Sekitar 150 pendidik dari berbagai lembaga pendidikan di Sleman dan sekitarnya berkumpul dalam forum Temu Pendidik Nusantara (TPN) XII di Kab. Sleman yang bertema “Iklim Pendidikan dan Pendidikan Iklim”.

Forum ini diselenggarakan oleh Guru Belajar Foundation bersama Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan didukung oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman serta Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY.

Kegiatan yang diikuti oleh guru madrasah, sekolah umum, dan pesantren ini berlangsung di Afkaaruna Primary School, Sleman, pada Senin (16/6).

Ketua PW Pergunu DIY, KH Samsul Maarif Mujiharto menegaskan komitmen pihaknya dalam mendorong para guru agar tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Guru harus menjadi pelopor perubahan perilaku baik di sekolah maupun masyarakat. Budaya menjaga lingkungan harus menjadi kebiasaan positif sehari-hari,” tegasnya.

Ia mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas batas. Pergunu DIY membuka ruang partisipasi bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang organisasi, afiliasi, maupun keyakinan.

Sejumlah guru dari kalangan Muhammadiyah dan beberapa peserta non-Muslim hadir aktif dalam kegiatan ini. “Semangat kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk memajukan pendidikan dan merespons krisis iklim secara kolektif,” katanya.

Kiai Samsul berharap, kegiatan ini menjadi awal dari lahirnya gerakan pendidikan lingkungan di Sleman yang melibatkan berbagai elemen guru, demi mencetak generasi yang peduli dan siap menghadapi tantangan perubahan iklim.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, yang hadir mewakili Bupati Sleman, menyampaikan pentingnya peran guru sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.

“Guru adalah ujung tombak pembentukan karakter peserta didik. Jika sejak dini siswa dibiasakan peduli lingkungan, maka akan lahir generasi tangguh yang mampu menghadapi dampak perubahan iklim,” ujarnya.

Ia juga mendorong sekolah-sekolah di Sleman untuk menjadi contoh dalam menerapkan praktik ramah lingkungan, seperti penghijauan, pengelolaan sampah, penghematan energi, dan konservasi air.

Koordinator TPN XII di Kab. Sleman, Ahmad Faozi berharap, kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran guru akan pentingnya mitigasi krisis iklim. “Melalui kegiatan ini, kami ingin para guru tidak hanya menjadi pengajar di kelas, tetapi juga menjadi motor penggerak kesadaran iklim di tengah masyarakat” tuturnya.

“Inilah wujud nyata kolaborasi pendidikan lintas batas untuk kemajuan Indonesia yang lebih hijau dan tangguh menghadapi perubahan iklim,” lanjutnya.  

Selain di Kab. Sleman, Temu Pendidik Nusantara XII di Daerah juga diselenggarakan di 44 kota/kabupaten lainnya sepanjang bulan Juni-Agustus. Lalu pada 11-12 Oktober, akan diselenggarakan puncak Temu Pendidik Nusantara XII di Sekolah Cikal Lebak Bulus.


Penulis: Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
Editor: Yosinta Maharani Here / Guru Belajar Foundation

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.