Temu Pendidik Nusantara XIII

Select Language

Permainan Temu Kata yang ramah Kinestetik pada Materi Kisah Nabi

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

Permainan Temu Kata yang ramah Kinestetik

pada Materi Kisah Nabi

Oleh

Muhammad Fauzan Basri – Makassar

 

Materi Kisah Nabi adalah materi idaman kalangan keluarga muslim. Kisah nabi dalam pembelajaran pendidikan agama islam juga ada disetiap jenjang kelas. Hal ini menjadikan kisah nabi menjadi materi yang sangat sentral dalam mengajarkan keteladanan dan karakter terhadap murid. Dalam menerapkan pembelajaran ini, saya sering menggunakan metode berkisah dalam menyampaikan pembelajaran. Metode ini adalah metode yang sama yang digunakan Al-Qur’an sendiri dalam menyampaikan firman-Nya.

Sebagai guru dengan kemampuan berkisah yang cukup baik. metode ini tentu saja berhasil pada beberapa kesempatan. Menggunakan metode yang sama pada materi kisah, tentu akan memberikan kebosanan tersendiri bagi murid. sehingga metode ini perlu sesekali diselingi atau diganti dengan metode lainnya seperti menonton video, membaca buku bersama, atau melakukan role playing.

Mendiferensiasi proses dengan metode yang berbeda juga berhasil pada beberapa kesempatan. hingga suatu ketika saya menemui tantangan pada kelas VI tahun lalu. Semua metode yang pernah saya gunakan nampaknya membosankan bagi mereka.

Saya lalu mencoba berefleksi. Apa gerangan, yang membuat kisah saya tampak membosankan atau menonton video menjadi tidak menarik lagi? Berbekal ilmu terkait assesment diagnostik. saya kemudian menemukan bahwa kebanyakan metode yang saya gunakan saat menyampaikan materi terkait kisah nabi tidak ramah kepada murid dengan dominasi gaya belajar kinestetik yang juga dipenuhi oleh sebagian besar murid kelas VI yang saya hadapi ini.

Selama melakukan refleksi, saya mencatat beberapa hal yang menjadi tantangan serta solusi alternatif yang mungkin saya lakukan. Beberapa catatan tersebut adalah bahwa metode kisah, tidak ramah pada murid dengan gaya belajar kinestetik. Video kisah yang disediakan di youtube juga cenderung tidak lagi ramah pada siswa kelas VI dengan video yang umumnya bebentuk kartun. video lainnya yang lebih dewasa, juga menjelaskan terlalu detail untuk murid SD sehingga tidak menarik dan umumnya berdurasi panjang.

Saya kemudian terpikir untuk menggunakan metode role playing yang ramah kinenstetik. Namun sayangnya, menurut analisis saya, metode ini tidak tepat digunakan di kelas yang saya ampu ini, karena para murid masih banyak bermasalah pada sikap percaya diri dan aktivitas berperaga. Jika metode kisah tidak tepat, mungkin mendongeng akan menjadi lebih menarik. namun sayangnya saya kurang pandai mendongeng. Metode read aloud (membaca nyaring) dan membaca bersama juga tidak lagi efektif pada siswa kelas VI. apalagi didominasi murid kinestetik.

“Jadi Metode apa yah, yang paling tepat digunakan untuk mengajarkan kisah dan keteladanan Nabi dan Rasul di Kelas VI yang sudah sering mendapatkan metode pembelajaran kisah nabi di semua jenjang kelas sebelumnya. dan metode ini mampu memenuhi ketiga gaya belajar murid, khususnya kinestetik?”

Kala itu, saya mencatat, bahwa metode pembelajaran yang saya butuhkan adalah aktivitas bermain yang berpusat pada murid, tidak satu arah, murid banyak bergerak dan bekerja serta metode yang ramah pada murid kinestetik. Akhirnya saya terpikir ide cemerlang untuk memainkan huruf dengan bermain temu kata. Aktivitas belajar yang akan sangat menarik menurutku.

Saya lalu menyusun kata-kata kunci yang berkaitan dengan kisah nabi Yunus, Zakaria, Yahya, Isa dan kisah teladan Ashabul Kahfi. Kata-kata kunci tersebut dirangkai dalam susunan huruf mendatar dan menurun. Dalam penerapannya, murid ditantang untuk melakukan tiga hal. Pertama, Secara berkelompok, murid diminta menemukan kata baku sebanyak mungkin pada media “Temu Kata” yang telah disediakan guru. lalu menuliskannya pada LKPD yang telah disediakan. Kedua, Murid mengklasifikasi kata yang ditemukan berdasarkan kecocokan kata kunci dengan kisah Nabi Yunus, Zakaria, Yahya, Isa dan Ashabul Kahfi. Ketiga, Murid mempresentasikan temuannya, dengan menjelaskan korelasi kata kunci dan kisah nabi.

Hasilnya sungguh diluar dugaan, Dari praktik baik ini, saya belajar bahwa metode bermain memang sangat tepat digunakan kepada murid dengan dominasi gaya bekajar kinestetik. Murid sangat antuasisas dalam belajar dan semua mengikuti permainan dengan baik. Memainkan kata kunci pada materi pelajaran sungguh sangat tepat digunakan pada pelajaran yang banyak menggunakan istilah, contohnya pada materi zakat di pelajaran agama islam atau pada pelajaran lain seperti IPA. Ketiga tantangan yang digunakan pada permainan temu kata nabi ini, ternyata benar-benar mampu memenuhi seluruh gaya belajar siswa. Murid dengan public speaking yang baik diprioritaskan untuk memimpin presentasi. Kerjasama murid dalam bermain dan belajar dituntut saat berkompetisi dengan waktu sehingga mereka lebih antusias.

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.