Suara Murid Arah Pembelajaran

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

Saya adalah guru matematika di SMK Panca Bhakti Magetan. Sebagai seorang guru saya ingin agar murid – murid datang kesekolah lebih antusias dalam  belajar, mereka belajar dengan bahagia tanpa merasa terpaksa. Akan Tetapi saya merasakan ada yang kurang dalam pembelajaran saya, karena anak-anak terlihat tidak antusias, mengantuk dalam melaksanakan proses belajar-mengajar. Mereka datang kesekolah hanya sekedar datang dan menggugurkan kewajibannya sebagai pelajar bahkan beberapa masih datang terlambat. 

Tantangan terberat saya adalah sebagian besar murid tidak menyukai pelajaran matematika karena mereka merasa bahwa pelajaran matematika adalah pelajaran yang sulit. Memang dulu saya mengajar berdasarkan buku teks dengan materi yang tersedia  dibuku teks, tanpa meminta pendapat dari murid. selain itu saya juga harus menemukan  ide yang dapat diterapkan pada saat pembelajaran agar murid lebih antusias dalam melaksanakan pembelajaran, murid merasa memiliki pembelajaran tersebut sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna karena  sesuai dengan keseharian mereka.

Seiring perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang pendidikan yang sedang marak secara online  maupun offline, saya mencari informasi dan menambah pengetahuan dan kapasitas saya. Di sini saya mulai mengenal merdeka belajar, yang menurut kesimpulan saya bahwa  merdeka belajan dapat menghasilkan murid yang bahagia, mandiri dan dapat berkiprah dimasyarakat sesuai dengan keahliannya masing-masing.

Pada awal pembelajaran saya membuat kesepakatan kelas terlebih dahulu. Saya memancing murid dengan pertanyaan – pertanyaan pemantik sehingga mereka mau mengutarakan pendapat dan masukan mereka tentang pembelajaran matematika yang akan saya bawa lebih  dekat dengan keseharian mereka, salah satu diantaranya saya menanyakan kepada mereka  untuk memperhatikan lingkungan di sekolah yang banyak menggunakan matematika. Mereka mengutaran berbagai contoh diantaranya adalah koperasi sekolah. kemudian anak-anak saya pancing mengenai apa yang bisa kita pelajari di koperasi sekolah. Mereka menyampaikan berbagai pendapatnya, dari anak-anak mengusulkan untuk belajar di koperasi sekolah.  kemudian mereka membagi kelompok untuk menginventaris produk apa saja yang dijual di koperasi sekolah. Disini mereka bisa banyak sekali mendapatkan ilmu tentang bilangan diantaranya harga jual, harga beli, harga jual jika diinginkan keuntungan tertentu, persentase keuntungan, bahkan bisa dikembangkan dalam bentuk diskon. 

Setelah saya lebih mendengarkan suara-suara murid dan mengembangkan pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan sehari – hari,  mereka menjadi antusias dalam pembelajaran, karena pembelajarannya lebih mengasyikkan dan tidak monoton. Murid menjadi lebih mudah memahami karena matematika menjadi lebih sederhana sesuai keseharian mereka dan mereka merasakan manfaat dari matematika.

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.