Temu Pendidik Nusantara XIII

Select Language

JURNAL HARIANKU, MEMBANGUN KARAKTER POSITIF AUD

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

Awal

Pengembangan kegiatan journaling pada TK Areta Amata School dimulai pada masa learning  from home akibat pandemic. Namun kegiatan ini terus diaplikasikan hingga saat ini karena merupakan  praktik baik dalam membangun karakter positif AUD.

Usaha menanamkan nilai-nilai karakter baik pada AUD adalah sangat penting untuk pembentukan kepribadian anak. Dalam pendidikan karakter diharapkan adanya perubahan perilaku menjadi perilaku yang lebih baik dan untuk itu dibutuhkan komitmen dari semua pihak sehingga perubahan perilaku itu dapat berdampak postif pada afeksi, psikomotor dan kognitif AUD. Namun untuk melahirkan perilaku yang lebih baik itu tentunya harus melibatkan 3 unsur yaitu, sekolah, keluarga dan masyarakat (lingkungan).

Fenomena yang terjadi di masa pandemi, adalah keterlibatan guru kurang maksimal, orangtua kesulitan dalam mendampingi anak belajar di rumah dan motivasi belajar anak juga menurun di masa pandemi. Sedangkan fenomena pasca pandemi adalah fenomena umum, seperti penurunan motivasi belajar anak bisa saja terjadi kapan saja, minimnya keterlibatan orangtua terjadi akibat kesibukan bekerja di luar rumah serta keterlibatan guru juga kurang maksimal dikarenakan durasi belajar di sekolah hanya 3 jam saja. Fenomena-fenomena tersebut dapat berdampak pada penurunan kedisplinan, tanggungjawab, kemandirian, kemampuan bersosialisasi, dan percaya diri anak. Lebih jauh lagi dapat berdampak pada kejujuran anak.

Berdasarkan fenomena-fenomena inilah maka saya tergerak untuk melakukan pengembangan model journaling bagi AUD untuk membangun karakter positif AUD dan selaras dengan konsep merdeka belajar, merdeka bermain yang selanjutnya diberi nama Jurnal Harian EMI (Efektif, Menarik, Integratif) dan telah menjadi praktik baik di unit kerja saya.

Tantangan

Tantangan yang kami hadapi di masa pandemi dan pasca pandemi adalah terkait komitmen orangtua agar mau terlibat dalam pendampingan anaknya di rumah, hanya saja bentuk keterlibatannya dapat berbeda. Pada masa pandemi, orangtua diharapkan lebih intens mendampingi anaknya dalam belajar untuk membangun kelekatan dan mengantisipasi penurunan sikap disiplin dan tanggung jawab. Sedangkan pada pasca pandemi atau saat ini, orangtua dapat terbantukan oleh keterlibatan guru secara face to face di sekolah namun saat anak berada di rumah, diharapkan pendampingan oleh orangtua masing-masing.

Karakteristik orangtua murid TK Areta Amata School adalah 90 % merupakan orangtua yang bekerja di luar rumah sehingga mempengaruhi intensitas keterlibatan orangtua terhadap anaknya di rumah. Dengan demikian dibutuhkan komitmen orangtua untuk membersamai anak khususnya pada tahapan refleksi dari kegiatan journalingnya.

Aksi

Jurnal Harianku merupakan kegiatan journaling yang diimplementasikan dalam bentuk proyek perencanaan diri bagi anak, dimana anak diharapkan mampu mengenali kebutuhan/ keinginan dan minat dirinya sehingga baik untuk menumbuhkan kepemimpinan murid. Kegiatan ini terdiri dari serangkaian tahapan proses kegiatan yang harus dilalui anak secara utuh dan mandiri sesuai dengan perencanaan yang diinginkannya dan dilakukan sebagai suatu pembiasaan pada pagi, siang, sore hingga malam hari, hingga pada akhirnya terwujud karakter positif yang ingin ditanamkan. Jurnal pagi dilakukan di sekolah sedangkan jurnal siang, sore dan malam hari dilakukan di rumah. Untuk itu guru memfasilitasi anak dengan membuatkan template buku jurnal.

Singkatnya, pada tahapan awal, anak melakukan observasi gambar-gambar kegiatan, menentukan pilihan kebutuhan dan keinginan/ minat diri dan membuat buku jurnal (menggunting, melipat dan menghias). Tahapan inti adalah pembiasaan anak mengisi buku jurnal yang telah dibuatnya dengan cara memberi tanda menggunakan alat pewarna ataupun stiker, tulisan atau gambar (bergantung selera anak) pada kegiatan yang telah dilakukannya. Bila anak tidak melakukan kegiatan yang dipilihnya maka anak tidak mengisi jurnalnya. Hal ini melatih kejujuran anak. Selanjutnya tahapan presentasi merupakan kegiatan refleksi oleh anak melalui bercerita di depan kelas, ataupun di rumah bersama orangtuanya. Kegiatan refleksi jurnal di sekolah dapat dilakukan setiap hari ataupun perminggu yaitu di hari Jumat, sedangkan kegiatan refleksi di rumah dilakukan setiap malam menjelang tidur dan diharapkan dalam suasana yang santai dan menyenangkan.

Perubahan

Melalui pembuatan buku jurnalnya, anak menjadi terlatih dan mampu berpikir kreatif dan bekerja secara sistematis dan karena kegiatan journaling ini sebagai kegiatan pembiasaan, maka anak terbentuk karakter positifnya khususnya kemandirian, percaya diri, tanggung jawab dan kejujuran. Guru pun sangat terbantukan dalam melakukan penilaian sikap jujur pada anak.

Selain itu, kegiatan journaling melalui model Jurnal Harianku ini menjadi praktik baik dalam menstimulasi 6 aspek perkembangan AUD, yakni:

– Anak mampu membuat buku jurnalnya sendiri; mengembangkan kemandirian dan aspek motorik halus anak serta membangun kreativitas seninya.

– Anak mampu dan percaya diri dalam berefleksi; mengembangkan kemampuan aspek berbahasa dan sosial emosional anak

– Anak mampu memilih dan mengelompokkan kegiatan, mengenali kebutuhan dan minat diri serta menunjukkan kreativitas dalam pemecahan masalah sehari-hari; mengembangkan kemampuan kogntifnya

– Pemilihan kegiatan keagamaan oleh anak dan sikap menyayangi sesama mahluk ciptaan Tuhan serta kejujuran, ditunjukkan dengan mengimplementasikannya di rumah maupun di sekolah; mengembangkan aspek Nilai Agama dan Budi Pekerti anak.

Secara keseluruhan, sikap positif terbangun bersama pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh anak.

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.