Nusantara XIII

Select Language

Belajar Menyenangkan dengan Mind-mapping

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

Sudah dua tahun saya mengajar di kelas V SD Negeri Mawas. Hal yang saya temui tahun ini ternyata tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Saya mendapati masih ada anak didik yang lamban dalam menerima pelajaran dan tidak lancar membaca. Tapi ada juga anak didik yang cepat tanggap dan mengerti atas materi dan pelajaran yang saya ajarkan. Hal itu membuat perasaaan saya sangat senang sekali, sehingga menjadi cambuk untuk saya agar bisa mengajar anak didik lainnya yang kurang tanggap untuk menjadi tanggap dan mengerti.

 

Dalam mengajar terkadang saya merasa kesal karena anak didik yang lamban ini tidak bisa diam dalam mengikuti pelajaran. Ada yang berlari-larian. Ada yang mengganggu temannya sehingga temannya tersebut menangis. Sampai pada akhirnya berkelahi dan melakukan hal-hal negatif yang lainnya. Ada juga anak didik yang keluar masuk kelas tanpa merasa bersalah sedikitpun. Tapi yang paling parah, pernah ada anak didik yang sampai buang air besar di dalam kelas. Otomatis kelas menjadi gaduh. Konsentrasi saya mengajar dan anak didik yang lain menjadi terganggu. MNamun saya memahami bahwa tugas guru dalam mengajar sangatlah mulia walapun terasa begitu berat karena harus sabar dan telaten dalam semua keadaan.

 

Hal yang sering saya lakukan dalam menghadapi anak didik yang lamban dan kurang lancar membaca adalah melakukan pendekatan pribadi terlebih dahulu. Saya menjadikan anak didik tersebut seperti sahabat. Agar anak didik tersebut tidak merasa terabaikan dan tidak merasa dibedakan dengan anak didik yang lain.  Saya usahakan setiap selesai jam pembelajaran meluangkan waktu untuk mengajar membaca. Cara saya adalah dengan menuliskan kalimat pendek dipapan tulis dan menyuruhnya menulis kembali sambil membacanya. Saya memintanya melakukan itu berulang-ulang beberapa kali agar lancar.

 

Selain memberikan pelajaran tambahan, untuk meningkatkan pemahaman anak didik, terutama yang kurang memperhatikan pelajaran dan kurang semangat belajarnya saya menggunakan mindmapping. Dengan ini anak didik akan lebih semangat dalam belajar karena mereka dilatih berfikir kritis dan menggambar penuh warna warni. Sambil belajar dengan tema tertentu sesuai materi yang diajarkan, mereka dapat berimajinasi dengan spidol yang mereka goreskan di buku catatannya. Mereka tampak ceria dengan karya masing-masing. Mereka juga bersemangat membuat mind-mapping karena mereka dapat berkreasi sesuka hati menghiasnya.

 

Kadang-kadang saya juga meminta anak-anak yang lamban untuk duduk di dekat saya. Saya menceritakan kisah orang-orang yang dulunya juga susah belajar dan lamban membaca yang pada akhirnya sudah berhasil meraih cita-citanya dan sudah sukses dalam hidupnya. Itu karena mereka tidak putus asa dan tidak bosan dalam belajar. Saya lakukan ini dengan tujuan agar anak didik bisa termotivasi dan membangkitkan gairah belajarnya. Hal ini pun saya lakukan berkali-kali. Mungkin hal ini ada yang menganggap sepele. Tapi alhamdulillah, ada anak didik yang sudah saya ajar beberapa tahun lalu masih kesulitan membaca, saya dapat kabar sudah lancar membaca di tingkat SMP. Semoga ia bisa mengikuti jejak kakak kelasnya dan menjadi sukses di masa depan. Aamiin.

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.